Kompetisi dibalut Konflik: Studi Moderasi Kontrol Diri terhadap Prasangka Sosial dan Agresi Perguruan Silat di Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v5i82025p401-409Keywords:
aggression, prejudice, self-controlAbstract
Self-defense is an effort to protect oneself from attacks, whether from other people or creatures. One such martial art from Indonesia is Pencak Silat. This skill should be used for positive purposes, such as helping others and protecting those who are vulnerable. However, some individuals still misuse it, as seen in clashes between different schools of pencak silat in Banyuwangi. These conflicts resulted in one fatality, several injuries, and damage to residents' homes and a place of worship. This study aims to test the effect of social prejudice on aggressive behavior among members of the pencak silat school, with self-control as a moderating variable. Research with a quantitative approach, with data collection carried out through purposive sampling, namely members of the pencak silat school, domiciled in Banyuwangi and aged 18-45 years, as many as 100 respondents. Data analysis used through MRA mediation regression analysis. The results of the research data found a significant value from the self-control variable on the influence of social prejudice on aggressive behavior, 0.016. So it can be concluded that self-control plays a significant role as a moderator in the influence of social prejudice on aggressive behavior, and the hypothesis is accepted.
Abstrak
Bela diri adalah usaha untuk melindungi diri dari serangan, baik dari manusia maupun makhluk lainnya. Keterampilan bela diri seharusnya digunakan untuk hal-hal positif, seperti membantu orang lain dan melindungi yang lemah. Namun masih terjadi bentrokan antara perguruan yang berbeda di Banyuwangi yang mengakibatkan satu korban meninggal dan beberapa lainnya terluka, serta kerusakan pada rumah warga dan tempat ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi di kalangan anggota perguruan pencak silat, dengan kontrol diri sebagai variabel moderasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui purposive sampling yaitu anggota perguruan silat, domisili Banyuwangi dan berusia 18-45 tahun sebanyak 100 responden. Analisa data yang digunakan melalui MRA mediasi regresi analisis. Hasil penelitian data yang ditemukan diperoleh nilai signifikan dari variabel self-control pada pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi 0.016. Maka dapat disimpulkan bahwa self-control berperan signifikan sebagai moderator pada pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi dan hipotesi diterima.
References
Adji, T. pangesti, Shufa, N. K. F., & Binathara, M. B. (2023). Analisis Kualitas Tarif Terhadap Ketertarikan dan Loyalitas Atlet Pencak Silat di Perguruan Silat Garuda Nusantara Kudus. Aisyah Journal Of Physical Education (AJoPE), 2(2), 67–74. https://doi.org/10.30604/ajope.v2i2.1441
Adnan, F., Widyanarti, T., & Wibisono, W. (2024). Prasangka sebagai Hambatan Komunikasi Antarbudaya. Interaction Communication Studies Journal, 1(3), 6-6. https://doi.org/10.47134/interaction.v1i3.3336
Aflahul Abidin. (2023). 14 Pesilat di Banyuwangi Ditangkap Atas Kasus Kekerasan, Ada Yang Menenggak Miras Sebelum Beraksi Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul 14 Pesilat di Banyuwangi Ditangkap Atas Kasus Kekerasan, Ada Yang Menenggak Miras Sebelum Beraksi, https. Surya.Co.Id.
Anggraini, S., Palupi, A., Hadi, K., & Arsyad, A. T. (2022). Analisis Dampak Program Pertukaran Pelajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terhadap Mahasiswa Internal. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 3(2), 62. https://doi.org/10.36722/jaiss.v3i2.1025
Dozo, N. (2015). Gender differences in prejudice: A biological and social psychological analysis. (Thesis at The University of Queensland).
Duri, R., Zain, A., Jarnawi, J., & Muttaqin, R. (2024). Perbedaan Self Control Mahasiswa Dalam Belajar Ditinjau Dari Perlakuan Orang Tua Dan Jenis Kelamin. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 8(1), 36-42. https://doi.org/10.19109/s575b707
Fanani. 2019. Bentrok Warga dengan Perguruan Silat Penyebab Massa Rusak Rumah di Banyuwangi. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4655332/bentrok-warga-dengan-perguruan-silat-penyebab-massa-rusak-rumah-di-banyuwangi. Diakses pada tanggal 20 Juni 2025
Fanani. 2022. Bentrok 2 Perguruan Silat di Banyuwangi Rusak Rumah Warga dan Musala. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-5977199/bentrok-2-perguruan-silat-di-banyuwangi-rusak-rumah-warga-dan-musala. Diakses pada tanggal 20 Juni 2025
Ishani, S. A., & Nasution, F. Z. (2023). Faktor Penyebab Munculnya Hubungan Prasangka dan Frustrasi dengan Perilaku Agresif Remaja. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 3(1), 70–86. https://doi.org/10.55606/jrik.v3i1.1231
Juditha, C. (2015). Stereotip dan Prasangka dalam Konfl ik Etnis Tionghoa dan Bugis Makassar. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 87–104. https://doi.org/10.24002/jik.v12i1.445
Lailin, M. I. A. H. (2015). Prasangka Sosial dan Permusuhan Antar Kelompok Perguruan Beladiri Pencak Silat di Wilayah Madiun.
