Pemilihan Materi Pembelajaran PJOK oleh Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Sederajat

Authors

  • Lokananta Teguh Hari Wiguno Universitas Negeri Malang
  • Bayin Nur Cahyo Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v3i72021p486-498

Keywords:

material selection, learning, PJOK, pemilihan materi, pembelajaran

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the selection of physical and health physical education learning materials in class X by PJOK teachers and determine the constraints or obstacles that occur in the learning process. This study uses a quantitative descriptive survey research method with research subjects 6 high school class X PJOK teachers equivalent in Turen District. Data collection used using non-test instruments, namely questionnaires and interviews. Research data from questionnaire items were changed to percentage form. The percentage of basic competence of large ball games is 60 percent, the percentage of small ball games is 31 percent, the athletic percentage is 46 percent, the percentage of martial arts is 12.5 percent, the percentage of physical fitness is 42 percent, the percentage of dexterity exercises get a percentage of 39 percent, the percentage of rhythmic gymnastics 17 percent, the percentage of water activity is 19 percent, the percentage of a healthy lifestyle results in a percentage of 58 percent, the percentage of drug and drug hazards is 68 percent. It was concluded that the PJOK teachers of class X in Turen sub-district as a whole had "chosen" the material to be taught but the learning was adapted to the facilities and infrastructure, and teacher competence.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemilihan materi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di kelas X oleh guru PJOK dan mengetahui kendala atau hambatan yang terjadi dalam proses pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian 6 guru PJOK kelas X tingkat SMA sederajat Se Kecamatan Turen. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan instrumen non tes yaitu angket dan wawancara. Data hasil penelitian dari butir-butir angket diubah menjadi bentuk persentase. Persentase kompetensi dasar permainan bola besar sejumlah 60 persen, persentase permainan bola kecil sejumlah 31 persen, persentase atletik sejumlah 46 persen, persentase beladiri sejumlah 12.5 persen, persentase kebugaran jasmani sejumlah 42 persen, persentase senam ketangkasan mendapatkan hasil persentase sejumlah 39 persen, persentase senam ritmik sejumlah 17 persen, persentase aktivitas air sejumlah 19 persen, persentase pola hidup sehat mendapatkan hasil persentase sejumlah 58 persen, persentase bahaya narkoba dan napza sejumlah 68 persen. Disimpulkan bahwa guru PJOK kelas X Se Kecamatan Turen secara keseluruhan “telah memilih” materi yang akan diajarkan namun pembelajaran menyesuaikan dengan sarana dan prasarana, dan kompetensi guru.

References

Alaswati, S., Setya, R., & Rustiana, E. R. (2016). Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pjok. Journal Of Physical Education And Sports, 5(2), 122–128. Https://Doi.Org/10.15640/Jpesm

Arifin, Z. (2012). Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Depdiknas. (2007). Kriteria Penilaian Pendidikan Tingkat Sd/Smp/Sma. Jakarta: Kemendikbud Ri.

Febrianto, F. A. (2017). Survei Keterlaksanaan Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan (PJOK) Di Smk Negeri Se-Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 5(3). 607–615.

Ike Porwa Negara. (2017). 15925-46896-1-Sm. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 05 (02), 236–239.

Ivanto, A. E., & Tuasikal, A. R. S. (2018). Survei Keterlaksaan Materi Ajar Pencak Silat Sma Negeri 15 Surabaya. Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya, 91–94.

Kemendikbud. (2013). Pp Ri 32 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Kemendikbud. (2016a). Permendikbud 24 Tahun 2016. Jakarta, Vol. 2025, P. 5.

Kemendikbud. (2016b). Silabus Kimia Sma Kurikulum 2013 Revisi 2016 (Pp. 1–31). Pp. 1–31.

Kemendikbud. (2016c). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Vol. 15, P. 58). Vol. 15, P. 58. Https://Doi.Org/10.16258/J.Cnki.1674-5906.2006.01.022

Kemendikbud Ri. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen (Pp. 25–27). Pp. 25–27.

Nazari, H., Jafari, E. M., Nasr, A. R., & Marandi, S. M. (2017). School Physical Education Curriculum Of Iran From Experts’ Perspective: “What It Is And Should Be”. International Journal Of Environmental And Science Education, 12(5), 971–984.

Nunuk Nur Cahyati, E. H. (2018). Survei Sarana Dan Prasarana Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Di Sekolah Dasar Negeri Di Kabupaten Pasuruan. Gelanggang Pendidikan Jasmani Indonesia, 2(2), 99–107.

Pambudi, M. I., Winarno, M., & Dwiyogo, W. D. (2019). Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan. Jurnal Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Malang, 4(1), 110–116.

Poirier, Y. (2012). Secondary Phisical Education Avoidance And Gender: Poblems And Antidotes. International Journal Of Instruction, 5(2).

Rachman, H. A. (2012). Keterlaksanaan Pendidikan Jasmani Dan Olahraga Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1), 38–47. Https://Doi.Org/10.21831/Jpji.V8i1.3482

Razak, S. M. A., Nor, M. F. M., Ezahar, S. A., Yassin, Z. A., & Hashim, J. M. (2018). Physical education teachers readiness towards upgrading the teaching and learning processes. International Journal Of Physical Education, Sports And Health, 5(3), 35–39.

Rihatno, T., Wasan, A., Widyaningsih, H., & Nurani, S. (2019). Strengthening Of Character Education Through Physical Education In The Secondary Schools. 6(5), 222–226.

Rismayanthi, C. (2012). Optimalisasi Pembentukan Karakter Dan Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1), 1–17.

Rokim, M. (2016). Survei Keterlaksanaan Kurikulum 2013 Pada Guru Pjok Di Sma Negeri Se Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 4(1), 17–24.

Rosdiani. (2015). Kurikulum Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.

Sebtika, A. N., Winarno, M. E., & Sugiyanto, S. (2017). Evaluasi Program Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Menggunakan Analisis Swot Kelas X Di Sma Negeri 1 Kesamben. Gelanggang Pendidikan Jasmani Indonesia, 1(2), 219. Https://Doi.Org/10.17977/Um040v1i2p219-228

Sukmadinata, N. S. (2017). Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Syaifurahman & Ujiati. T. (2013). Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta: Pt. Indeks.

Tagare, R. L. (2019). European Journal Of Physical Education And Sport Science Teaching Tertiary Physical Education To Generation Z Learners : The Usefullness Of Existing Teaching Styles. 73–76. Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.3459243

Wardhana, S. A., Asim, A., & Widijoto, H. (2017). Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Matapelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Di Smpn 6 Malang Dengan Menggunakan Analisis Swot. Gelanggang Pendidikan Jasmani Indonesia, 1(1), 87. Https://Doi.Org/10.17977/Um040v1i1p87-102

Downloads

Published

08-07-2021

Issue

Section

Articles