Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Mojowarno Kabupaten Jombang Tahun 2023

Authors

  • Zahra Azizah Danistya Universitas Negeri Malang
  • Agung Kurniawan Universitas Negeri Malang
  • Rany Ekawati Universitas Negeri Malang
  • Endang Sri Redjeki Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1106-1119

Keywords:

baby blues syndrome, postpartum, mojowarno health center, ibu nifas, puskesmas mojowarno

Abstract

Abstract: Baby blues syndrome or postpartum blues is a psychological disorder felt by postpartum mothers that can arise between the third and fifth day after delivery and improve two weeks after delivery. Some symptoms include sadness, worry, and irritability. Prevalence of postpartum blues in Indonesia 31 births of 1000 population. Mojowarno Health Centre is located in Jombang Regency. Based on information from the midwives, 60% of mothers have felt baby blues with complaints, namely the mother's unpreparedness to care, worry, feeling tired, upset, blaming herself, and reluctance to care for the child. This research aims to determine the factors associated with the incidence of baby blues. This research uses a quantitative, cross-sectional design with a sampling technique that uses total sampling, where the entire population will be respondents in this research, with a total of 47 postpartum mothers. The results obtained were that 57% of postpartum women experienced baby blues, there was a relationship between employment status, family income, and maternal expectations the sex of the baby, but there was no relationship between age, parity, delivery method, and maternal knowledge. Maternal expectations regarding the sex of the baby are the most influential factor in the incidence of baby blues syndrome (p=0,000).

Abstrak: Baby blues syndrome atau postpartum blues yaitu gangguan psikologis yang dirasakan oleh ibu nifas dapat timbul antara hari ketiga dan kelima setelah persalinan dan membaik dua minggu setelah persalinan. Beberapa gejala berupa kesedihan, khawatir, dan mudah marah. Statistik prevalensi postpartum blues di Indonesia terdapat 31 kelahiran per 1000 penduduk. Puskesmas Mojowarno, terletak di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari salah satu bidan di mengatakan sebesar 60% ibu sudah merasakan baby blues syndrome dengan beberapa keluhan yaitu tidak siapnya ibu merawat, kekhawatiran, merasakan lelah, kesal, menyalahkan diri sendiri, dan enggan merawat anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif, pendekatan cross sectional dengan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel yaitu, dimana seluruh populasi akan menjadi responden pada penelitian ini dengan jumlah 47 ibu nifas. Hasil yang didapatkan terdapat 57% ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Mojowarno mengalami baby blues syndrome, terdapat hubungan antara status pekerjaan, pendapatan keluarga, harapan ibu dengan jenis kelamin bayi tetapi tidak ada hubungan antara usia, paritas, metode persalinan, dan pengetahuan ibu. Harapan ibu dengan jenis kelamin bayi merupakan faktor yang paling mempengaruhi terhadap kejadian baby blues syndrome (p=0,000).

References

Alifah, F. N. (2016). Hubungan Faktor Psikososial Terhadap Kejadian Post Partum Blues Di Ruang Nifas Rsud Dr. Abdoer Rahem Situbondo. Universitas Airlangga.

Almida, E. N., Dahlia, Y., Ronanarasafa, & Shammakh, A. A. (2023). Relationship Between Age and Parity to Baby Blues Syndrome in Postpartum Mothers in Sambelia District, East Lombok Regency. Nusantara Hasana Journal, 2(11), 30–36. http://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/279

Anandita, A. A. (2018). Hubungan Antara Dukungan Sosial Suami Dan Kecenderungan Mengalami Baby Bluess Syndrome Pada Ibu Pasca Melahirkan.

Ariasih, R. A., Mizna Sabilla, & Dewi Purnamawati. (2023). Persepsi dan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Depresi Post Partum di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat), 3(1), 11–20. https://doi.org/10.58185/j-mestahat.v3i1.101

Baston, H., & Hall, J. (2017). Midwifery Essentials: Postnatal E-Book: Volume 4 (Vol. 4). Elsevier Health Scienc-es.

Cahyaningtyas, A. Y. (2019). Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kejadian Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas Di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Ilmiah Maternal, 3(2).

Dinwiddie, K. J., Schillerstrom, T. L., & Schillerstrom, J. E. (2018). Postpartum depression in adolescent moth-ers. Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynecology, 39(3), 168–175.

Djanah, N., & Suherni, S. (2016). Kepuasan dan Minat Ibu Hamil Menggunakan Sarana Pelayanan Persali-nan. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 10(2), 39–45.

Ekawati, R., Deniati, E. N., Hapsari, A., & Rachmawati, W. C. (2020). Program Kesehatan Reproduksi di Indone-sia. WINEKA MEDIA.

Fatmawati, D. A. (2015). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian postpartum blues. Eduhealth, 5(2).

Fika, F., Sarkiah, S., Hidayat, A., & Anisa, F. N. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Baby Blues pada Ibu Nifas di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Attractive: Innovative Education Jour-nal, 5(2), 1047–1052.

Fitrah, A. K., & Helina, S. (2017). Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kejadian Postpartum Blues Di Wila-yah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2017. Jurnal Ibu Dan Anak, 5(1), 17–25.

Halima, S., Supriyadi, S., & Deniati, E. N. (2022). Dukungan Sosial Terhadap Kejadian Baby Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Krejengan Kabupaten Probolinggo. Sport Science and Health, 4(3), 219–228. https://doi.org/10.17977/um062v4i32022p219-228

Hapsari, A. (2019). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Modul Kesehatan Reproduksi Remaja. In UPT UNDIP Press Semarang. http://eprints.undip.ac.id/38840/1/KESEHATAN_MENTAL.pdf

Hapsari, A., Wardani, H. E., & Kartikasari, D. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Olahraga selama Kehamilan di Desa Klinterejo. Journal for Quality in Women’s Health, 2(2), 1–4. https://doi.org/10.30994/jqwh.v2i2.31

Kettunen, P., Koistinen, E., & Hintikka, J. (2014). Is postpartum depression a homogenous disorder: time of onset, severity, symptoms and hopelessness in relation to the course of depression. BMC Pregnancy and Childbirth, 14(1), 1–9.

