Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas X Jurusan Agama Madrasah Aliyah Berbasis Pesantren dan Madrasah Aliyah Reguler
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v3i62021p359-368Keywords:
physical fitness, senior high boarding school based religion, school regular, kebugaran jasmani, madrasah berbasis pesantren, madrasah regulerAbstract
Abstract: Physical education aims to improve fitness in students. Physical fitness of students in terms of 2 schools based on boarding schools with regular schools, certainly have differences. This study aims to determine the difference in physical fitness level of class X students majoring in Senior High Boarding School based religion in MAN 1 Malang City with regular is Senior High School in MAN Batu City. This research is comparative with quantitative descriptive research using survey methods. Based on descriptive analysis data obtained by the classification of test scores on MAN 1 Malang, namely less. Whereas the classification of test scores in MAN Batu City is moderate. In the data analysis is a prerequisite test that has been done that the data distribution is normal and comes from the same variant. The results of the analysis of different test data showed a significant difference that the physical fitness level of class X students majoring in Senior High Boarding School based religion was lower than that of Senior High School regular.
Abstrak: Pendidikan jasmani bertujuan meningkatkan kebugaran pada siswa. Kebugaran jasmani siswa ditinjau dari 2 sekolah dengan berbasis pesantren dengan sekolah reguler, tentu memiliki perbedaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X jurusan agama Madrasah Aliyah dengan berbasis pesantren di MAN 1 Kota Malang dengan Madrasah Aliyah reguler di MAN 1 Kota Batu. Manfaat diketahuinya perbedaan ini yaitu sebagai acuan guru atau siswa dalam memperhatikan kondisi kebugaran jasmaninya untuk diperhatikan dengan baik. Penelitian ini yaitu komparatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei. Berdasarkan data analisis deskriptif diperoleh klasifikasi nilai kebugaran jasmani pada MAN 1 Kota Malang yaitu kurang. Sedangkan klasifikasi nilai kebugaran jasmani pada MAN Kota Batu yaitu sedang. Pada analisis data yaitu uji prasyarat yang telah dilakukan bahwa data berdistribusi normal dan berasal dari varian yang sama. Hasil analisis data uji beda menunjukan perbedaan yang signifikan yaitu tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X jurusan agama Madrasah Aliyah berbasis pesantren lebih rendah dibandingkan dengan Madrasah Aliyah reguler. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan aktivitas fisik, olahraga, latihan, faktor istirahat, dapat mempengaruhi kondisi kebugaran jasmani siswa di sekolah dengan sistem yang berbeda.
References
Alamsyah, D. A. N., Hestiningsih, R. & Saraswati, L. D. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kebugaran Jasmani Pada Remaja Siswa Kelas XI SMK Negeri 11 Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat(eJournal), 5(3).
Ancok, D, dkk. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Kesehatan Jasmani Dan Mental. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Bebeley, S. J. L. Y. (2017). Weekly Leisure Time Exercise For College Student Level Of Motivation In Physical Avtivity: A Concern For Physical And Public Health Education. International Journal of Scientific Research (9), 651–654.
Dahlan, A. I. H & Yuwono, S. R. (2013). Pedoman Pembinaan Kebugaran Jasmani Peserta Didik Melalui Upaya Kesehatan Sekolah. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Dan Olahraga dan Ditjen Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak Kementrian Kesehatan.
Dzahabiyyah, R. M. & Nurhayati, F. (2019). Hubungan Antara Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Pada Siswa Kelas X Smk Negeri 3 Probolinggo, Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 7(2), 189–193.
Gray, C. (2015). What is the relationship between outdoor time and physical activity, sedentary behaviour, and physical fitness in children? A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), 6455–6474
Gu, X., Chang, M. & Solmon, M. A. (2016). Physical activity, physical fitness, and health-related quality of life in school-aged children. Journal of Teaching in Physical Education, 35(2), 117–126.
Hariyanto, P. (2014). Hubungan Intensitas Olahraga dan Pola Tidur dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Tingkat Satu Poltekkes Surakarta. Thesis tidak diterbitkan. Dari https: //digilib.uns. ac.id.
Haugen, T., Ommundsen, Y. & Seiler, S. (2013). The relationship between physical activity and physical self-esteem in adolescents: The role of physical fitness indices. Pediatric Exercise Science. 25(1), 138–153.
Herdiana. A & Prakoso, G. P. W. (2016). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Yang Mengacu Pada Pembiasaan Sikap Fair Play Dan Kepercayaan Pada Peserta Didik, Jurnal Olahraga Prestasi, 12(1), 77–85.
Indroasyoko, Narwikant & Muhammad, N. N. P. (2019). The Influence of Active Lifestyle, Physical Fitness, and Psychological Aspect to the Work Productivity at Polytechnic. JSSF (Journal of Sport Science and Fitness),8(2), 91–95.
Irianto, D. P. (2006). Pedoman Praktis Berolahraga untuk Kesegaran & Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset
Listyanto, A. (2015). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani (Studi Pada Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Pacet Mojokerto), Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 3(1), 208–210.
Michaelides. M. A. (2016). Assessment O Physical Fitness Aspect And Their Relationship To Firefighter’ Job Abilities. Journal of Strength and Conditioning Research 2011 National Strength and Conditioning Association, 25(4), 956–965.
Narpati, J. R., & Ekawati, I. W. (2019). Hubungan Beban Kerja Fisik, Frekuensi Olahraga, Lama Tidur, Waktu Istirahat Dan Waktu Kerja dengan Kelelahan Kerja. (Studi kasus pada pekerja Laundry Bagian Produksi Di CV.X Tembalang, Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(1), 337–344.
Ohuruogu, B. (2016).The Contributions of Physical Activity and Fitness to Optimal Health and Wellness, Journal of Education and Practice, 7(20), 123–128.
Prasetyo, M. A., & Winarno, M. E. (2019). Hubungan Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pada Siswa SMP. Sport Science and Health, 1(3), 198–207.
Prativi, G. O, Soegiyanto, & Sutardji. (2013). Pengaruh Aktivitas Olahraga Terhadap Kebugaran Jasmani, JSSF (Journal of Sport Science and Fitness), 2(3), 32–36.
Prayoga, G. E. & Susanto, I. H. (2020) Analisis Faktor Kebugaran Jasmani Atlet Floorball Unesa’, Jurnal Kesehatan Olahraga, 8(1), 1–8.
Putra, A. K. (2019). Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Kebugaran Jasmani Kardiorespirasi Siswa Kelas VIII Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mlati Kabupaten Sleman. Skripsi tidak diterbitkan.
Setia, Y. D., & Winarno, M. E. (2021). Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Tim Bola Basket. Sport Science and Health, 3(3), 107-116.
Sulistiono, A. A. (2014). Kebugaran Jasmani Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(2), 223.
Toit, D., Pienaar, A. E. & Truter, L. (2016). Relationship between physical fitness and academic performance in South African children. South African Journal for Research in Sport, Physical Education and Recreation, 33(3), 23–35.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


