Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Keikutsertaan Suami menjadi Akseptor KB

Authors

  • Warlinda Universitas Kurnia Jaya Persada

Keywords:

attitude, culture, husband's participation, kb acceptors, knowledge, akseptor kb, budaya, keikutsertaan suami, pengetahuan, sikap

Abstract

Abstract: The active participation of husbands as family planning acceptors is still relatively low in Indonesia, even though male involvement is very important in supporting the success of the Family Planning (FP) program and efforts to control population growth. This low participation is influenced by various factors, both internal and external. This study aims to analyze factors related to the low participation of husbands as family planning acceptors in the Sabbang Community Health Center Working Area, North Luwu Regency. The research design used was quantitative with a cross-sectional approach. The study population was 240 husbands of Fertile Age Couples (PUS), with 71 respondents selected through a purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire covering variables of knowledge, culture, attitudes, and participation as family planning acceptors. Data analysis was performed using the Chi-square test at a significance level of 0.05. The results showed that lack of knowledge (62.0 percent), unsupportive culture (53.5 percent), and negative attitudes (52.1 percent) were significantly associated with low husband participation (p  0.000 and p  0.003, respectively). These findings emphasize the importance of efforts to increase knowledge, change cultural norms, and develop positive attitudes to encourage male participation in family planning programs. The results of this study can be used as a basis for policymakers and health workers to design educational strategies and culturally based interventions that are more effective in increasing men's role as family planning acceptors.

Abstrak:  Partisipasi aktif suami sebagai akseptor KB masih tergolong rendah di Indonesia, padahal keterlibatan pria sangat penting dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk. Rendahnya partisipasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan rendahnya keikutsertaan suami sebagai akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 240 suami Pasangan Usia Subur (PUS), dengan 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, budaya, sikap, dan keikutsertaan sebagai akseptor KB. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang (62,0 persen), budaya tidak mendukung (53,5 persen), dan sikap negatif (52,1 persen) secara signifikan berhubungan dengan rendahnya keikutsertaan suami (p sama dengan 0,000 dan p sama dengan 0,003 dan p sama dengan 0,000). Temuan ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan pengetahuan, perubahan norma budaya, serta pembentukan sikap positif guna mendorong partisipasi pria dalam program KB. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi pembuat kebijakan dan petugas kesehatan untuk merancang strategi edukatif dan intervensi berbasis budaya yang lebih efektif dalam meningkatkan peran pria sebagai akseptor KB.

References

Adane, B., Kefale, B., Damtie, Y., Arefaynie, M., Addisu, E., Dewau, R., Mitiku, K., Tsega, T. D., Andualem, A. A., & Awoke, M. (2024). Male Involvement in Family Planning and its Association with Knowledge and Spouse Discussion in Ethiopia: a Systematic Review and Meta-Analysis. BMJ Open, 14(4), e082094.

Ajhuri, K. F. (2021). Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan: Kayyis Fithri Ajhuri. Kayyis Fithri Ajhuri.

Anto, R. P., Harahap, T. K., Sastrini, Y. E., Trisnawati, S. N. I., Ayu, J. D., Sariati, Y., Hasibuan, N., Khasanah, U., Putri, A. E. D., & Mendo, A. Y. (2023). Perempuan, Masyarakat, dan Budaya Patriarki. Penerbit Tahta Media.

Bangun, C. S., Suhara, T., & Husin, H. (2023). Penerapan Teori Planned Behavior dan Perceived Value pada Online Purchase Behavior. Technomedia Journal, 8, 123–134.

Barus, E., Lumbantoruan, M., Erna, A., & Purba, T. (2018). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Pelayanan KB dengan Keikutsertaan Pria Mengikuti KB. Jurnal Health of Studies, 3(2), 36–46.

Bira, E. S. F., Tuhana, V. E., & Ara, R. K. (2024). Perspesi Pria pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Keluarga berencana (KB). Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(2), 280–293.

Darsini, D., Fahrurrozi, F., & Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan; Artikel Review. Jurnal Keperawatan, 12(1), 13.

Dinkes Luwu Utara. (2024). Profil Kesehatan Luwu Utara. Dinas Kesehatan Luwu Utara. https://portal.luwuutarakab.go.id/content/uploads/images/mei-24/BUKU-PROFIL-KES-KAB.-LUWU-UTARA-2023-REV.pdf

Dinkes Sul-Sel. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan.

