Determinan Kejadian BBLR Pada Kehamilan Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas di Pulau Adonara

Authors

  • Elisabeth Ina Lein Universitas Nusa Cendana
  • Lewi Jutomo Universitas Nusa Cendana
  • Marselinus Laga Nur Universitas Nusa Cendana
  • Intje Picauly Universitas Nusa Cendana

Keywords:

lbw, teenage pregnancy, determinants, bblr, kehamilan remaja, determinan

Abstract

Abstract: The incidence of low birth weight (LBW) in adolescent pregnancy is a health problem that is influenced by several factors. Factors that contribute to the incidence of LBW in adolescent pregnancy include history of anemia, antenatal care (ANC) visits, chronic energy deficiency (CED), gestational age and family support. This study aims to see the relationship between determinants of the incidence of LBW in adolescent pregnancy in the working area of ​​the Health Center on Adonara Island. This study used a Case Control study with medical record data and interviews conducted in the working area of ​​Lite Health Center, Waiwadan Health Center, and Waiwerang Health Center within 1 month. The variables in this study were history of anemia, ANC visits, CED, gestational age, family support, and the incidence of LBW. The analysis of this study used the Chi to Square test and logistic regression analysis. The results of this study indicate that there is a significant relationship between ANC visits (P value equals 0.000, Odds Ratio (OR) equals 11.159, 95 percent CI equals 2.1915 to 42.200), Chronic energy deficiency (P value equals 0.002, OR equals 16.714, 95 percent CI equals 2.053 to 136.078), gestational age (P to value equals 0.004, OR equals 9.148, 95 percent CI equals 1.906 to 43.898), and family support (P to value equals 0.042, OR equals 2.852, 95 percent CI equals 1.137 to 7.152) while the anemia variable does not show a significant relationship with the incidence of LBW (P value equals 0.488 more than 0.05). It is recommended that teenage pregnancy be given more attention in order to prevent and detect the risk of LBW.

Abstrak: Kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) pada kehamilan remaja merupakan masalah kesehata yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor sampai faktor yang berkontribusi terhadap kejadian BBLR pada kehamilan remaja meliputi riwayat anemia, kunjungan antenatal care (ANC), kekurangan energi kronis (KEK), usia gestasi dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara determinan kejadian BBLR pada kehamilan remaja di wilayah kerja Puskesmas di Pulau Adonara. Penelitian ini menggunakan studi Case Control dengan data rekam medik dan wawancara yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lite, Puskesmas Waiwadan, dan Puskesmas Waiwerang dalam waktu 1 bulan.  Variabel pada penelitian ini yaitu riwayat anemia, kunjungan ANC, KEK, usia gestasi, dukungan keluarga, dan kejadian BBLR. Analisis penelitian ini menggunakan uji Chi sampai Square dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ANC (P value sama dengan 0,000, Odss Ratio (OR) sama dengan 11,159, 95 persen CI sama dengan 2,1915 sampai 42,200), Kekurangan energi kronis (P value sama dengan 0,002, OR sama dengan 16,714,  95 persen CI sama dengan 2,053 sampai 136,078), lama gestasi (P sampai value sama dengan 0,004, OR sama dengan 9,148, 95 persen CI sama dengan 1,906 sampai 43,898), dan dukungan keluarga (P sampai value sama dengan 0,042, OR sama dengan 2,852, 95 persen CI sama dengan 1,137 sampai 7,152) sedangakan variabel anemia tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian BBLR (P value  sama dengan 0,488 lebih dari 0,05).  Disarankan kehamilan pada usia remaja lebih diperhatikan agar dapat mencegah dan mendeteksi risiko kejadian BBLR.

References

Astuti, E. R. (2020). Hubungan Antenatal Care Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Sains Kesehatan, 27(1), 30-34.

Cahyanti, F. T., Supriyadi, S., & Deniati, E. N. (2021). Peran Diskusi Suami Istri terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC). Sport Science and Health, 3(10), 814-825.

Camelia, V., Proborini, A., & Jannah, M. (2020). Hubungan antara kualitas & kuantitas riwayat kunjungan antenatal care (ANC) dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Journal of issues in Midwifery, 4(3), 100-111.

Darwis, A., Abdullah, A., Maidar, M., Adamy, A., & Nurjannah, N. (2020). Hubungan Komponen Pelayanan Antenatal Care (10 T) Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Indonesia (Analisa Data Sekunder Sdki 2017). Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh), 6(1), 13-19.