Laksana, D. J. L. L., & Syafiq, M. (2021). Perilaku Agresi Pada Anggota Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1), 154-160. https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i1.38839
Muhid, A., & Fadeli, M. I. (2018). Korelasi antara prasangka sosial dan toleransi beragama pada mahasiswa aktivis organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi umum. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan, 15(2), 124-136. https://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/qodiri/article/view/3191
Muhyidini. 2025. Pendekar Silat Antar Perguruan Bentrok di Kabupaten Banyuwangi. https://radarbanyuwangi.jawapos.com/genteng/755520330/pendekar-silat-antar-perguruan-bentrok-di-kabupaten-banyuwangi. Diakses pada tanggal 20 Juni 2025
Nisa, K., Ghifari, R. A., Rizky, M. C., Hardyansah, R., El-Yunusi, M. Y. M., Ikhwanuddin, & Dzinnur, C. T. I. (2023). Kolaborasi Antar Mahasiswa Kkn Unsuri Dengan Karang Taruna Di Desa Jumputrejo Dalam Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Economic Xenization Abdi Masyarakat (EXAM), 1(2), 19–25. https://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/qodiri/article/view/3191
Nitakusminar, M., Susilowati, E., & Koswara, H. (2020). Intervensi Kontrol-Diri Terhadap Perilaku Agresif Anak Jalanan Di Kota Cimahi. Pekerjaan Sosial, 19(2). https://doi.org/10.31595/peksos.v19i2.327
Nugrogo, L. H. (2023). Upaya Penanganan Konflik Antar Perguruan Silat Di Wilayah Gresik. Sivis Pacem, 13(1), 104–116. https://sivispacemjournal.my.id/index.php/login/article/view/15
Nurrahmi, F., & Putra, F. G. (2019). Stereotip dan komunikasi interpersonal antara etnis aceh dan etnis tionghoa. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 3(2), 199. https://doi.org/10.25139/jsk.v3i2.1473
Pangestu, R. A. (2024). Peran Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate ( Psht ) Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Di Rayon. UIN Jakarta.
Panggabean, G. (2024). Psikologi Keragaman Memahami Dan Menghargai Perbedaan Budaya. Circle Archive, 1(4), 1–13. http://www.circle-archive.com/index.php/carc/article/view/132%0Ahttp://www.circle-archive.com/index.php/carc/article/download/132/130
Prastya, A. (2016). Konflik Kekerasan Antara Pendekar Silat Dalam Perspektif Sosiologi (Studi Konflik antar Pendekar Silat di wilayah Madiun). Indonesia Yang Berkeadilan Sosial Tanpa Diskriminasi, 19. https://core.ac.uk/download/pdf/198238148.pdf
Rizal, M. S. (2025). Resolusi Konflik berbasis Syura sebagai Strategi Manajemen Preventif untuk Mengurangi Bullying di Pesantren. Visionaria: Journal of Educational Innovation Management, 1(1), 70-83. https://ejournal.duniakampus.org/index.php/visionaria/article/view/148
Rottweiler, B., & Gill, P. (2022). Conspiracy beliefs and violent extremist intentions: The contingent effects of self-efficacy, self-control and law-related morality. Terrorism and Political Violence, 34(7), 1485-1504. https://doi.org/10.1080/09546553.2020.1803288
Safri, M. Y., Muaffaq, A., Wahid, A., Agama, T., & Negeri, I. (2024). Moderasi Beragama Sebagai Kunci Keharmonisan Sosial Di Dusun Tarikolot Desa Bababakanmulya. Malaqbiq, 3(2), 104–112.
Sahira, D. Z. (2022). Pengaruh Intensi Mengakses Konten Negatif Media Digital Terhadap Bullying Pada Siswa di SMP Negeri 1 Pujer [UIN Maulana Malik Ibrahim Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/36472/
Santi, P. (2013). Pengaruh kontrol diri terhadap agresivitas remaja dalam menghadapi konflik sebaya dan pemaknaan gender. Jurnal Sains & Praktik Psikologi, 1(1). https://ejournal.umm.ac.id/index.php/pjsp/article/view/1340
Siregar, M. F., Hidayati, D., Nurasyah, N., & Dewi, I. S. (2025). Hubungan Antara Self Control dengan Perilaku Agresif Siswa di SMA Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2023/2024. Education Achievement: Journal of Science and Research, 6(1). 407-417. https://doi.org/10.51178/jsr.v6i1.2388
Suherman, M. M. (2016). Efektivitas Strategi Permainan Dalam Mengembangkan Self-Control Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(2), 194–201. https://doi.org/10.17509/jpp.v16i2.4246
Suwandi, Putri, R., Fierna, M., & Lusie, J. (2024). Peran Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan dalam Pembentukan Karakter. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(2), 51–57. https://doi.org/10.61476/amghvq97
Truna, D. S., & Zakaria, T. (2021). Prasangka Agama dan Etnik. UIN Sunan Gunung Djati.
Wang, L., Fan, C., Tao, T., & Gao, W. (2017). Age and gender differences in self‐control and its intergenerational transmission. Child: care, health and development, 43(2), 274-280. https://doi.org/10.1111/cch.12411
Xu, W. (2024). Kebanggaan dan Prasangka: Efek Ganda dari "Diplomasi Prajurit Serigala" pada Penonton Domestik dan Internasional. Jurnal Resolusi Konflik, 69(5), 839-867. https://doi.org/10.1177/00220027241276250
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alfiesyahrianta Habibie, Zinedine Ali Farhan, Yulia Sholichatun, Retno Mangestuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


