Faktor yang Berhubungan dengan Indeks Populasi Lalat pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah di Pasar Kota Malang dan Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v3i62021p429-439Keywords:
fly population index, garbage temporary shelter, market trash, indeks populasi lalat, tempat penampungan sementara, sampah pasarAbstract
Abstract: The temporary shelter of garbage in the market is an ideal location for the life of flies. The temperature and humidity of the air in the temporary shelters support the increasing fly population in the market. The increasing population of flies is feared to contaminate food and drinks sold in the market. This is because flies are mechanical vectors for various pathogenic microorganisms that can endanger human health. This study uses a survey method with a cross-sectional approach. Temperature and humidity were measured using an android-based application, while the fly population was measured using a flygrill. The data were analyzed using the Pearson Correlation test to see the correlation between the average temperature and average humidity with the fly population index. The results of this study indicate that there is no correlation between the average temperature and the fly population index. There is a correlation between the average humidity in the afternoon and the Flies Population Index in the morning. The correlation between the two is a strong negative.
Abstrak: Tempat penampungan sementara sampah pasar merupakan lokasi yang ideal bagi kehidupan lalat. Suhu dan kelembaban udara yang ada di tempat penampungan sementara mendukung meningkatnya populasi lalat di pasar. Meningkatnya populasi lalat dikhawatirkan akan mengkontaminasi makanan dan minuman yang dijual di pasar. Hal tersebut dikarenakan lalat merupakan vektor mekanik bagi berbagai mikroorganisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross Sectional. Suhu dan kelembaban diukur dengan menggunakan aplikasi berbasis android, sedangkan populasi lalat diukur dengan menggunakan fly grill. Data dianalisis dengan uji Pearson Correlation untuk melihat korelasi antara suhu rata-rata dan kelembaban rata-rata dengan indeks populasi lalat. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat korelasi suhu rata-rata dengan indeks populasi lalat. Terdapat korelasi antara kelembaban rata-rata pada waktu sore hari dengan Indeks Populasi Lalat pada waktu pagi hari. Hubungan korelasi di antara keduanya bersifat negatif kuat.
References
Afrilia, E. N., & Wispriyono, B. (2017). Hubungan Kondisi Rumah dan Kepadatan Lalat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 11(2), 99–104. https://doi.org/10.12928/kesmas.v11i2.5810
Andiarsa, D. (2018). Lalat: Vektor yang Terabaikan Program? Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 14(2), 201–214. https://doi.org/10.22435/blb.v14i2.67
Ardi, A. G. N., Triyantoro, B., & Widiyanto, T. (2021). Hubungan Sanitasi Kandang dengan Kepadatan Lalat di Kecamatan Sokaraja. Buletin KeslingMas, 40(1), 22–26. Retrieved from http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/keslingmas/article/view/5210
Ayu, P. M., Sali, I. W., & Aryana, I. K. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Pedagang dalam Mengelola Sampah dengan Kepadatan Lalat di Pasar Desa Adat Sembung Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 108–115. Retrieved from https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JKL/article/view/1267
Hilal, N., Gunawan, A. T., & Firdaust, M. (2013). Efektifitas Light Trap dalam Menurunkan Populasi Lalat Rumah (Musca Domestica). Link, 9(1), 458–465. Retrieved from http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link/article/download/165/123
Ihsan, I. M., Hidayati, R., & Hadi, U. K. (2016). Pengaruh Suhu Udara terhadap Fekunditas dan Perkembangan Pradewasa Lalat Rumah (Musca Domestica). Jurnal Teknologi Lingkungan, 17(2), 100–107. https://doi.org/https://doi.org/10.29122/jtl.v17i2.1044
Iqbal, W., Malik, M. F., Sarwar, M. K., Azam, I., Iram, N., & Rashda, A. (2014). Role of Housefly (Musca domestica, Diptera; Muscidae) as A Disease Vector; A Review. Journal of Entomology and Zoology Studies, 2(2), 159–163. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/275100264
Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit serta Pengendaliannya. , Pub. L. No. Nomor 50 Tahun 2017, 1 (2017).
Khamesipour, F., Lankarani, K. B., Honarvar, B., & Kwenti, T. E. (2018). A Systematic Review of Human Pathogens Carried by the Housefly (Musca domestica L.). BMC Public Health, 18(1049), 1–15. https://doi.org/10.1186/s12889-018-5934-3
Masyhuda, M., Hertiningsih, R., & Rahadian, R. (2017). Survei Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatibarang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(4), 560–569. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18714
Pituari, P., Dirhan, D., & Murtiningsih, M. (2021). Analisis Tingkat Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Sampah Air Sebakul Kota Bengkulu. Jurnal Sains Kesehatan, 27(3), 9–17. Retrieved from http://jurnal.stikestrimandirisakti.ac.id/index.php/jsk/article/view/127/pdf
Poluakan, M., Rumajar, P. D., & Pakasi, F. G. (2016). Tingkat Kepadatan Lalat di Pasar Motoling Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 6(1), 28–35. Retrieved from https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/index.php/jkl/article/view/608/547
Putri, Y. P. (2018). Identifikasi Bakteri pada Tubuh Lalat Rumah (Musca domestica Linn.) di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) dan Pasar. Jurnal Biota, 4(1), 29–35. https://doi.org/10.19109/biota.v4i1.1626
Rahim, F. K., Rohmatunisa, R., & Amalia, I. S. (2020). Model Prediksi Kepadatan Lalat di Pasar Kabupaten Kuningan Jawa Barat Indonesia. Journal of Public Health Innovation, 10(1), 72–82. Retrieved from https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/208
Rahmadana, S., & Taha, L. (2020). Studi Sanitasi Lingkungan dengan Kepadatan Lalat pada Pelelangan Ikan Beba di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 20(1), 17. Retrieved from http://www.journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/Sulolipu/article/view/1458/1112
Ramadhani, C., Hestiningsih, R., & Kusariana, N. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepadatan Lalat di Desa Purwodadi Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(3), 29–38.
Safitri, V., Hastutiek, P., & Arimbi, A. (2017). Indentifikasi Bakteri pada Eksoskeleton Lalat di Beberapa Pasar di Surabaya. Journal of Parasite Science, 1(1), 1. https://doi.org/10.20473/jops.v1i1.16232
Sanchez-Arroyo, H., & Capinera, J. L. (2013). House fly, Musca domestica Linnaeus (Insecta: Diptera: Muscidae). IFA Extension, University of Florida, 28, 124–230. Retrieved from https://edis.ifas.ufl.edu/pdf/IN/IN20500.pdf
Yunus, H., & Juherah, J. (2020). Gambaran Penangan Sampah dengan Tingkat Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional di Kota Makassar. Jurnal Sulolipu, 20(1), 66–75. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v20i1.1478
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