Fajriana, A., & Buanasita, A. (2018). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di kecamatan semampir surabaya. Media Gizi Indonesia, 13(1), 71-80.

Handayani, S., Yulianto, Y., Suprida, S., & Sumastri, H. (2024). Faktor Risiko Anemia Dengan Kejadian BBLR. Jurnal'Aisyiyah Medika, 9(1).

Hartiningrum, I., & Fitriyah, N. (2018). Bayi berat lahir rendah (BBLR) di Provinsi Jawa Timur tahun 2012-2016. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 97-104.

Hazimah, M., Akbar, S., Pane, A. H., & Diba, F. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Kabupaten Bangka. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik), 7(1), 42-52.

Izalika, I., & Adriani, A. (2023). Hubungan Pekerjaan Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Al-Su’aibah Midwifery Journal, 1(1), 14-17.

Kaumpungan, K. L., Ilmiah, W. S., & Maulina, R. (2024). The Relationship Between Education Level and Socioeconomic Status with The Incidence of CED (Chronic Energy Deficiency) Among Pregnant Women. Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan, 7(2), 93-102.

Kholifah, W. D. N., Nurrochmah, S., Alma, L. R., & Gayatri, R. W. (2023). Analisis Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Antenatal Care, Paritas, dan Paparan Asap Rokok pada Ibu dengan Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno Kota Malang. Sport Science and Health, 5(2), 133-147.

Kuantitatif, P. P. (2016). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Kurniasari, L., Kartasurya, M. I., Nugraheni, S. A., & Agushybana, F. (2024). Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada Ibu Melahirkan Selama Pandemi Covid-19. Amerta Nutrition, 8(1SP), 27-36.

Marlina, T., & Mastina. (2021). Hubungan Lingkar Lengan Atas, Umur Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian BBLR. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 11(4).

Nasional, K. P. P., & Nasional, B. P. P. (2023). Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) TAHUN 2023. Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta.

Nuzula, R. F., Dasuki, D., & Kurniawati, H. F. (2020). Hubungan Kehamilan Pada Usia Remaja Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (Bblr) Di Rsud Panembahan Senopati. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu, 11(02).

Paramata, Y., & Sandalayuk, M. (2019). Kurang energi kronis pada wanita usia subur di Wilayah Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Journal of Public Health, 2(1), 120-125.

Rafidah, R., Yuniarti, Y., Yuliastuti, E., & Hapisah, H. (2023). Risiko Kehamilan Remaja di Kalimantan Selatan Tahun 2022. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(11), 7959-7964.

Rosuliana, N. E., Aryanti, D., & Triguna, Y. (2022). Analisis Usia Gestasi Ibu Melahirkan dengan Berat badan Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Daerah. Analisis Usia Gestasi Ibu Melahirkan dengan Berat badan Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Daerah, 18(2), 67-72.

Rusependhi, U., & Utari, D. M. (2020). Analisis Status Anemia Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)(Studi Data Sekunder Dari Register Kohort Ibu Dan Buku Kia Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Manggari Kabupaten Kuningan Tahun 2019). Jurnal Kesehatan Bidkemas, 11(1), 14-20.

Salam, P. R. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bblr Di Kabupaten Jember. Medical Journal of Al-Qodiri, 6(2), 98-106.

Sitohang, Y. M. R., Ismansyah, I., & Siregar, N. (2023). Hubungan Usia Kehamilan, Riwayat Abortus Dan Paritas Terhadap Kejadian Preeklampsia Berat Di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Tahun 2022. Jurnal Skala Kesehatan, 14(1), 57-65.

Srimiyati, S., & Ajul, K. (2021). Determinan Risiko Terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah. Journal of Telenursing, 3(1), 334-346.

St Malka, M., & Sitti, F. (2021). Kehamilan Dini, Antenatal Care, ASI Eksklusif dan Pengetahuan Gizi Terhadap Stunting pada Balita. Jurnal Kebidanan, 7, 59-64.

Wahyuli, R., & Risnawati, R. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di RSUD dr. Abdul Rivai Kabupaten Berau. JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 11(1), 23-39.

Widianingsih, D. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat badan lahir rendah Pada Ibu Melahirkan Di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada, 1(1), 18–21

Zulfikar, M., Setiawati, D., Pratiwi, U. M., Rahmadhani, R., & Hilal, F. (2023). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Lila Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 22(1), 81-88.

Downloads

Published

10-06-2025

Issue

Section

Articles