Kurniasari, D., & Astuti, Y. A. (2015). Hubungan antara karakteristik ibu, kondisi bayi dan dukungan sosial suami dengan postpartum blues pada ibu dengan persalinan sc di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro tahun 2014. Holistik Jurnal Kesehatan, 9(3).

Leonard, K. S., Evans, M. B., Kjerulff, K. H., & Downs, D. S. (2020). Postpartum perceived stress explains the association between perceived social support and depressive symptoms. Women’s Health Issues, 30(4), 231–239.

Lestari, D. D., & Vidayati, L. A. (2021). Hubungan Lama Waktu Persalinan Dengan Kejadian Baby Blues.

Marsalena, R., Sinabariba, M., & Sinaga, D. (2022). Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Nifas Ten-tang Post Partum Blues di Klinik Pratama SAM Kecamatan Medan Maimun Tahun 2021. HealthCar-ing: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 18–26.

Muchanga, S. M. J., Yasumitsu-Lovell, K., Eitoku, M., Mbelambela, E. P., Ninomiya, H., Komori, K., Tozin, R., Maeda, N., Fujieda, M., & Suganuma, N. (2017). Preconception gynecological risk factors of postpartum de-pression among Japanese women: The Japan Environment and Children’s Study (JECS). Journal of Affective Disorders, 217, 34–41.

Mulyati, I. (2019). Gambaran Kejadian Gejala Baby Blues Pada Ibu Postpartum Berdasarkan Karakteristik Di Rumah Sakit Dr. Slamet Garut Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 7(2), 143–149.

Nurbaeti, I., Deoisres, W., & Hengudomsub, P. (2018). Postpartum depression in Indonesian mothers: Its changes and predicting factors. Pacific Rim International Journal of Nursing Research, 22(2), 93–105.

Pratiwi, K. (2023). Pemanfaatan Instrumen EPDS untuk Mengetahui Kejadian Baby Blues Syndrome Ber-dasarkan Kondisi Sosial dan Demografi di Indonesia. Jurnal Kesehatan, 12(1), 92–98. https://doi.org/10.46815/jk.v12i1.124

Qonita, Umalilhayati, & Muhida, V. (2021). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Postpartum Blues Di Ruang Wi-jaya Kusuma. Journal Of Applied Health Research And Development, 3(1), 1–16.

Rahayu, P. T. R. I. (2017). Pengalaman Baby Blues Syndrome Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Pusk-esmas Karanganyar. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Raisa, J. F., Kaiser, M. S., & Mahmud, M. (2022). A machine learning approach for early detection of postpar-tum depression in Bangladesh. International Conference on Brain Informatics, 241–252.

Sambas, E. K., Novia, R., & Hersoni, S. (2022). Faktor-Faktor Determinan Baby Blues Pada Ibu Postpartum. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farma-si, 22(1), 147–156.

Shimao, M., Matsumura, K., Tsuchida, A., Kasamatsu, H., Hamazaki, K., & Inadera, H. (2021). Influence of in-fants’ feeding patterns and duration on mothers’ postpartum depression: A nationwide birth co-hort―The Japan Environment and Children’s Study (JECS). Journal of Affective Disorders, 285, 152–159.

Sumantri, R. A., & Budiyani, K. (2015). Dukungan suami dan depresi pasca melahirkan. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 17(1), 29–38.

Susanti, L. W., & Sulistiyanti, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Baby Blues Syndrom Pada Ibu Nifas. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 7(2).

Syahputry, D. S., Hasibuan, D. D. A., Safrina, E. N., Dongoran, D. R., & Manalu, H. L. L. (2023). Hubungan Hara-pan Ibu pada Gender Bayi dengan Terjadinya Baby Blues Syndrome Primipara di Praktek Bidan Mandiri Fahri Yanti Kisaran Kab. Asahan Sumatera Utara. MAHESA: Malahayati Health Student Jour-nal, 3(1), 106–113.

Tarisa, N., Octarianingsih, F., Ladyani, F., & Pramesti, W. (2020). Distribusi Frekuensi Kejadian Postpartum Blues Pada Ibu Pascamelahirkan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 1057–1062. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.430

Wardhani, M. Y., Wardani, H. E., & Hapsari, A. (2019). Hubungan antara kunjungan antenatal care (ANC) dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas pada ibu nifas. Journal Science and Health, 1(3), 193–197. http://journal2.um.ac.id/index.php/jfik/article/view/11353

WHO. (2020). Maternal Mental Health and Substance Use. https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/promotion-prevention/maternal-mental-health

Wijayanti, K., Wijayanti, F. A., & Nuryanti, E. (2013). Gambaran faktor-faktor risiko postpartum blues di wila-yah kerja puskesmas blora. Jurnal Kebidanan, 2(5), 57–64.

Winarni, D., Wijayanti, K., & Ngadiyono, N. (2017). Pengaruh Pemberian Kie (Komunikasi Informasi Edukasi) Persiapan Persalinan Dan Nifas Terhadap Kejadian Postpartum Blues. Jurnal Kebidanan, 6(14), 1–8.

Wulansari, P. S. (2017). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Baby Blues, Proses Persalinan, Dan Paritas Dengan Baby Blues Di Rsia Srikandi Ibi Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyara-kat, 13(1).

Downloads

Published

30-10-2024

Issue

Section

Articles