Tingkat Kecukupan Energi Makan Siang dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman
Keywords:
energy adequacy, lunch, nutritional status, school children, kecukupan energi, makan siang, status gizi, anak sekolahAbstract
Abstract: Malnutrition status in elementary school children has increased in recent years with a prevalence of 9.2 percent. One of the influencing factors is the low energy adequacy of school lunches. This study aims to determine the relationship between energy adequacy of lunches and the nutritional status of elementary school children. The study used a cross sectional design involving 81 students from two elementary schools in Sleman Regency who were selected by purposive sampling. Energy adequacy data were obtained through 1x24hour Food Recall interviews for two consecutive days and analyzed using Nutrisurvey, while nutritional status was measured using BMI or U Zscore based on WHO AnthroPlus. Analysis was performed using the Spearman Rank test (p less than 0.05). The results showed that 64.1 percent of students had good nutritional status, while the average energy adequacy of lunches was only 64.5 percent, with most experiencing energy deficits. No significant relationship was found between energy adequacy of lunches and nutritional status (p equals 0.2361 and r equals 0.1331). These results indicate the need for school interventions to improve the nutritional quality of students' lunches. Schools need to provide balanced lunches that meet students' energy needs, while parents are expected to support their children's nutritional needs at home. Collaboration between schools and families is crucial to improving the nutritional status of school age children.
Abstrak: Status gizi kurang pada anak sekolah dasar meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan prevalensi 9,2 persen. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah rendahnya kecukupan energi makan siang dari sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecukupan energi makan siang dengan status gizi anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 81 siswa dari dua sekolah dasar di Kabupaten Sleman yang dipilih secara purposive sampling. Data kecukupan energi diperoleh melalui wawancara Food Recall 1x24 jam selama dua hari berturut turut dan dianalisis dengan Nutrisurvey, sedangkan status gizi diukur menggunakan Z score IMT atau U berdasarkan WHO AnthroPlus. Analisis dilakukan dengan uji Spearman Rank (p kurang dari 0,05). Hasil menunjukkan 64,1 persen siswa memiliki status gizi baik, sementara rata rata kecukupan energi makan siang hanya 64,5 persen, dengan sebagian besar mengalami defisit energi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kecukupan energi makan siang dan status gizi (p sama dengan 0,2361 dan r sama dengan 0,1331). Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi sekolah untuk memperbaiki kualitas gizi makan siang siswa. Sekolah perlu menyediakan menu makan siang seimbang sesuai kebutuhan energi siswa, sedangkan orang tua diharapkan mendukung pemenuhan gizi anak di rumah. Kerja sama antara sekolah dan keluarga penting untuk meningkatkan status gizi anak usia sekolah.
References
Anggiruling, D. O., Ekayanti, I., & Khomsan, A. (2019). Factors Analysis of Snack Choice, Nutrition Contribution and Nutritional Status of Primary School Children. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 81–90. https://doi.org/10.30597/mkmi.v15i1.5914
Ariawan, I. G. N., Prihayanti, N. K. T., Purnama, P. M. D. A., Susanti, I. A., Dharmayanti, N. M. S., Diastuti, N. N. P., & Devi, N. L. P. S. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah di SD 4 Peneb. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 9(1), 16. https://doi.org/10.20527/dk.v9i1.8097
Besari, D. A. (2014). Determinan Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Branta Pesisir Dan Desa Tlanakan Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Jurnal Tata Boga, 3(3), 8–13. https://ejournal.unesa.ac.id/
Dinkes Pemkot Yogyakarta. (2019). Profil Kesehatan Kota Yogyakarta (Data Tahun 2018). In Jurnal Kajian Ilmu Administrasi Negara (Vol. 107, Issue 38). https://journal.uny.ac.id/index.php/natapraja/article/view/12619
Dinkes Sleman. (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2020. Dinas Kesehatan Sleman, 6(6), 1–173.
Diwanto, Y. P. (2020). Penilaian Status Gizi Dan Edukasi Gizi Seimbang Pada Perempuan Dengan Hipertensi Di Puskesmas Anak Air Kota Padang. Jurnal Abdimas Saintika, 3(2), 119–124. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id
Ernawati, F. &. (2020). Management Terapi Pada Penyakit Degeneratif (N. R. H (ed.); Pertama). Graniti.
