Peran Kematangan Emosi dan Hardiness Terhadap Penyesuaian Diri Santri SMP Tahun Pertama di Islamic Boarding School

Authors

  • Shintya Aprillia Universitas Negeri Malang
  • Yaumul Rahmi Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um070v5i102025p556-566

Keywords:

boarding school, emotional maturity, hardiness, self adjustment, student

Abstract

Adaptation among students in Islamic boarding schools is often marked by complex adjustment challenges, underscoring the importance of internal factors in supporting successful adaptation. This study examines the extent to which emotional maturity and hardiness contribute to the adjustment of first-year junior high school students living in an Islamic boarding school. A quantitative approach was employed, using multiple linear regression as the data analysis technique. A total of 127 students participated as respondents, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using three psychological instruments: an adjustment scale, an emotional maturity scale, and a hardiness scale. The analysis revealed that emotional maturity and hardiness jointly exert a significant influence on adjustment, with F(2,124) = 41.196 and p < .001. The Adjusted R² value of .390 indicates that the two variables contribute 39% to students’ adjustment. Emotional maturity (β = .440, p < .001) contributed more than hardiness (β = .302, p < .001), with effective contributions of 25% and 14%, respectively. These findings underscore the importance of implementing programs aimed at strengthening students’ emotional maturity and hardiness to support optimal adjustment. Students are encouraged to develop emotional maturity and build resilience to adapt effectively to life in the boarding school environment.

Abstrak
Penyesuaian diri santri di lingkungan Islamic boarding school kerap diwarnai tantangan adaptasi yang kompleks, sehingga diperlukan faktor internal yang mampu menunjang keberhasilannya. Penelitian ini menganalisis seberapa besar kematangan emosi dan hardiness memberikan kontribusi terhadap penyesuaian diri santri SMP tahun pertama. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda sebagai teknik pengolahan data. Sebanyak 127 santri menjadi responden penelitian, yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen psikologis, yaitu skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala hardiness. Hasil analisis menunjukkan bahwa kematangan emosi dan hardiness secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap penyesuaian diri, dengan nilai F(2,124) = 41,196 dan p < 0,001. Nilai Adjusted R² sebesar .390 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 39% terhadap penyesuaian diri. Secara parsial, kematangan emosi (β = .440, p < .001) memberikan kontribusi lebih besar dibanding hardiness (β = .302, p < .001), dengan masing-masing kontribusi efektif sebesar 25% dan 14%. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan penguatan program untuk meningkatkan kematangan emosi dan hardiness bagi santri sebagai upaya tercapainya penyesuaian diri yang baik dan santri didorong untuk mengembangkan kematangan emosi dan membangun ketahanan diri agar dapat beradaptasi dengan baik selama menjalani kehidupan di boarding school.

References

Asmani, J. M. (2012). Buku panduan internalisasi pendidikan karakter di sekolah. Jogjakarta: DIVA Press.

Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Caroline, A. D. C. (2015). Hubungan antara kematangan emosi dan penerimaan sosial terhadap siswa difabel pada siswa di SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta (Skripsi). Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Daharnis, D., & Ardi, Z. (2016). The compatibility student choice of university majoring: A preliminary studies. Guidena: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 6(1), 101–109. https://doi.org/10.24127/gdn.v6i1.440

Davidoff, L. (1991). Psikologi suatu pengantar (Jilid 2; Marijuniati, Trans.). Jakarta: Erlangga.

Enjjelina, L., & Rosada, U. D. (2025). Problematika penyesuaian diri santri putra dan putri di pondok pesantren modern Kota Yogyakarta. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPP) (Vol. 4, pp. 77–91).

Familla, A. M. (2024). Pengaruh kompetensi emosi terhadap penyesuaian diri remaja di pondok pesantren (Skripsi). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Fitri, N. F., & Adelya, B. (2017). Kematangan emosi remaja dalam pengentasan masalah. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 2(2), 30–39. https://doi.org/10.29210/02225jpgi0005

Fitri, R., & Rinaldi, R. (2019). Hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja. Jurnal Riset Psikologi, 2.

Fitroh, S. F. (2011). Hubungan antara kematangan emosi dan hardiness dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal di rumah ibu mertua. Jurnal Psikologi Islami, 8(1), 86–87.

Ghofiniyah, E., & Setiowati, E. A. (2017). Hubungan antara kematangan emosi dan keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Daar Al Furqon Kudus. Proyeksi, 12(1), 1–16.

