Implementasi Ice Breaking dengan Metode Permainan terhadap Keaktifan Peserta Didik Fase A dalam Pembelajaran Matematika
DOI:
https://doi.org/10.17977/um084v3i12025p40-46Keywords:
ice breaking, keaktifan, pembelajaran matematika, metode permainan, peserta didikAbstract
Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik merupakan salah satu kunci utama keberhasilan guru dalam mengajar, meskipun dalam pelaksanaannya seringkali dihadapi dengan kendala, terutama dalam menjaga konsentrasi peserta didik agar tetap fokus memperhatikan materi, terutama dalam mata pelajaran matematika yang sering kali bersifat abstrak. Salah satu strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik adalah dengan menggunakan ice breaking dan metode permainan. Metode ini tidak hanya memecah kebekuan awal dalam kelas, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar. Penggunaan benda-benda konkret dalam metode permainan, seperti gelas dan mangkok plastik yang bertuliskan angka, membantu peserta didik untuk memahami konsep matematika secara lebih konkret dan nyata. Artikel ini bertujuan untuk menggali implementasi ice breaking dan metode permainan terhadap keaktifan peserta didik fase A dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian meliputi guru kelas dan peserta didik kelas 2 fase A. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan ice breaking dengan metode permainan efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam materi bilangan. Implementasi ini telah terbukti menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan suasana kelas yang interaktif dan dinamis. Pembelajaran yang mengimplementasikan ice breaking dan permainan tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, tetapi juga menjadikan proses pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik, memungkinkan mereka untuk aktif berpartisipasi dan memahami konsep-konsep matematika dengan lebih baik.
References
Anggraini, P. D., & Wulandari, S. S. (2021). Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (Jpap), 9(2), 292–299.
Arifin, A. (2020). Pengaruh Ice breaking Terhadap Keaktifan Peserta Didik. Jakarta: Penerbit Edu.
Arifin, A. (2021). Pembelajaran Interaktif untuk Siswa Sekolah Dasar. Jakarta: EduPress.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2020). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (6th ed.). Pearson.
Buldani, D., Suhenda, & Ningsih, N. (2023). Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran Matematika Materi FPB dan KPK dengan Metode Ice breaking. Jurnal Pendidikan Indonesia, 1028-1037.
Fauzan, G. A., & Aripin, U. (2019). Penerapan Ice breaking dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa VIII B SMP Bina Harapan Bangsa. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 2(1), 17–24.
Febriandari, E. I. (2018). Pengaruh kreativitas guru dalam menerapkan ice breaking dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 3(4), 485-494.
Fitriani, E. (2022). Meningkatkan Minat Belajar dengan Ice breaking. Malang: Insan Cendekia.
Hidayat, M. (2023). Metode interaktif dan variatif dalam pembelajaran matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 20(1), 30-42.
Lena, M. S., Nisa, S., Utari, T., & Anas, H. (2023). Efektivitas Implementasi Ice breaking untuk Meningkatkan Minat dan Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar. PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 240-248.
Magnatis, U. (2019). Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 7 Sungailiat mata pelajaran matematika tentang operasi hitung campuran melalui metode demonstrasi. Cendekiawan, 1(1), 20–28. https://doi.org/10.35438/cendekiawan.v1i1.155
Marzatifa, L., Inayatillah, & Agustina, M. (2021). Ice breaking: Implementasi, Manfaat dan Kendalanya untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa. Al-Azkiya: Jurnal Ilmiah Pendidikan MI/SD, 162-171.
Nugroho, D. (2021). Partisipasi Aktif dalam Pembelajaran. Surabaya: Pustaka Rakyat.
Rahmawati, L. (2023). Efektivitas metode kreasi tepuk dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(2), 45-59.
Rahmawati, L., & Santoso, D. (2023). Enhancing understanding through concrete object arrangement games. Journal of Educational Psychology, 35(2), 78-91.
Rukajat, H. (2018). Descriptive research methods. Journal of Research Methodology, 12(1), 45-57.
Rukajat. (2018). Pendekatan Penelitian Kuantitatif: Quantitative Research Approach. Yogyakarta: Deepublish.
Santoso, B. (2019). Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini. Bandung: Pustaka Ilmu.
Santoso, B., & Fitriani, E. (2023). Enhancing cognitive understanding through concrete object arrangement games. Journal of Educational Psychology, 30(2), 45-58.
Santoso, D. (2022). Pengaruh aktivitas tepuk terhadap dinamika belajar di kelas. Jurnal Inovasi Pendidikan, 18(3), 112-125.
Suryadi, B. (2018). Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Pustaka Ilmu.
Suryadi, D. (2020). Pendidikan dan Pengembangan Kognitif Anak. Yogyakarta: Laksana.
Wahyudi, C. (2019). Konsentrasi Peserta Didik Melalui Pendekatan Interaktif. Yogyakarta: Laksana.
Wahyudi, F. (2018). Aktivitas Fisik dalam Proses Belajar Mengajar. Surabaya: Pustaka Rakyat.
Wijayanti, N. W. (2021). Implementasi Permainan dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Cendekiawan, 59-64.
Yuliandri, M. (2017). Pembelajaran Inovatif Di Sekolah Berdasarkan Paradigma Teori Belajar Humanistik. Journal of Moral and Civic Education, 1(2), 101–115.















