Studi Perbandingan Kemampuan Gerak Lokomotor dan Manipulatif di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi pada Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Ridho Pamungkas Universitas Negeri Malang
  • Usman Wahyudi Universitas Negeri Malang
  • Prayogi Dwina Angga Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v4i52022p407-415

Keywords:

locomotor motion, manipulative, lowlands, highlands, gerak lokomotor, manipulatif, dataran rendah, dataran tinggi

Abstract

Abstract: Locomotor and manipulative motion are basic movements that are important to master at age 9-10 year because they can affect movement and play activities. The purpose of this study was to determine and compare the basic movements of children age 9-10 years in the low and hidhlands. This research is a compararative research with quantitative descriptive research type with survey method. The results of the research that have been analyzed using the normality test in the lowlands obtained a significant value of 0.064 greater than 0.05, so the results is normally distributed. The result of the normality test in highlands have a significant value of 0.061 greater than 0.05, which means that the data is normally distributed. The homogenity test results got a significant value of 0.890 greater than 0.05, so the results was homogeneous. Then proceed with the difference test obtained a significant value of 0.004 less than 0.05 means that there is a significant difference. Based on the result of the analysis, it can be concluded that there are differences in locomotor and manipulative motion in the lowlands which are lower than in the highlands.

Abstrak: Gerak lokomotor dan manipulatif merupakan gerak dasar yang penting untuk dikuasai pada umur 9-10 tahun karena dapat mempengaruhi aktifitas gerak dan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan gerak dasar anak usia 9-10 tahun di daerah dataran rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari data yang sudah di analisis menggunakan uji normalitas pada dataran rendah diperoleh nilai signifikan sebesar 0,064 lebih dari 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas di dataran tinggi memiliki nilai signifikan 0,061 lebih dari 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas mendapat nilai signifikan 0,890 lebih dari 0,05 maka data homogen. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda diperoleh nilai signifikan 0,004 kurang dari 0,05 berarti terdapat perbedaan signifikan. Berdasarkan dari analisis bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan gerak lokomotor dan manipulatif di dataran 0-200 mdpl lebih rendah dibandingkan dengan dataran 700 mdpl keatas.

References

Abdul Alim. (2009). Pembelajaran Permainan Mini Tenis Bagi Siswa Sekolah Dasar. JPJI, 6(2), 82. https://doi.org/doi.org/10.21831/jpji.v6i2.434

Afandi. (2019). Buku Ajar Motorik. Ponorogo: IKAPI.

Agustini, T. & S. (2016). Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Lokomotor Menggunakan Metode Bermain dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas III C SDN Krian 3 Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Jasmani, 26(2), 229–237.

Bakhtiar, S. (2015). Merancang Pembelajaran Gerak Dasar Anak (UNP Press, Ed.). Padang: UNP Press Padang.

Bandi, U. (2011). Pembentukan Karakter Anak melalui Aktifitas Bermain dalam Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1), 1–9.

Barnett, A. & J. (2018). Physical Activity and Fundamental Motor Skill Performance of 5–10 Year Old Children in Three Different Playgrounds. 2.

Basman, A. J. (2019). Assessment criteria of fundamental movement skills for various age groups: A systematic review. Journal of Physical Education and Sport, 19(1), 722–732. https://doi.org/10.7752/jpes.2019.01104

Bebeley, S. J. L. Y. (2017). Weekly Leisure Time Exercise For College Student Level Of Motivation In Physical Avtivity: A Concern For Physical And Public Health Education. International Journal of Scientific Research, 6(9), 651–654.

Departement Of Education. (2006). Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta: universitas terbuka.

Departement Of Education. (2013). Fundamental Movements Skills Learning, Teaching And Assaessment Preparing Children For An Active And Healthy Lifestyle. 1, 15.

Febrilismanto. (2017). Gambaran Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Propinsi Riau. JURNAL PESONA DASAR, 5(2), 1–15.

Gusril. (2006). Model Pengembangan Motorik Siswa Sekolah Dasar. 18.

Kezban, T. (2018). Comparison of Gross Motor Development of 3-7 Years Old Children in Different Geographical Region. 20(2), 175–183.

Kiram Y. (2016). Belajar Keterampilan Motorik (Edisi Revisi). Padang: Universitas Negeri Padang.

Mardiansyah. (2018). Studi Komparatif tentang Keterampilan Jauh Lompatan Anak Usia 10 Tahun di Dataran Rendah, Dataran Sedang, dan Dataran Tinggi di Kabupaten Ponorogo.

Muhammad, A. (2019). Studi Cross Sectional Antropometri Anak Usian7-12 Tahun Dataran Rendah. Gelanggang Pendidikan Jasmani Indonesia, 3(2), 91–96.

Muzaaki, A. (2013). Kemampuan Gerak Dasar Nonlokomotor Berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) Pada Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Se-kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Universitas Negeri Malang.

Oktaria, K. (2017). Pengaruh Permainan Tradisional terhadap Peningkatan Kemampuan Gerak Dasar Siswa Sekolah Dasar Kelas Bawah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 4, 124–142.

Padli, A. dkk. (2019). Kemampuan Motorik Peserta Disik Kelas IV-V SDN 1 Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara dan SDN 52 Parupuk Tabing Kota Padang Ditinjau dari Sisi Geografis. 2(2655–2515), 29.

Rahyubi. (2012). Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Majalengka: Referens.

Rosyidi. (2015). Perbandingan Kemampuan Gerak Dasar Siswa Berdasarkan dengan Kondisi Geografis (Studi pada Siswa Kelas V SDN 1 Sukosari, SDN 1 Pule dan SDN 1 Nglebeng). 03, 540–548.

Ruhimat, M. (2006). Ilmu Pengetahuan Sosial. Grafindo media pratama.

Sani, F. C. (2015). Perbandingan Kemampuan Motorik Siswa Sekolah Dasar di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah di Kabupaten Magetan. 2.

Sidharta, Y. (2017). Survei Kemampuan Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Siswa Kelas III SD Negeri 1 PatokPicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Universitas Negeri Malang.

Sudarsini. (2016). Modul Gerak Dasar dan Gerak Irama (1st ed.). malang: Gunung Samudra.

Sudijono. (2014). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PTRaja Grafindo Persada.

Sufitriyono dan yahya. (2020). Struktur Tubuh Anak Usia 11-14 Tahun Berdasarkan Wilayah Tempat Tinggal (Dataran Tinggi, Perkotaan Pesisir Pantai). 05(2579–7662), 41.

Sukamti, E. R. (2018). Perkembangan Motorik. In Perkembangan Motorik (Vol. 7).

Trihastowo. (2013). Perbedaan Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan V di dataran Tinggi di SD Negeri 2 Purbasari dan Dataran Rendah di SD Negeri Prigi di Kabupaten Purbalingga Tahun 2012/2013. Universitas Negeri Yogyakarta.

Ulrich. (2000). Test of Gross Motor Development. 2, 1.

Downloads

Published

30-05-2022

Issue

Section

Articles