Haber, A., & Runyon, R. P. (1984). Psychology of adjustment. Illinois: The Dorsey Press.

Hurlock, E. B. (2004). Developmental psychology. Jakarta: Erlangga.

Kusdiyati, S., Halimah, L., & Faisaluddin. (2011). Penyesuaian diri di lingkungan sekolah pada siswa kelas XI SMA Pasundan 2 Bandung. Humanitas, 8, 171–194.

Kobasa, S. C. (1979). Stressful life events, personality, and health: An inquiry into hardiness. Journal of Personality and Social Psychology, 37(1), 1–11. https://doi.org/10.1037/0022-3514.37.1.1

Kobasa, S. C., Maddi, S. R., & Kahn, S. (1982). Hardiness and health: A prospective study. Journal of Personality and Social Psychology, 42(1), 168–177. https://doi.org/10.1037/0022-3514.42.1.168

Laia, B., & Daeli, B. (2022). Hubungan kematangan emosional dengan penyesuaian diri siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Faomasi Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. Counseling for All: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(2), 12–24.

Maddi, S. R., & Kobasa, S. C. (1984). The hardy executive: Health under stress. Dow Jones-Irwin.

Maddi, S. R. (2013). Hardiness: Turning stressful circumstances into resilient growth. Springer.

Martin, A. J., Papworth, B., Ginns, P., & Liem, G. A. D. (2014). Boarding school, academic motivation and engagement, and psychological well-being: A large-scale investigation. American Educational Research Journal, 51(5), 1007–1049. https://doi.org/10.3102/0002831214532164

Muaddibi, F. (2024). Hubungan antara kematangan emosi dan kepercayaan diri dengan penyesuaian diri santri kelas VII Putra Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta (Tesis). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Muarifah, A., & Barida, M. (2018). Model of coping strategy, social interaction, and self-adjustment. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2). https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v7i2.12935

Mustakim, I. (2019). Gambaran penyesuaian diri pada santri baru Pondok Pesantren Uswatun Hasannah (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.

Nasution, H., Daharnis, D., & Syahniar, S. (2019). The contribution of kematangan emosi and social support to the students’ self-adjustment in an Islamic boarding school. Journal of Educational and Learning Studies, 2(2), 126–134.

Nurjan, S. (2018). Penyesuaian diri sebagai pendidikan karakter di Islamic boarding school. Seminar Nasional Pendidikan. http://seminar.umpo.ac.id/index.php/SEMNASPPKN/article/view/188

Pfeiffer, J. P., Pinquart, M., & Krick, K. (2016). Social relationships, prosocial behaviour, and perceived social support in students from boarding schools. Canadian Journal of School Psychology, 31(4), 279–289. https://doi.org/10.1177/0829573516630303

Pritaningrum, M. (2013). Penyesuaian diri remaja yang tinggal di Pondok Pesantren Modern Nurul Izzah Gresik pada tahun pertama. Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(3), 134–143.

Randi, P. O. (2021). Penyesuaian diri siswa sekolah berasrama: Studi deskriptif komparatif terhadap siswa SMAN 1 Sumatera Barat. Indonesian Counseling and Psychology, 1(2), 73–85. https://doi.org/10.24114/icp.v1i2.25761

Santrock, J. W. (2012). Life span development (Edisi ke-13, Jilid 2; B. Widyasinta, Trans.). Jakarta: Erlangga.

Schneiders. (1964). Personal adjustment and mental health. New York: Holt, Rinehart & Winston.

Setiawan, A. A., Handayani, R., Hapsari, A. W., & Khairunisa, D. F. (2024). Reliability and construct validity of the self-adjustment scale. Proceeding Series Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, 1(1).

Shafira, F. (2015). Hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau. Jurnal Psikologi, 1(8), 5.

Singh, Y., & Bhargava, M. (1991). Emotional Maturity Scale (EMS). Applied and Community Psychology, 2.

Yuniar, M., Abidin, Z., & Astuti, T. P. (2005). Penyesuaian diri santri putri terhadap kehidupan pesantren: Studi kualitatif pada Madrasah Takhasusiah Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Surakarta. Jurnal Psikologi Indonesia, 2(1), 141–150.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Aprillia, S., & Rahmi, Y. (2025). Peran Kematangan Emosi dan Hardiness Terhadap Penyesuaian Diri Santri SMP Tahun Pertama di Islamic Boarding School. Flourishing Journal, 5(10), 556–566. https://doi.org/10.17977/um070v5i102025p556-566

Issue

Section

Articles