Gambaran Self -Esteem Remaja Kasus Pembunuhan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v6i12026p1-16Keywords:
adolescents, murder cases, self-esteemAbstract
Adolescents who are searching for their identity will experience a situation of identity versus identity confusion, which in some adolescents creates a self-image through bad behavior that leads to criminal acts. The number of murder cases committed by adolescents in murder East Java province throughout the year continues to increase. This study aims to determine the psychological condition of self-esteem among juvenile offenders before and after committing murder. This study uses a qualitative approach with a phenomenological study method at the LPKA Kelas 1 Blitar. Data were collected through in-depth interviews with three informants (E, K, W). Data analysis was performed using thematic analysis, and data validation was performed using time triangulation. The findings indicate that there are variations in the dynamics of self-esteem among the three informants. These variations are reflected in the different behavioral patterns displayed by each informant. In addition, external factors, such as parenting styles and unhealthy peer environments, were identified as contributing backgrounds to the homicide committed by the three informants. The meanings attributed by the three informants after committing murder were that E and W admitted to regretting their actions, while K admitted to feeling relieved after committing the act.
Abstrak
Remaja dalam kondisi mencari jati diri akan mengalami situasi identitas vs kebingungan identitas yang pada beberapa remaja menciptakan citra diri melalui tindakan buruk yang mengarah pada perbuatan kriminal. Angka kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja di Provinsi Jawa Timur sepanjang tahunnya terus meningkat. Penelitian ini ditujukan untuk mencari tahu kondisi self-esteem yang dimiliki Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) sebelum dan setelah melakukan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi di LPKA Kelas 1 Blitar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga orang partisipan (E, K, W). Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik, validasi data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat variasi dinamika self-esteem pada ketiga informan. Variasi tersebut tercermin dalam pola perilaku yang berbeda pada masing-masing informan. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa pola asuh serta lingkungan pertemanan yang kurang sehat yang menjadi latar belakang ketiga informan melakukan pembunuhan. Adapun pemaknaan yang ditujukan kepada ketiga informan setelah melakukan pembunuhan, yakni E dan W mengaku menyesal atas tindakannya, dan K mengaku lega setelah melakukan perbuatannya.
References
Abdel-Khalek, A. M. (2016). Introduction to the Psychology of Self-Esteem. In Self-Esteem: Perspectives, Influences, and Improvement Strategies (pp. 17–40).
Aditya, P., Mubarok, A. R., & Situmorang, M. R. (2025). Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Perkembangan Emosional Anak. Al-Muqaranah: Jurnal Perbandingan Hukum Dan Mazhab, 3(2), 99–110.
Akin, A. (2009). Self-compassion and Submissive Behavior. Education and Science, 34(152).
Amrullah, A. Y. (2021). Dinamika Psikologis Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) Pelaku Pembunuhan. Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Ashari, Nengsih Sri Wahyuni, M. E. K. (2023). Motif Kasus Pembunuhan Berencana Tinjauan Dinamika Psikologis. Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 9.
Coopersmith, S. (1981). The Antecedents of Self-Esteem. Consulting Psychologists Press.
Dwipayana, I. K. B., Widyantara, I. M. M., & Suryani, L. P. (2022). Kebijakan Hukum Pidana terhadap Anak sebagai Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(1), 207–211.
Erikson, E. H. (1980). Identity and the Life Cycle. W W Norton & Co.
Fung, A. L. C. (2022). Psychosocial Correlates of Reactive and Proactive Aggression among Protesters during the Social Movement in Hong Kong. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(8).
Hadini, H., Sari, T. H., & Sari, N. Y. (2025). Hubungan Self-Esteem dengan Kenakalan Remaja. Indonesian Research Journal on Education, 5(1).
Handayani, R., Purbasari, I., & Setiawan, D. (2020). Tipe-tipe Pola Asuh dalam Pendidikan Keluarga. Refleksi Edukatika, 11(1).
Hartosujono. (2020). Kecemasan, Submisif & Depresi Ditinjau dari Pola Kepribadian Spranger pada Mahasiswa. Jurnal Spirits, 10(2), 5–23.
Hidayatullah, R. M., & Indana, F. N. (2020). Perilaku Asertif dan Tipe Kepribadian Remaja yang Mengalami Kecenderungan Neurotik. Psychomedia: Jurnal Psikologi, 1(2), 54–64.
Inayah, M. N., Yusuf, A., & Umam, K. (2021). Krisis Identitas dalam Perkembangan Psikososial Pelaku Klitih di Yogyakarta. Jurnal PKS, 20(3), 245–256.
Isnawan, F. (2020). Tindak Pidana Pembunuhan yang Dilakukan oleh Remaja terhadap Balita dalam Perspektif Teori Kontrol Sosial. Jurnal Mahkamah, 5(1).
Kristianti, W., Anwar, A., & Utami, N. I. (2022). Kenakalan Remaja Ditinjau dari Gaya Pengasuhan Orang Tua. Psikosains, 17(1).
Macarau, V. V. V. (2022). Peran Orangtua dalam Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 3(2), 153–167. https://doi.org/10.47530/edulead.v3i2.113
Maghfirah, W. Y., Mulyani, & Fadhila, M. (2021). Guilty Feeling Narapidana Kategori Residivis Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banjarmasin. Jurnal Al Husna, 2(3), 259–280. https://doi.org/10.18592/jah.v2vi3i.4502
Mahesha, A., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. I. (2024). Mengungkap Kenakalan Remaja: Penyebab, Dampak, dan Solusi. PRIMER, 2(1), 16–26.