Fitri, & Nurhidayah. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Suami sebagai Akseptor KB (Keluarga Berencana) di RW 11 Kelurahan Cibubur. Jurnal Ilmiah Kesehatan & Kebidanan, 9(1), 2–13.

Gultom, D., & Pinem, M. N. (2019). Pengaruh Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Perilaku Pasangan Usia Subur terhadap Keikutsertaan dalam Program Keluarga Berencana di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Lingkungan XV Kecamatan Medan Deli Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup, 4(1), 18–26.

Hermanto, R. D., & Sovia, S. N. (2023). Islam dan Kebijakan Negara dalam Perlindungan terhadap Hak Reproduksi Pekerja Perempuan pada Keluarga Muslim. Mahakim: Journal of Islamic Family Law, 7(2), 117–141.

Irja, R., & Dwihestie, L. K. (2024). Hubungan Pengetahuan Suami Tentang Keluarga Berencana dengan Keikutsertaan Ibu Menjadi Akseptor KB di PMB Rita Juwariningsih Sleman. Jurnal Genta Kebidanan, 13(2), 44–50.

Janani, M., & Arifin, K. I. (2024). Peran Pemerintah Provinsi Banten dalam Menjalankan Program Keluarga Berencana untuk Mengurangi Pertumbuhan Penduduk. Tajug: Jurnal Pemikiran Islam, Sosial, Dan Humaniora, 1(2), 8–17.

Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Maesaroh, M. (2020). Hubungan Sikap Tentang Alat Kontrasepsi Pria dengan Partisipasi Suami Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kelurahan Kebonbaru Kota Cirebon. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(2), 169–179.

Mafazat, I., Prijatni, I., & Umami, R. (2022). Hubungan Pengetahuan Suami dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Vasektomi. Jur Keb Sorong, 2(2), 52–60.

Maharani, D. S., Hardisman, H., & Lisa, U. F. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Budaya dan Motivasi Akseptor KB dengan Pemilihan Kontrasepsi Mantap Pria. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 7(1), 66–73.

Mawaddah, R. (2018). Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk pada Santri SMA Pesantern Darul Khoirot Sunan Bonang Pasuruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Nasrul, N., Zainul, Z., Hafid, F., & Taqwin, T. (2018). Manfaat Media Flipchart dan Spanduk dalam Perilaku Kesehatan 1000 HPK di Sulawesi Tengah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Universitas Hasanuddin, 14(1), 52–60.

Natasya, A. A., Melviana, P. P., Wilapa, N. F. R., Rahmawati, S., Jovanka, N., Mauliana, R. P., Maulidah, F., & Celesta, A. A. (2024). Affirmative Action dalam Politik Lokal: Keterwakilan Perempuan di DPRD Kabupaten Semarang. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 11(2).

Notoatmodjo. (2019). Ilmu Perilaku Kesehatan. Wineka Media.

Oktriyanto, O., Amrullah, H., & Wulandari, Y. (2023). Kepuasan Akseptor terhadap Pelayanan Pemasangan Kontrasepsi Implan di Provinsi Banten Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 16(1), 72–83.

Profil Puskesmas Sabbang. (2024). Cakupan Pengguna KB di Puskesmas Sabbang tahun 2023-2024.

Rochimah, H. A. I. N., Priastuty, C. W., & Wicaksono, J. (2023). Analisis Partisipasi Laki-laki dalam Program Keluarga Berencana di Indonesia: Sebuah Pendekatan Theory of Planned Behaviour. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 7(2), 214–230.

Setyaningrum, N., & Melina, F. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Suami Menjadi Akseptor KB di Desa Sumber Agung Jetis Bantul. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 8(1), 89–109.

Sitorus, N. Y., & Maimunah, R. (2020). Keikutsertaan menjadi Akseptor KB Ditinjau dari Aspek Sosial Budaya dan Dukungan Keluarga. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(3), 429–435.

Syifaurrochmah, M., Kismartini, K., & Rahman, A. Z. (2023). Komunikasi Kebijakan Keluarga Berencana Pria di Kecamatan Tugu Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 12(4), 635–651.

Tarigan, S. P., Nababan, D., Sinaga, J., Siagian, M. T., & Tarigan, F. L. B. (2022). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Pada PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2022. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(2), 1312–1324.

Wati, M., & Yusran, S. (2023). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Suami menjadi Akseptor KB di Kecamatan Unaha Kabupaten Konawe. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(1), 246–254.

WHO. (2023). Family Planning/ Contraception Methods. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception

Downloads

Published

30-08-2025

Issue

Section

Articles