Terapi Kognitif dalam Pengelolaan Gangguan Kecemasan

Authors

  • Illona G. Fachtyan Universitas Negeri Malang
  • Izika Genio W. Sholihah Universitas Negeri Malang
  • Isma W. Khoir Universitas Negeri Malang
  • Nadia Khairina Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um070v3i122023p504-511

Keywords:

cognitive therapy, anxiety disorders, alfred adler

Abstract

Anxiety disorders are serious challenges that can affect a person's psychological and emotional well-being. This issue is further complicated by the emergence of unique challenges such as academic pressure, social relationships, and the influence of social media, all of which can influence or worsen a person's anxiety. This anxiety disorder arises due to many factors, both internal and external factors. Cognitive therapy is an approach used to help overcome various types of anxiety. This article aims to evaluate the effectiveness of cognitive therapy in treating a person's anxiety. The method used is a literature review method using a cognitive therapy approach, which involves someone who experiences a level of anxiety. The therapy process involves identifying negative thought patterns, developing positive cognitive strategies, strengthening adaptive behavior, and replacing negative beliefs about the self, as well as promoting positive behavior. The results of this study show that cognitive therapy can reduce a person's anxiety level. Individuals show significant improvements in overcoming negative beliefs and developing more positive thought patterns, creating a more solid foundation for their psychological well-being.

Abstrak
Gangguan kecemasan merupakan tantangan serius yang dapat mempengaruhi kesejahteran psikologis dan emosional seseorang. Masalah ini semakin kompleks dengan munculnya tantangan unik seperti tekanan akademis, hubungan sosial, dan pengaruh media sosial yang semuanya dapat mempengaruhi atau memperburuk kecemasan seseorang. Gangguan kecemasan ini muncul karena banyak faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Terapi kognitif menjadi metode pendekatan yang digunakan untuk membantu mengatasi berbagai jenis kecemasan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi kognitif dalam mengatasi kecemasan seseorang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan tinjauan Pustaka atau literature review, sebuah pendekatan sistematis, jelas, dan dapat di reproduksi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis karya-karya penelitian serta gagasan yang sudah ada dari peneliti dan praktisi yang membahas tentang terapi kognitif dalam mengatasi gangguan kecemasan dengan menggunakan pendekatan terapi kognitif, yang melibatkan seseorang yang mengalami tingkat kecemasan. Proses terapi melibatkan identifikasi pola pikir negatif, pengembangan strategi kognitif positif, penguatan perilaku adaptif, dan mengganti kepercayaan negatif tentang diri, serta mempromosikan perilaku positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kognitif dalam mengurangi tingkat kecemasan seseorang. Seseorang menunjukkan perbaikan signifikan dalam mengatasi keyakinan negatif dan mengembangkan pola pikir yang lebih positif, menciptakan dasar yang lebih kokoh untuk kesejahteraan psikologis mereka.

References

Adriansyah, M. A., Rahayu, D., & Prastika, N. D. (2015). Pengaruh terapi berpikir positif, cognitive behavior therapy (cbt), mengelola hidup dan merencanakan masa depan (mhmmd) terhadap penurunan kecemasan karir pada mahasiswa universitas mulawarman. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 12(2), 41-50.

Febriana, B. (2017). Penurunan kecemasan remaja korban bullying melalui terapi kognitif. Indonesian Journal of Nursing Practices, 1(2). https://doi.org/10.18196/ijnp.1255

Leigh, E., & Clark, D. M. (2016). Cognitive therapy for social anxiety disorder in adolescents: A development case series. Behavioural and Cognitive Psychotherapy, 44(1), 1–17. https://doi.org/10.1017/S1352465815000715

Marwan, A., & Putra, D. E. (t.t.). Survey tingkat kecemasan masyarakat dalam bentuk perilaku “panic buying“ akibat terpaan informasi isu covid 19 (Studi Pada. 5(1)).

Priyanto, D., & Riyanti, S. (t.t.). Tingkat dan faktor kecemasan matematika pada siswa sekolah menengah pertama.

Rahmat, I. (2018). Pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat kecemasan dan ketergantungan activity daily living (ADL) pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 12(1), 11–19. https://doi.org/10.31101/jkk.121

Rismawan, W. (2019). Tingkat kecemasan pasien pre-operasi di rsud dr.soekardjo kota tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 19(1). https://doi.org/10.36465/jkbth.v19i1.451

Sevani, N., & Silvia, S. (2015). Web deteksi gangguan kecemasan dan depresi. Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika, 7(1). https://doi.org/10.31937/ti.v7i1.345

Tia Rahma, F. (2022). Terapi kognitif untuk menurunkan kecemasan mendapat penilaian negatif pada individu dewasa. Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 10(3), 77–82. https://doi.org/10.22219/procedia.v10i3.19273

Wilianto, V. M., & Adiyanti, Mg. (2012). Terapi musik kognitif perilaku untuk menurunkan kecemasan pada penderita tekanan darah tinggI. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 4(1), 87–111. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art6

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Illona G. Fachtyan, Izika Genio W. Sholihah, Isma W. Khoir, & Nadia Khairina. (2023). Terapi Kognitif dalam Pengelolaan Gangguan Kecemasan. Flourishing Journal, 3(12), 504–511. https://doi.org/10.17977/um070v3i122023p504-511

Issue

Section

Articles