Masykur, A. M., & Subandi. (2018). Perjalanan Menuju Puncak Agresi: Studi Fenomenologi-Forensik pada Remaja Pelaku Pembunuhan. Jurnal Psikologi, 17(1), 31–43.
Mert, A. (2022). Parent Attitudes and Submissive Behaviors in Adolescents as Social Anxiety Predictors. Educational Research and Reviews, 17(2), 46–52. https://doi.org/10.5897/ERR2021.4196
Mier, C., & Ladny, R. T. (2018). Does self-esteem negatively impact crime and delinquency? A meta-analytic review of 25 years of evidence. Deviant Behavior, 39(8), 1006–1022. https://doi.org/10.1080/01639625.2017.1395667
Nadiah, S., Nadhirah, N. A., & Fahriza, I. (2021). Hubungan Faktor Perkembangan Psikososial dengan Identitas Vokasional pada Remaja Akhir. Jurnal Quanta, 5(1), 21–29. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497
Negara, A. A. G. P., Yuliartini, N. P. R., & Mangku, D. G. S. (2022). Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan oleh Anak di Kota Denpasar. Jurnal Komunikasi Yustisia, 5(1), 49–60.
Nikel, L. (2020). Submissiveness, Assertiveness and Aggressiveness in School-age Children: The Role of Self-Efficacy and the Big Five. Children and Youth Services Review, 110(January). https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.104746
Oiladang, N. A. F., & Kristianingsih, S. A. (2022). Stres pada Narapidana Perempuan Pelaku Pembunuhan Berencana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Semarang. Jurnal Psikologi Konseling, 20(1), 1301–1314.
Oktaviany, N. (2022). Efektivitas Pelaksanaan Pasal 5 Ayat (2) Huruf C Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 Terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum (Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar) (Issue 2).
World Health Organization. (2020). Preventing Youth Violence: an Overview of the Evidence.
Rahayu, N. A., & Hamid, A. Y. S. (2021). Relationship of Verbal Aggresiveness with Self-Esteem and Depression in Verbally Aggressive Adolescents at Public Middle School. Enfermería Clínica, 31, S281–S285. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2020.09.016
Ratnasari, M. H., Kusumastuti, W., & Karsiyati. (2022). Resiliensi Pada Narapidana Anak Pelaku Pembunuhan. Journal of Psychosociopreneur, 1(1), 1–9.
Refnadi, R., Marjohan, M., & Yarmis, Y. (2021). Self-acceptance of High School Students in Indonesia. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 6(1), 15–23.
Santrock, J. W. (2012). Perkembangan Masa-Hidup Edisi Ketigabelas Jilid I (N. I. Sallama (ed.)). Penerbit Erlangga.
Setiarini, M., & Stevanus, K. (2021). Dinamika Psikologis Remaja di Panti Asuhan: Studi Fenomenologi. Jurnal Teologi Kharismatika, 4(1), 10–20.
Simarmata, J., & Yuningsih, H. (2019). Tinjauan Kriminologi terhadap Aksi Vandalisme yang Dilakukan Remaja pada Ruang Publik di Kota Palembang. Lex LATA.
Sobh, Z. M. (2020). Identity Among Adolescent Arab-Americans in Dearborn. In Michigan: An Eriksonian Perspective.
Suryandari, S., & Desiningrum, N. (2024). Hubungan Harga diri (Self-esteem) dengan Kenakalan Remaja Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). EDUKASIA, 5(1), 1083–1088.
Utaminingtyas, R. R. B. (2019). Pengembangan Aspek Non Verbal Perilaku Asertif dengan Assertive Training. Admisi Dan Bisnis, 20(2), 117–126.
Utomo, P., Prayogi, F., & Pahlevi, R. (2022). Bimbingan dan Konseling Keluarga: Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya terhadap Penanaman Nilai-Nilai Karakter pada Anak. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 5(1), 35–50.
Vega, A., Cabello, R., Megias-Robles, A., Gomez-Leal, R., & Fernandes-Berrocal, P. (2021). Emotional Intelligence and Aggressive Behaviors in Adolescents : A Systematic Review and Meta-Analysis. Trauma, Violence, & Abuse, 20(10). https://doi.org/10.1177/1524838021991296
Wita, G., & Mursal, I. F. (2022). Fenomenologi dalam Kajian Sosial Sebuah Studi tentang Konstruksi Makna. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 06(2), 325–338. https://online-journal.unja.ac.id/titian/article/view/21211
Yasmin, S., Hadisiwi, P., & Karlinah, S. (2022). Pengalaman Komunikasi Kesehatan pada Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Komunikatif: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 25–37. https://doi.org/10.33508/jk.v11i1.3747
Yulya, T. W., Irawan, S. A., Hati, K. A. P., Loviana, Efendi, N. P., Ilmi, M. F., Anugrah, A., Arina, N. B., & Wijaya, T. A. (2023). Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Self-esteem pada Masa Transisi Anak ke Remaja. Educate: Journal Of Education and Learning, 1(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aurellya Yuliana Putri, Nabila Helmalia, Lutfia Cempaka, Ainin Hana Dzakiya, Putri Rahayu, Rezka Arina Rahma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


