Pandangan Masyarakat Terhadap Pencak Silat Saat Ini di Kabupaten Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v7i42025p199-205Keywords:
public perception, pencak silat, pandangan masyarakatAbstract
Abstract: Pencak Silat is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that embodies values of martial arts, morality, and social harmony. In Nganjuk Regency, pencak silat has developed not only as a martial art but also as an integral part of the community's social dynamics. However, its public image has often fluctuated due to various perceptions and evolving social contexts. This study aims to assess the impact of social activities conducted by pencak silat organizations in improving their public image within the community of Nganjuk Regency. A qualitative research method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving local residents. The findings reveal that: (1) The majority of the community in Nganjuk acknowledges the role of pencak silat in character development and fostering social solidarity; and (2) Social initiatives organized by pencak silat groups-such as communal work, security assistance during village events, and youth training programs-have proven effective in shifting public perception towards a more positive view of pencak silat. The study concludes that the public image of pencak silat in Nganjuk can be enhanced through the active involvement of silat communities in social engagement, although addressing inter-organizational conflicts remains an ongoing challenge.
Abstrak: Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang mengandung nilai-nilai bela diri, moral, dan sosial. Di Kabupaten Nganjuk, pencak silat tidak hanya berkembang sebagai seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Namun, citra pencak silat di tengah masyarakat kerap mengalami pasang surut akibat berbagai persepsi dan dinamika yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kegiatan sosial yang dilakukan oleh organisasi pencak silat dalam memperbaiki citra mereka di masyarakat Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada sejumlah warga masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Nganjuk mengakui manfaat pencak silat dalam pembentukan karakter dan solidaritas sosial; dan (2) Kegiatan sosial yang dilakukan oleh organisasi pencak silat, seperti kerja bakti, pengamanan acara desa, serta pelatihan untuk generasi muda, terbukti efektif dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap pencak silat menjadi lebih positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra pencak silat di Kabupaten Nganjuk dapat ditingkatkan melalui peran aktif komunitas silat dalam kegiatan sosial, meskipun upaya penyelesaian konflik antar perguruan tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.
References
Gambaran, A. (2020). Bab III Penyajian dan Analisis Data, 67–105.
Hadi & Gonsaga, A. (2025, 6 Februari). KOMPAS.com. Perguruan Silat di Nganjuk Berikrar Jaga Kekondusifan Wilayah. https://surabaya.kompas.com/read/2025/02/06/215703378/perguruan-silat-di-nganjuk-berikrar-jaga-kekondusifan-wilayah?utm_source=chatgpt.com.
Hanafiah, & Hajar, S. (2015). Perkembangan Pencak Silat Di Aceh Tamiang Pada Masa Orde Baru (1967-1998). Jurnal Seuneubok, 2(2), 41–50.
Harianto, S. (2023, 20 Januari). DetikNews.com. Pesilat Pagar Nusa Vs PSHT 2 Hari Bentrok di Nganjuk, 6 Orang Luka https://news.detik.com/berita/d-6526003/pesilat-pagar-nusa-vs-psht-2-hari-bentrok-di-nganjuk-6-orang-luka
Mardotila, M., & Zein, D. M. (2017). Silat: Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, Pemeliharaan Kesehatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 121.
Mizanudin, M., Sugiyono, A., & Saryanto. (2018). Pencak Silat Sebagai Hasil Budaya Indonesia. Prosiding SENASBASA, 264–270.
RadarNganjuk, R. (22 Mei, 2024). Raadar Nganjuk. PSHT Cabang Nganjuk Bermanfaat untuk Masyarakat, Ribuan Orang Hadir di Malam Puncak HUT Ke-50. https://radarnganjuk.jawapos.com/budaya/2174679735/psht-cabang-nganjuk-bermanfaat-untuk-masyarakat-ribuan-orang-hadir-di-malam-puncak-hut-ke-50?utm_source=chatgpt.com
Rijali, A. (2019). ANALISIS DATA KUALITATIF. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
Sinulingga, G. (2018). Upaya Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Budaya Pencak Silat Melalui O2Sn. Prosiding SNPO 2018 Seminar Nasional Pendidikan Olahraga, Bagaimana upaya pelestarian nilainilai kearifan lokal dalam budaya pencak silat, 917–924.
Sugiyono. 2022. METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF Dan R&D. Bandung: ALFABETA
Syahdan ridhani, M. (2023). Kolerasi Pencak Silat Terhadap Nilai Nilai Agama. 1, 205–211.
Tim DetikJatim. (2023, 7 Maret). DetikNews.com. Tawuran Pesilat di Nganjuk: Lokasi hingga Motif Kerusuhan https://news.detik.com/berita/d-6605425/tawuran-pesilat-di-nganjuk-lokasi-hingga-motif-kerusuhan.
Wibi, K. (2025, 3 April). Radar Nganjuk. Puluhan Masa Perguruan Silat Geruduk Polsek Pace, Ada Apa? https://radarnganjuk.jawapos.com/peristiwa/2175839176/puluhan-masa-perguruan-silat-geruduk-polsek-pace-ada-apa?
Wijaya, M. R. A. (2021). Penguatan Mutu Pelatih IPSI Kota Pekalongan. Jurnal ABDIMAS: MURI, 1(2), 1–10.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Daffa Muhammad Daffa Ainur Rokhim, Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo, Septyaning Lusianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


