Persepsi keadilan kompensasi sebagai prediktor komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v1i42021p259-263Keywords:
peception of fairness compensation, organizational commitment, persepsi keadilan kompensasi, komiten organisasiAbstract
This study aims to determine perceptions of fair compensation as a predictor of organizational commitment to employees of PT Gasulindo Lumajang. This research uses a quantitative approach with descriptive and predictive design and uses purposive sampling technique, with 30 subjects used for the research sample. The scale used in this study is a scale of perceived fairness compensation with reliability of 0.926 and a scale of organizational commitment with reliability of 0.930. The results showed that members have a low level of perceptions of fairness compensation at 66 percent and have a low level of organizational commitment at 53 percent. Perception of compensation fairness is a predictor of organizational commitment with a regression number of R = 0.506, a significance of 0.004 (p less than 0.05), which means that Ho is rejected and the determination of compensation justice for the emergence of organizational commitment is 25.6 percent.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi keadilan kompensasi sebagai prediktor komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan prediktif dan menggunakan teknik purposive sampling, dengan 30 subjek yang digunakan untuk sampel penelitian. Skala yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala persepsi keadilan kompensasi dengan reliabilitas 0,926 dan skala komitmen organisasi dengan reliabilitas 0,930. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota memiliki tingkat persepsi keadilan kompensasi yang rendah yaitu sebesar 66 persen dan memiliki tingkat komitmen organisasi yang rendah yaitu sebesar 53 persen. Persepsi keadilan kompensasi merupakan prediktor komitmen organisasi dengan angka regresi sebesar R= 0,506, signifikansi 0,004 (p kurang dari 0,05) yang berarti Ho ditolak dan determinasi keadilan kompensasi terhadap kemunculan komitmen organisasi sebesar 25,6 persen.
References
Hasibuan, M. S. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, M. S. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kee, L. B., bin Ahmad, R., & Abdullah, S. M. (2016). Relationship between financial compensation and organizational commitment among Malaysian bank workers. Asian Business Research, 1(1), 75.
Marliani, R. (2015). Psikologi industri dan organisasi. Bandung: Pustaka Setia.
Oktarini, K. R. D., & Indrawati, K. R. (2014). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Kompensasi dengan Komitmen Organisasi di Hospitality Industry. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), 291-300.
Rahayu, W. (2012). Persepsi Keadilan Kompensasi Terhadap Komitmen Organisasional melalui Kepuasan Kerja. Manajemen Bisnis, 2(1).
Silaban, N., & Syah, T. Y. R. (2018). The Influence of Compensation and Organizational Commitment Of Employees Turnover Intention. Jurnal Bisnis Dan Manajemen 20(1.3).
Soekidjan, S. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: BumiAksara.
Suhartini, S. (2005). Keadilan dalam Pemberian Kompensasi. Jurnal Siasat Bisnis., 103-114.
Suhendi, H. & Anggara, S. (2010). Perilaku Organisasi. Bandung: C.V. Pustaka Setia.
Sutrisno, E. (2013). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Prenada Media Group.
Walgito, B. (2002). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


