Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang

Authors

  • Syafri Hidayanto Putra Universitas Negeri Malang
  • Agung Kurniawan Universitas Negeri Malang
  • Erianto Fanani Universitas Negeri Malang
  • Marji Marji Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v6i92024p968-978

Keywords:

Pulmonary tuberculosis, physical condition of the house, Kedungkandang area, Tuberkulosis paru, kondisi fisik rumah, wilayah Kedungkandang

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis is the leading cause of death in Indonesia and in the world. One of the risk factors is the physical condition of the house. The purpose of this study was to understand the correlation between the physical condition of the house and the incidence of Pulmonary Tuberculosis. The research method used was an observational analytical design through a cross-sectional approach. The tools used included questionnaires, roll meters, thermohygrometers, and lux meters. The independent variables studied included lighting, ventilation area, residential density, floor type, and humidity. The dependent variable was the incidence of Pulmonary Tuberculosis. The results of the univariate analysis obtained small ventilation area (20 houses), dim lighting (23 houses), inadequate residential density (17 houses), high humidity (20 houses), qualified floor types (27 houses), and the incidence of mild Pulmonary TB (24 patients). While the results of the bivariate analysis were carried out using Spearman rank and Chi square statistical tests, the results obtained were ventilation area (p equals 0.000), lighting (p equals 0.000), residential density (p equals 0.024), humidity (p equals 0.030), and floor type (p equals 0.000) had a significant correlation with the incidence of pulmonary tuberculosis. The conclusion is that there is a significant relationship between lighting, ventilation area, humidity, residential density, and floor type with the incidence of Pulmonary Tuberculosis in the population studied in the Kedungkandang Health Center Working Area, Malang City.

Abstrak: Tuberkulosis paru merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dan di dunia. Salah satu faktor resikonya adalah kondisi fisik rumah. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami korelasi antara kondisi fisik rumah dan kejadian Tuberkulosis Paru. Metode penelitian yang dipakai ialah desain analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Alat-alat yang digunakan meliputi kuesioner, roll meter, thermohygrometer, dan lux meter. Variabel independen yang diteliti meliputi pencahayaan, luas ventilasi, kepadatan hunian, jenis lantai, dan kelembaban. Variabel dependen adalah kejadian Tuberkulosis Paru. Hasil analisis univariat diperoleh luas ventilasi kecil (20 rumah), pencahayaan yang redup (23 rumah), kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat (17 rumah), kelembaban yang tinggi (20 rumah), jenis lantai yang memenuhi syarat (27 rumah), dan kejadian TB Paru kategori ringan (24 pasien). Sedangkan hasil analisis bivariat dilakukan uji statistik Spearman rank dan Chi square, diperoleh hasil luas ventilasi (p sama dengan 0,000), pencahayaan (p sama dengan 0,000), kepadatan hunian (p sama dengan 0,024), kelembaban (p sama dengan 0,030), serta jenis lantai (p sama dengan 0,000) memiliki korelasi yang signifikan terhadap kejadian tuberkulosis paru. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan, luas ventilasi, kelembaban, kepadatan hunian, serta jenis lantai terhadap kejadian Tuberkulosis Paru pada populasi yang diteliti di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang.

References

Anggraeni, S. K., Raharjo, M., & Nurjazuli, N. (2015). Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dan perilaku Kesehatan dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Gondanglegi Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 3(1), 559–568.

Apriliani, N. A., & Rahayu, U. (2020). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tbc Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Simomulyo Kota Surabaya Tahun 2019. Gema Lingkungan Kesehatan, 18(1).

Darmin, D., Akbar, H., & Rusdianto, R. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Inobonto. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 3(3), 223–228.

Dawile, G., Sondakh, R. C., & Maramis, F. R. R. (2013). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Universitas Sam Ratulangi, 1–8.

Deny, A. (2014). Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas i dan II Kecamatan Pontianak Barat. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1).

Endah, A. (2018). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Gantrung Kabupaten Madiun.

Halomoan Manalu, S. M., Syaputri, D., Tanjung, R., & Bambang Soedjadi, T. T. (2022). FAKTOR RISIKO KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN PENDERITA TB PARU.

Kurniasih, T., & Triyantoro, B. (2017). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Buletin Keslingmas, 36(4), 478–485.

Langkai, A. S., Pungus, M., & Bawiling, N. (2020). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai. Epidemia: Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima, 7–13.

Monintja, N. G., Warouw, F., & Pinontoan, O. R. (2020). Keadaan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(3), 93–99.

Rappe, E., & Astri, N. A. O. (2020). HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU (Studi Kepustakaan). Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 20(2), 161–174.

Romadhan, S., Haidah, N., & Hermiyanti, P. (2019). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas babana kabupaten mamuju tengah. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(2).

Rosiana, A. M. (2013). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health, 2(1).

Setiyono, B. (2018). PERLUNYA REVITALISASI KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN DI INDONESIA. Jurnal Ilmu Politik, 9 No 2.

Siregar, M. D. (2021). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (TB PARU) diwilayah kerja puskesmas sibuhuan tahun 2021. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Sulrieni, I. N., Dewi, A., & Masdalena, M. (2023). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dan Perilaku Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Behavioral science Journal, 1(1), 59–69.

World Health Organization. (2022). Global Tuberculosis Report. Diambil dari https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2022

Yeni Rumsari, Y. R., Suyana, S., & Budi Martono, B. M. (2019). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SATU DAN DUA TABUNG ULTRAVIOLET TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN UDARA DI LABORATORIUM BAKTERIOLOGI JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Downloads

Published

29-09-2024

Issue

Section

Articles