Permainan Integratif RimbaRia sebagai Stimulasi Multisensori untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v6i12026p182-194Keywords:
elementary school children, emotion regulation, multisensory playAbstract
The elementary school period is a crucial phase in the development of children's emotional regulation, which directly influences learning readiness, social interaction, and long-term mental health. This study aims to test the effectiveness of the RimbaRia multisensory game in improving elementary school students' emotional regulation skills. The study used a quantitative approach with a one-group pretest–posttest pre-experimental design. The subjects consisted of 35 first-grade students at MI Sunan Giri, Malang Regency. The emotional regulation measurement instrumen used the Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) adapted into Indonesian. The treatment, a series of RimbaRia games, was given in structured learning activities. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average emotional regulation score from the pre-test (M = 39.0) to the post-test (M = 46.6). The statistical test showed a statistically significant difference (p < 0.05), indicating that the RimbaRia game is effective in improving elementary school children's emotional regulation skills. These findings confirm that a multisensory play-based approach can be a fun, structured, and relevant alternative social-emotional intervention in elementary education contexts.
Abstrak
Periode sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk pengembangan kemampuan regulasi emosi. Kemampuan ini penting untuk menunjang kesiapan belajar, kesiapan membangun interaksi sosial, dan kesehatan psikologis jangka Panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan multisensory RimbaRia dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas I di MI Sunan Giri, Kabupaten Malang. Instrumen pengukuran regulasi emosi menggunakan Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Perlakuan berupa rangkaian permainan RimbaRia diberikan dalam kegiatan pembelajaran terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor regulasi emosi dari pre-test (M = 39,0) ke post-test (M = 46,6). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa permainan RimbaRia efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak usia sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis permainan multisensori dapat menjadi alternatif intervensi sosial-emosional yang menyenangkan, terstruktur, dan relevan dalam konteks pendidikan dasar.
References
Agustini, D. (2025). Manajemen tantrum seumur hidup : Integrasi psikologi modern dan pendidikan islam dalam regulasi emosi anak hingga dewasa. Lisyabab: Jurnal; Studi Islam Dan Sosial, 6(1), 125–143.
Andria, & Mariana. (2020). Silence in play therapy: A case study on emotional growth in children with anxiety. Researchgate.Net.
Annisa, A. (2023). Pelatihan regulasi emosi: Mengembangkan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi pada anak Aulia. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 4(3), 198–202. https://doi.org/10.47065/tin.v4i3.4214
Astuti, N., Wardani, L. M. I., Sholihah, A. S., Ramadhani, Z. M., & Prasetya, P. (2025). Intervensi gamifikasi feeding frenzy: Efeknya pada cognitive emotion regulation. Penerbit NEM. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=yC1KEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR1&dq=Strategi+cognitive+reappraisal+tercermin+dalam+situasi+permainan+yang+mendorong+anak+untuk+menafsirkan+ulang+pengalaman+yang+awalnya+menimbulkan+ketegangan+atau+ketidaknyamanan+emosional+pada+permainan&ots=Qocvw362Xq&sig=RGwBg_4i_v19n9rhZ9QhMx_8I1Q&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Aulia, K. R. (2025). Pelatihan psikoedukasi regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi siswa sekolah dasar. JAMS: Jurnal Abdi Masyarakat Sehat, 2(1), 24–28. https://jurnal.harbundbima.ac.id/jams/article/view/71
Bening, T. P., & Ichsan, I. (2022). Analisis penerapan pengetahuan orang tua dalam stimulasi sspek perkembangan anak usia dini. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(3), 853. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.829
Bleidorn, W. (1987). Toward a theory of life-span development. Advances in Psychology, 40(3), 219–230. https://doi.org/10.1016/S0166-4115(08)60075-8
Bredikyte, M. (2025). Anatomy of adult-child collaborative play: A case of narrative playworld. Springer, 44(7), 121–138.
Feist, J., & Feist, G. Y. (2010). Teori kepribadian. Salemba Humanika.
Gross, J. J. (2007). Handbook of emotion regulation. The Guilford Press.
Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT BPK Gunung Mulia.
