Karakteristik Kecukupan Gizi dan Status Perekonomian terhadap Kejadian Balita Stunted: Studi Kasus Kejadian Balita Stunted di Kota Mojokerto Tahun 2022

Authors

  • Bagas Tri Anggoro Universitas Negeri Malang
  • Agung Kurniawan Universitas Negeri Malang
  • Karina Nilasari Universitas Negeri Malang
  • Septa Katmawanti Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v6i72024p749-757

Keywords:

nutritional intake, family income, stunted, asupan nutrisi, pendapatan keluarga

Abstract

Abstract: In Mojokerto City, the majority of stunted toddlers are old 12 to 59 months. The cause of the incidence of stunted in Mojokerto City is a lack of consumption of a variety of foods due to sociodemographic factors such as the mediocre level of parental income and a lack of knowledge about providing varied and nutritious food. The purpose of this study was to determine the effect of nutritional intake and family income status on the incidence of stunting in Mojokerto City. This research is quantitative with a case study approach. The sample in this study consisted of 189 toddlers. The variables of toddler food intake, family income status, and incidence of stunting were obtained from the Health Office, Population Control, and Family Planning, Mojokerto City. The results showed that respondents experienced a protein deficit of 90 percent, a deficit of carbohydrates of 55 percent, a deficit of fat of 94 percent, and a deficit of vitamin C of 82 percent. The case of stunted toddlers in Mojokerto City is caused by nutrient deficits, especially deficits in protein, carbohydrates, fat, and vitamin C. The income status factor is not the main cause of nutritional deficiency; there are still other factors that cause nutritional deficiencies, which result in the incidence of stunted children. toddlers in Mojokerto City. Shifts in consumption patterns due to the COVID 19 pandemic are the cause of the non-fulfillment of toddler nutritional intake, which results in stunted events. Nutrition counseling can be carried out to provide insight to parents of toddlers regarding the fulfillment of toddler nutrition.

Abstrak: Di Kota Mojokerto mayoritas balita yang mengalami stunted berusia 12 hingga 59 bulan. Penyebab dari kejadian stunted di Kota Mojokerto disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang bervariatif dikarenakan faktor sosiodemografi seperti tingkat pendapatan orang tua yang pas pasan serta kurangnya pengetahuan akan pemberian makanan yang bervariatif dan bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan nutrisi dan status pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting di Kota Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 189 balita. Variabel asupan makan balita, status pendapatan keluarga, dan kejadian stunting diperoleh dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami defisit protein sebesar 90 persen, defisit karbohidrat sebesar 55 persen, defisit lemak sebesar 94 persen, dan defisit vitamin C sebesar 82 persen. Kasus balita stunted di Kota Mojokerto disebabkan oleh defisit nutrisi utamanya defisit protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin C. Faktor status pendapatan bukan menjadi penyebab utama dari defisiensi zat gizi, masih terdapat faktor lain yang menjadi penyebab defisiensi zat gizi yang berakibat pada kejadian stunted pada balita di Kota Mojokerto. Pergeseran pola konsumsi akibat pandemi COVID 19 menjadi penyebab dari tidak terpenuhinya asupan nutrisi balita yang berakibat pada kejadian stunted. Penyuluhan gizi dapat dilakukan untuk menambah wawasan orang tua balita terkait pemenuhan gizi balita.

References

Ariani, M. (2020). Determinan penyebab kejadian stunting pada balita: Tinjauan literatur. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 11(1), 172–186. https://doi.org/10.33859/dksm.v11i1.559

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2020). Rencan Aksi Program 2020-2024.

Bening, S., Margawati, A., & Rosidi, A. (2017). Zinc deficiency is a risk factor for stunting among children aged 2-5 years. Universa Medicina, 36(1), 11. https://doi.org/10.18051/univmed.2017.v36.11-18

Castro-Quezada, I., Román-Viñas, B., & Serra-Majem, L. (2014). The Mediterranean diet and nutritional adequacy: A review. Nutrients, 6(1), 231–248. https://doi.org/10.3390/nu6010231

De Onis, M., Borghi, E., Arimond, M., Webb, P., Croft, T., Saha, K., De-Regil, L. M., Thuita, F., Heidkamp, R., Krasevec, J., Hayashi, C., & Flores-Ayala, R. (2019). Prevalence thresholds for wasting, overweight, and stunting in children under 5 years. Public Health Nutrition, 22(1), 175–179. https://doi.org/10.1017/S1368980018002434

de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal and Child Nutrition, 12, 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231

Dewi, E. K., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi dan Seng dengan Kejadian Stunting pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 361. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7137

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2014). TFC (Therapeutic Feeding Centre) / PPG (Pusat Pemulihan Gizi).

