Hubungan Social Support dengan Perilaku Non Suicidal Self-Injury pada Remaja di Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v5i62025p316-324Keywords:
non suicidal self-injury, self-harm, social supportAbstract
The increasingly widespread trend of Non-Suicidal Self Injury among teenagers makes the role of social support very important, especially among teenagers who are still experiencing many changes both physically, cognitively, and socio-emotionally. Teenagers' emotional problems that cannot be resolved properly can lead teenagers to negative behaviors, one of which is non-suicidal self-injury (NSSI). This research aims to determine the relationship between Social Support and Non-Suicidal self-injury behavior among adolescents in Jakarta. This research used quantitative research methods, where data was collected through questionnaires that were distributed and obtained by as many as 89 people with an age range of around 12-21 years in Jakarta who had ever engaged in self-harming behavior. The sampling technique for this research uses a probability sampling technique with a correlational quantitative research design. Based on the search results via SPSS 20.0, a correlation coefficient value of -0.342 was obtained with a significance of 0.001, meaning that it has an inverse relationship, meaning that the higher the social support variable will be followed by the lower the non-suicidal self-injury variable and vice versa. Therefore, the research results show that there is a relationship between social support and non-suicidal self-injury behavior in adolescents in Jakarta.
Abstrak
Semakin maraknya trend non-suicidal self-injury membuat peranan social support menjadi sangat penting khususnya di kalangan remaja yang masih mengalami banyak perubahan baik secara fisik, kognitif, dan sosio-emosional. Masalah emosional remaja yang tidak dapat teratasi dengan baik dapat mengarahkan remaja kepada perilaku-perilaku yang negatif salah satunya adalah tindakan non-suicidal self-injury (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Social Support dengan perilaku Non-Suicidal Self Injury remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode riset kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan dan mendapatkan sebanyak 89 orang dengan rentang usia sekitar 12-21 tahun di Jakarta serta pernah melakukan perilaku menyakiti diri. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,342 dengan signifikansi sebesar 0,001 yaitu bermakna memiliki hubungan yang berlawanan artinya semakin tinggi variabel social support akan diikuti dengan semakin rendahnya variabel non-suicidal self-injury dan sebaliknya. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan social support terhadap perilaku non-suicidal self-injury pada remaja di Jakarta.
References
Azwar, S. (2016). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Banjar, C. (2023, March 20). Memprihatinkan, Kasus Self Harm Dilakukan Massal Oleh Remaja di Karangasem. Sinar Harapan. Retrieved September 28, 2023, from https://www.sinarharapan.co/kesra/3858121883/memprihatinkan-kasus-self-harm-dilakukan-massal-oleh-remaja-di-karangasem
Faradiba, A. T., Paramita, A. D., & Dewi, R. P. (2021). Emotion dysregulation anddeliberate self-harm in adolescents. Konselor, 11(1). https://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor
Hasmarlin, H., & Hirmaningsih. (2019). Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja. Jurnal Psikologi, 15(2). http://dx.doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740
Ikhsani, Siva Nur. (2020, December 15). Pengertian Emosi. Selasar. Retrieved January, 08, 2024, from https://www.selasar.com/emosi/
Kemp, Simon. (2021, September 27). TikTok Users, Stats, Data, Trends, and More DataReportal Global Digital Insights. DataReportal. Retrieved September 29, 2023, from https://datareportal.com/essential-tiktok-stats
Kurniati., et al. (2023). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Psychological Well Being pada Pengangguran Terdidik. Psibernetika, 16(1).
Kusumadewi, A. F., Yoga, B. H., Sumarni, S., & Ismanto, S. H. (2019). Self-Harm Inventory (SHI) Versi Indonesia Sebagai Instrumen Deteksi Dini Perilaku Self-Harm. Jurnal Psikiatri Surabaya, 8(1), 20–25. https://doi.org/10.20473/jps.v8i1.15009
Liu, K., Yang, X., dan Xin, M. (2021). Impact of Violent Experiences and Social Support on R-NSSI Behavior among Middle School Students in China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18, 3347. https:// doi.org/10.3390/ijerph18073347
Rahmy, H. A., dan Muslimahayati. (2021). Depresi dan Kecemasan Remaja Ditinjau dari Perspektif Kesehatan dan Islam. Journal of Demography, Etnography, and Social Transformation, 1(1).
Rengkong, D., dan Pesau, H. G. (2023). Regulasi Emosi Kognitif dan Stress Pada Era Kenormalan Baru Covid-19. Psibernetika 16(1).
Santrock, J. W. (2019). ISE Life-Span Development. New York: McGraw-Hill Education.
Sari, M. Y., & Rahmasari, D. (2022). Dukungan Sosial pada Mahasiswi dengan Perilaku Menyakiti Diri. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(8).
Sari, G. G., Wirman, W., & Fauzi, D. (2022). Communication Patterns of Adolescent Self-Harm Suffering in Interpersonal Relationship. Jurnal Kajian Komunikasi, 10(1). https://doi.org/10.24198/jkk.v10i1.29384
Sasonto, A. R. (2020, Maret 3). Kita Perlu Lebih Serius Membahas 'Self Harm' yang Menghantui Anak Muda Indonesia. Vice Indonesia.
Smith, T. W., & Sarafino, E. P. (2017). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (9th ed.). New Jersey: Wiley.
Thesalonika, & Apsari, N. C. (2022). Perilaku Self-Harm atau Melukai Diri Sendiri yang Dilakukan oleh Remaja (Self-Harm or Self-Injuring Behavior by Adolescents), 4 No. 2, 213-224.
Tracy, N. (2021, December 24). Effects of Self-Harm, Self-Injury. HealthyPlace. Retrieved on 2023, September 29 from https://www.healthyplace.com/abuse/self-injury/effects-of-self-harm-self-injury
Widyawati. (2018). Bagi Para Remaja, Kenali Perubahan Fisik untuk Menghindari Masalah Seksual. Kementerian Kesehatan. Retrieved September 29, 2023, from https://www.kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/bagi-para-remaja-kenali-perubahan-fisik-menghindari-masalah-seksual
Widyawati, S., et al. (2022). Studi Deskriptif: Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja. Psibernetika 15(2).
Wijaya, D. A. P., & Saprowi, F. S. N. (2022). Analisis Dimensi: Dukungan Sosial dan Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood. Psycho Idea, 20(1), 41–49 https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PSYCHOIDEA
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mikha Lonika, Grace Hinna Maharani, Callista Amanda Carolina, Vania Priskila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


