Perbandingan Tingkat Kemampuan Kelincahan dan Daya Ledak antara Atlet Bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dengan PB. Istana Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v4i52022p395-401Keywords:
agility, explosiveness, athlete, badminton, kelincahan, daya ledak, atlet, bulutangkisAbstract
Abstract: Good physical condition can be tested by using the agility and explosive power component test. The purpose of this study was to determine the differences in agility and explosive power of badminton athletes PB. Brawijaya Jr Malang City and PB. Malang District. The method in this research is comparative casual. The study included 54 male and female athletes PB Brawijaya Jr Malang City and PB Istana Pagelaran Malang District. Based on the results of research on badminton athletes PB Brawijaya Jr Malang City and PB Istana Pagelaran Malang District, there is no difference in the level of agility and explosive power in badminton athletes.
Abstrak: Kondisi fisik yang baik dapat diuji dengan menggunakan tes komponen kelincahan dan daya ledak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kelincahan dan daya ledak atlet bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dan PB. Istana Pagelaran Malang. Metode dalam penelitian ini adalah kasual komparatif. Subjek penelitian ini meliputi 54 atlet putra dan putri PB Brawijaya Jr Kota Malang dan PB Istana Pagelaran Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian pada atlet bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dan PB Istana Pagelaran Kabupaten Malang ini tidak ada perbedaan tingkat kemampuan kelincahan dan daya ledak pada atlet bulutangkis.
References
Amiq, F. 2016. Sepak Bola (Sejarah Perkembangan,Teknik Dasar, Persiapan Kondisi Fisik, Peraturan Permainan, dan Strategi Bermain). Malang: UM Press
Darmawan, D. 2019. Survei Kondisi Fisik Pada Komponen VO2MAX Kelincahan, Daya Ledak Otot Lengan, dan Daya Ledak Otot Tungkai Atlet Bulutangkis PB. Surya Bhirawa Kabupaten Kediri. Malang: Pps UM
Firmansyah, U. (2013). Ketrampilan Bermain Bulutangkis ditinjau dari unsur Fisik dominan dalam Bulutangkis pada Permainan Tunggal anak Putra Persatuan Bulutangkis Purnama Surakarta. Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Hermawan, I., & Tarsono, T. (2017). Hubungan Bentuk Telapak Kaki, Panjang Tungkai Dengan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Atlet Kids Athletics Putri 11-14 Tahun Rawamangun. Journal Physical Education, Health and Recreation, 1(2), 25. https://doi.org/10.24114/pjkr.v1i2.7564
Junanda, H. A., Rusdiana, A., & Rahayu, N. I. (2016). Kecepatandan Akurasi Shuttlecock pada Jump Smash dengan Loncatan Vertikal dan Parabol Depan dalam Bulutangkis. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 1(1), 17. https://doi.org/10.17509/jtikor.v1i1.1548
Karyono, T. (2016). Pengaruh Metode Latihan dan Power Otot Tungkai TerhadapKelincahan Bulutangkis. Journal of Chemical Information and Modeling, 12(1), 49–61.
Perdana, R. P. (2017). Faktor Fisik dominan penentu Prestasi Bermain Bulutangkis. Journal of Chemical Information and Modeling, 110(9), 1689–1699.
Rusyda, D. M. (2016). Perbedaan Pengaruh Latihan Lempar BolaBasket terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan. Gelanggang Pendidikan Jasmani, 26(2), 318–331.
Syahriadi. (2020). Latihan Pliometrik dan Latihan Berbeban terhadap JumpingSmash Atlet Bulutangkis. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 3(2), 133–142.
Yugantoro, Z. S. (2016). Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri dataran tinggi dan dataran pesisir. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 4(3), 657–664.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