Fitriami, E., & Huriah, T. (2019). Determinan kejadian Stunting pada Anak di Indonesia: A Literature Review. Jurnal Smart Keperawatan, 6(2), 113. https://doi.org/10.34310/jskp.v6i2.190

Hartiningrum, C. Y. (2020). Mengubah Persepsi Keliru Tentang Mitos Gizi pada Masa Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting Di Wilayah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jurnal Seminar Nasional, 2(01), 135–151. file:///C:/Users/User/Documents/Downloads/3757-18719-1-PB(1).pdf

Husada, Sandi Pratama, Bagus Angraini, Dian Isti Nisa, & Khairun. (2019). LITERATUR REVIEW Penyebab Langsung (Immediate Cause) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Immediate Cause Affects Stunting in Children. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 299–303. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.167

Husnaniyah, D., Yulyanti, D., & Rudiansyah, R. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 57–64. https://doi.org/10.32528/ijhs.v12i1.4857

Indexmundi. (2019). Prevalence of stunting, height for age (% of children under 5) - Country Ranking. https://www.indexmundi.com/facts/indicators/SH.STA.STNT.ZS/rankings

Kemenkes. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia_Standar Antropometri Anak. Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1–9. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201

Kemenkes. (2022). e-PPGBM. https://sigiziterpadu.kemkes.go.id/ppgbm/index.php/Laporan/daftar_status_gizi_balita.html

Kemenkes RI. (2018). Buletin Stunting. Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163–1178.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 28 TAHUN 2019. Αγαη, 8(5), 55.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Kemenkes RI, 1–14. https://www.litbang.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Hasil Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2021. https://doi.org/10.36805/bi.v2i1.301

Manggabarani, S., Tanuwijaya, R. R., & Said, I. (2021). Kekurangan Energi Kronik, Pengetahuan, Asupan Makanan dengan Stunting: Cross - Sectional Study. Journal of Nursing and Health Science, 1(1), 1–7.

Maru, E. (2021). Hubungan Status Ekonomi dengan Motivasi Penggunaan Ortodonti Cekat pada Pasien Remaja Di Klinik Gigi Swasta Yogyakarta. Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents, 6–15.

Maulidah, W. B., Rohmawati, N., & Sulistiyani. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Ilmu Gizi Indonesia, 2(2), 89. https://doi.org/10.35842/ilgi.v2i2.87

Mojokerto, P. K. (2021). Penyusunan Indeks Gini Kota Mojokerto Tahun 2022.

Notoadmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan.

Nurjanah, L. O. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Klecorejo Kabupaten Madiun tahun 2018 [SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN]. In Trabalho de conclusão de curso. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Nurjanah, S. (2021). PROPOSAL PENYELENGGARAAN MAKANAN PANTI ASUHAN “Tunas Bangsa.” 7, 6.

Nurmalasari, Y., Anggunan, A., & Febriany, T. W. (2020). Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-59 Bulan tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Sur. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(2), 205–211. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i2.2409

Paramita, F., Katmawanti, S., Kurniawan, A., & Komariyah, P. N. (2020). Analisis Sensori Smoothies dengan Penambahan Chia Seeds sebagai Pangan Tinggi Serat. Indonesian Journal of Public Health, 5(2), 90–97.

Prakhasita, R. C. (2018). Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Surabaya. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Nomor 9, hal. 1689–1699).

Rachman, T. (2018). Pembuatan Metode Penelitian. 1–8.

Rahayu, A., Yulidasari, F., & Putri, A. O. (2019). Ekologi Pangan dan Gizi.

Ria, F. (2020). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Kisaran Kota Tahun 2019. Jurnal Maternitas Kebidanan, 5(2), 55–63. https://doi.org/10.34012/jumkep.v5i2.1151

Sakti, S. A. (2020). Pengaruh Stunting pada Tumbuh Kembang Anak Periode Golden Age. Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(1), 169–175. http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FKIP

Statistik, B. P. (n.d.). Jumlah Ketersedian Pangan Kota Mojokerto Tahun 2018-2021.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2017). Penilaian Status Gizi (2 ed.). EGC.

Suryani, N. K. (2021). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penatalaksanaan ISPA pada Balita di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem Tahun 2021. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 10–27.

Susanti, Y., Devi, M., & Katmawanti, S. (2018). Efektivitas Pelatihan Pembuatan Pmt Modisco Terhadap Pengetahuan Ibu Di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 3(1), 14. https://doi.org/10.17977/um044v3i1p14-22

Tanjung, N. U., & Nazara, E. N. (2023). Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi dengan Malnutrisi pada Balita di Puskesmas Lotu Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Macronutrients Intake and Infectious Disease Associated with Malnutrition. 15, 23–28.

Taufiqurrahman, Hadi, H., Julia, M., & Herman, S. (2019). Defisiensi Vitamin A dan Zinc sebagai Faktor Risiko terjadinya Stunting pada Balita di NTB. In Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan: Vol. XIX (Nomor 2, hal. 84–94).

Verawati, M., Hanum, L., & Purwanti, L. E. (2021). Analisis Pengaruh Faktor Nutrisi dengan Kejadian Stunting pada Balita Umur 12-36 Bulan. 12(1). https://doi.org/10.33859/dksm.v12i1.716

World Health Organization. (2014). Nutrition Landscape Information System (NLiS). https://apps.who.int/nutrition/landscape/help.aspx?menu=0&helpid=391&lang=EN

World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

World Health Organization. (2017). Diarrhoeal disease.

World Health Organization. (2018a). Influenza (Seasonal). https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)

World Health Organization. (2018b). Typhoid. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid

World Health Organization. (2021). Pneumonia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia#:~:text=Pneumonia is a form of, painful and limits oxygen intake.

Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar Adilla. Jurnal Majority, 8(2), 273–282.

Yuliani Soeracmad, Y. S. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2019. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 138. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v5i2.519

Downloads

Published

31-07-2024

Issue

Section

Articles