Ginting, L. M. B., & Besral, B. (2020). Pemberian Asi Ekslusif dapat Menurunkan Risiko Obesitas pada Anak Balita. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1), 54–59. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v1i1.41421
Hamzah, Hasrul, & Hafid, A. (2020). Pengaruh Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(2), 70–75. https://doi.org/10.33096/fmj.v1i1.9
Hanum, G. R., & Ardiansyah, S. (2018). Deteksi Dini Penyakit Degeneratif Pada Remaja Anggota Karang Taruna. Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 1–3. https://doi.org/10.36456/abadimas.v2.i1.a1615
Iktarastiwi, N. (2019). Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Pada Menu Makan Siang Terhadap Status Gizi Pada Kelas 3 Dan 4 Sd Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang [Universitas Negeri Semarang]. In Lib Unnes Ac.Id. https://lib.unnes.ac.id/37731/1/5401415020_Optimized.pdf
Kemenkes. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Lubis, G., & Oyong, N. (2016). Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak Obesitas Usia Sekolah Dasar. Sari Pediatri, 8(2), 147. https://doi.org/10.14238/sp8.2.2006.147-53
Mayulu, N. I., Permatasari, I., & Hamel, R. (2014). Analisa Riwayat Orang Tua sebagai Faktor Resiko Obesitas pada Anak SD di Kota Manado. Ejournal Keperawatan, 1, 1–7.
Ningtyias, F. W., Fiamanatillah, R. F., & Rohmawati, N. R. (2019). Kontribusi Zat Gizi Makan Siang Sekolah dan Kecukupan Gizi Terhadap Status Gizi Siswa di SD Al-Furqan Jember. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(3), 265–271. https://doi.org/10.22435/hsr.v22i4.1297
Octaviani, P., Dody Izhar, M., & Amir, A. (2018). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 47/IV Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 2(2), 56–66. https://doi.org/10.22437/jkmj.v2i2.6554
Palupi, I. R., Rachmawati, V. N., & Prawiningdyah, Y. (2020). Pemenuhan Gizi dari Penyelenggaraan Makan Siang Sekolah dan Konsentrasi Siswa Sekolah Dasar. HIGEIA Journal of Public Health Reseacrch and Development, 4(4), 632–644.
Qurrotul ’Aini, N. D., Maharani, A. A., Maharani, T. D., Nurannisa, N. S., & Herbawani, C. K. (2023). Risiko Obesitas pada Anak Akibat Konsumsi Fast Food dan Junk Food: Literature Review. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 4(2), 110. https://doi.org/10.24853/mjnf.4.2.110-119
Rahayu, D. A., & Susetyowati. (2018). Hubungan Antara Asupan Makan Siang dengan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Gizi Klinik Indonesia (JGKI).
Ramadani, P. D. (2023). Hubungan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro terhadap status gizi anak sekolah dasar di sdn 01 bunga raya. Universitas islam negeri sultan syarif kasim riau pekanbaru.
Rohayati, & Zainafree, I. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyelenggaraan Program Makan Siang Di Sd Al Muslim Tambun. Unnes Journal of Public Health, 3(3), 1–9.
Sari, S. (2020). Hubungan Antara Asupan Energi dan Protein dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SDN Cipinang Besar Selatan 16 Pagi Jakarta Timur. (Skripsi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II).
Sukma Septiani, B. D., Nurmaningsih, N., & Nisa, S. H. (2021). Penyuluhan Gizi Seimbang Pada Ibu Balita Gizi Kurang Di Desa Beleke Kabupaten Lombok Barat. JPKM : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 2(2), 192–199. https://doi.org/10.37905/jpkm.v2i1.11377
Survei Kesehatan Indonesia (SKI). (2023). In Kemenkes BKPK. https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2025.138088
Tomasoa, V. A., Dary, D., & Dese, D. C. (2021). Hubungan Asupan Makan dan Aktifitas Fisik Terhadap Status Gizi Anak Usia Sekolah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(2). https://doi.org/10.30651/jkm.v6i2.7819
Trinursari, S., Sulistiyani, S., & Ratnawati, L. Y. (2022). Konsumsi, Aktivitas Fisik, Status Gizi Anak Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19. Ikesma, 18(4), 234. https://doi.org/10.19184/ikesma.v18i4.29087
UNICEF. (2021). UNICEF Conceptual Framework on Maternal and Child Nutrition. In Nutrition and Child Development Section, Programme Group 3 United Nations Plaza New York, NY 10017, USA (pp. 2–3). UNICEF. www.unicef.org/nutrition
UNICEF, WHO, & World Bank. (2023). Level and trend in child malnutrition. In World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). (2018). Rekomendasi Angka Kecukupan Gizi untuk Masyarakat Indonesia tahun 2018. Kementrian PPN/Bappenas, Kementrian Kesehatan RI, dan Pergizi Pangan Indonesia. Available at: https://pergizi.org/akg-2018. Diakses pada 4 Maret 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yusriyyal Hasnaa Nindita, Dittasari Putriana, Muhammad Hafizh Hariawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