Handayani, D., Harefa, L. D., Arifah, M., Br Sitorus, N. D. P., & Tansliova, L. (2025). Pengaruh desain pembejalaran berbasis alam terhadap kesejahteraan emosional anak berkebutuhan khusus dengan gangguan kecemasan. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 5(2), 297–304.
Hariyani, I. T. (2024). Keefektifan filial play dalam meningkatkan kemampuan orang tua meregulasi emosi anak usia dini. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 1(3), 40–56.
Imania, H. (2025). Dampak game roblox terhadap kemampuan regulasi emosi anak usia dini 5-6 tahun. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jamaludin, U., Ningrum, R. C., Fasya, N. K., Lestari, N. P., Wulandari, D., Aeni, N., Sulistiawati, P., Faisal, P., Wijaya, P. W., Ramadhan, M., Evasufi, L., Fajari, W., Sultan, U., & Tirtayasa, A. (2024). Membangun kesadaran pentingnya sensory play untuk keterampilan dan kemampuan kognitif anak melalui penyuluhan di Posyandu Rajawali Kota Serang. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 5(2), 1213–1222.
Jolivina, J., & Monika. (2025). Penerapan sensory circuit dan pengaruhnya terhadap regulasi emosi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah X. DidikasiMU: Journal of Community Service, 7(4), 414–425. https://doi.org/https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v7i4.10830
Khairunnisa, L. (2024). Keterlambatan perkembangan motorik anak usia 5 tahun dan implikasinya pada tumbuh kembang. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 11(1), 1–9.
Mashar, R. (2015). Emosi anak usia dini dan strategi pengembanggannya. Kencana.
Piaget, J. (1976). Piaget ’ s theory. In Piaget and His shool: A reader in developmental psychology (pp. 11–12). Springer.
Puruhitasari, I., Hasanah, A. U., & Bahrudin, A. G. (2025). Optimalisasi permainan kooperatif untuk regulasi emosi dan empati anak usia 4-6 tahun: Kajian literatur. Al-Irsyad: Journal of Education Science, 4(2), 776–787.
Qoriapsari, A., Abdullah, K., & Swandari, A. (2025). Pengaruh stimulasi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku siswa taman kanak-kanak. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 11(2), 272–278. https://doi.org/https://doi.org/10.33023/jikep.v11i2.2593
Ritonga, R. ., Nofianti, R., Arifin, D., & Patuzahra, S. (2024). Play therapy untuk pengendalian emosi anak usia dini. Serasi Media Teknologi.
Santoso, A. M., & Assya’bani, R. (2025). Pelatihan regulasi emosi pengajar dalam proses pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah Yogyakarta. Al-Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 22–36. https://doi.org/10.35931/ak.v5i1.4395
Santrock, J. W. (2012). Life span development. Erlangga.
Setiana, & Eliasa, E. I. (2024). Karakteristik perkembangan fisik, kognitif, emosi sosial, dan moral pada anak usia sekolah dasar (7-12 tahun). Journal of Human And Education, 4(6), 127–138.
Shanny, M. B., Noer, A. H., & Pebriani, L. V. (2024). Psychometric properties of the emotion regulation questionnaire for children and adolescents (ERQ-CA) Indonesian version. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(6), 3089–3104. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i6.2360
Srifianti. (2020). Hubungan antara parenting stress dengan strategi regulasi emosi orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar (middle childhood) di JABODETABEK. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 18(2), 93–99.
Wada, F. H., Pertiwi, A., Hasiolah, M. I. S., Lestari, S., Sudipa, I. G. I., Patalatu, J. S., Boari, Y., Ferdinan, Puspitaningrum, J., Ifadah, E., & Rahman, A. (2024). Buku ajar metodologi penelitian. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Widhiastuti, H., I Winta, M. V., & Pratiwi, M. S. (2025). Pentingnya stimulasi sejak usia dini, optimalkan tumbuh kembang anak. Tematik, 5(2), 107–117. https://doi.org/10.26623/tematik.v5i2.12651
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nida Mukhlishotul 'Izzah, Luthfiatuz Zuhro, Nurul Lail Rosyidatul Mu'ammaroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


