Perbedaan Kepuasan Pernikahan antara Suami dan Istri Ditinjau dari Pengungkapan Diri dan Cinta

Authors

  • Chusnul Rif’atin Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Nur Eva Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Pravissi Shanti Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17977/um070v1i42021p295-301

Keywords:

kepuasan pernikahan, pengungkapan diri, cinta, pasangan suami dan istri

Abstract

The purposes of this result are to explain 1) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure, 2) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from love, and 3) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure and love. This research has 100 subjects amounted of 50 husband and wife equally who lived in Malang. The result shows 1) there is no marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure, 2) marital satisfaction distinction is not found between husband and wife observed from love, and 3) marital satisfaction of husband and wife are equivale although observed from self-disclosure and love.

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan 1) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri, 2) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari cinta dan 3) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta. Subyek penelitian berjumlah 100 orang terdiri dari 50 suami dan 50 istri di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri, 2) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari cinta dan 3) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta.

References

Alwisol, A. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press Bird,

Bird, G. W., & Melville, K. (1994). Families and intimate relationships. McGraw-Hill Humanities, Social Sciences & World Languages.

Bungin, B. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif (Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya.

Christensen, H. T. (1950). Marriage analysis: Foundations for successful family life. Ronald Press Company.

Clayton, R. R., & Bokemeier, J. L. (1980). Premarital sex in the seventies. Journal of Marriage and the Family, 759-775. Diakses pada 20 Juni 2016, dari Google Book (http://google.book.com).

Compton, W. C., & Hoffman, E. (2019). Positive psychology: The science of happiness and flourishing. Sage Publications.

Desmita, D. (2009). Psikologi perkembangan peserta didik. Remaja Rosdakarya.

Devito, J. (2011). Komunikasi Antar Manusia. Tanggerang: Karisma Publishing Group.

Halonen, J. S dan Santrock, J. W. (1999). Human Adjustment (2nd Ed). New York: Brown and Benchmark Publisher.

Marasabessy, R. (2008). Perbedaan cinta berdasarkan teori segitiga cinta sternberg antara wanita dengan pria masa dewasa awal. Skripsi Universitas Gunadarma Jakarta. Diakses 28 Januari 2016, dari Universitas Gunadarma (www.gunadarma.ac.id/artikel_10503160).

Miller, R. S. (2015). Intimate Relationship (7th Edition). North America: McGraw Hill International Edition.

Panjaitan, D. (2015). Inilah Penyebab Perceraian Tertinggi di Indonesia. Diakses 2 Desember 2015, dari Kompas (www.m.kompasiana.com/).

Papalia, P. dkk. (2009). Human Development. Jakarta: Salemba Humanika.

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2016). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72-85.

Rahmawati, A. (2016). Harmoni dalam keluarga perempuan karir: upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam keluarga. PALASTREN Jurnal Studi Gender, 8(1), 1-34.

Rini, Q. K. dan Retnaningsih, R. (2008). Hubungan antara Keterbukaan Diri dengan Kebahagiaan Pernikahan pada Pria Dewasa Awal. Jurnal Psikologi 1(2).

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sarwono, S. W. (1996). Psikologi Sosial Jilid I – Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Saxton, L. (1968). The Individual, Marriage, and The Family. California: Wedsworth Publishing Company, Inc.

Sugiyono, S. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Stinnett, N. dkk. (1984). Relationship in Marriage and The Family. United State of America: Macmillan Publishing

Takariawan, C. (2015). Di Indonesia, 40 Perceraian Setiap Jam. Diakses 26 April 2016, dari Kompas (m.kompasiana.com/).

Taylor, T. dkk. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Wardhani, N. A. K. (2012). Self-Disclosure dan Kepuasan Perkawinan pada Istri di Usia Awal Pernikahan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya 1(1)

Downloads

Published

2021-09-05

How to Cite

Rif’atin, C. ., Eva, N. ., & Shanti, P. (2021). Perbedaan Kepuasan Pernikahan antara Suami dan Istri Ditinjau dari Pengungkapan Diri dan Cinta. Flourishing Journal, 1(4), 295–301. https://doi.org/10.17977/um070v1i42021p295-301

Issue

Section

Articles