Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Memiliki Orang Tua Tiri
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v4i112024p519-529Keywords:
college student, Psychological Well-being, stepparentAbstract
In the family, the close relationship between children and parents is an important aspect that can affect a person's psychological well-being. However, the arrival of stepparents may bring changes in the order of family life so that it will affect the psychological well-being of the person. This study aims to explore and understand aspects of psychological well-being that arise in college students who have stepparents. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. There were four participants in the study. Data collection was conducted through semi-structured interview techniques. Meanwhile, data analysis techniques use thematic analysis. The results revealed significant findings related to psychological well-being in students who have stepparents. Each participant expressed a positive view of themselves, determined life decisions independently, but admitted his closeness to stepparents. In addition, their life goals are influenced by values, and they have a different picture of the ideal place to live. The findings provide an in-depth understanding of college students' experiences with stepparents and their implications for their psychological well- being.
Abstrak
Dalam keluarga, hubungan kedekatan antara anak dan orang tua merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Namun, kedatangan orang tua tiri mungkin akan membawa perubahan dalam tatanan kehidupan keluarga sehingga akan berpengaruh pada kesejahteran psikologis orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami aspek kesejahteraan psikologis yang muncul pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat empat partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara semi terstruktur. Sementara, teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil yang ditemukan yaitu mengungkap temuan signifikan terkait kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Setiap partisipan mengekspresikan pandangan positif terhadap diri mereka sendiri, menentukan keputusan hidup secara mandiri, tetapi mengakui ketidakdekatannya dengan orang tua tiri. Selain itu, tujuan hidup mereka dipengaruhi oleh nilai-nilai, dan mereka memiliki gambaran tempat tinggal ideal yang berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman mahasiswa dengan orang tua tiri dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis mereka.
References
A'yuni, K. (2018). Gambaran Psychological Well-Being Pada Individu Dewasa Awal Yang Memiliki Orang Tua Tiri (Studi Fenomenologi Mahasiswa IAIN Kediri) (Doctoral dissertation, IAIN Kediri).
Bastian, I., Winardi, R. D., & Fatmawati, D. (2018). Metoda Wawancara. Metoda Pengumpulan Dan Teknik Analisis Data, 1(1), 1.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77- 101.
Brebahama, A., & Listyandini, R. A. (2016). Gambaran Tingkat Kesejahteraan Psikologis Penyandang Tunanetra Dewasa Muda. Mediapsi, 02(01), 1–10.
Dilang, M., & Hermanto, Y. P. (2022). Pemenuhan Kesejahteraan Psikologis Wanita dengan Peran Ganda Berdasarkan Amsal 31: 10-31. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 118-128.
Elisa, A. E. (2021). Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga terhadap Psychological Well Being Siswa Sma Negeri 1 Muntilan. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 7(2), 162-172.
Fabritalia, C. L. (2023). Keputusanku untuk Bahagia: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Psychological Well-Being Mahasiswa Memiliki Orang Tua Bercerai (Doctoral dissertation, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang).
Fitri, S., Luawo, M. I. R., & Noor, R. (2017). Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Laki-Laki di SMA Negeri Se-Dki Jakarta. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 6(1), 50.
Hardjo, S., & Novita, E. (2015). Hubungan dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban sexual abuse. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 7(1), 12-19.
Herdiansyah, H. (2010). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial.
Hurlock, E. B. (1992). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta. PT.
Gelora Aksara Pratama.
Iganingrat, A., & Eva, N. (2021). Kesejahteraan Psikologis pada Ibu Tunggal: Sebuah Literature Review. In Seminar Nasional Psikologi dan Ilmu Humaniora (SENAPIH) (Vol. 1, No. 1, pp. 444-451).
Ismuniar, C., & Ardiwinata, E. (2021). Gambaran Psychological Well-Being Mahasiswa Selama Proses Perkuliahan Online Guna Untuk Melihat Learning Loss Di Universitas Borneo. TARAKAN. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 7(3), 105.
Li, M., Pérez-Díaz, P. A., Mao, Y., & Petrides, K. V. (2018). A multilevel model of teachers’ job performance: Understanding the effects of trait emotional intelligence, job satisfaction, and organizational trust. Frontiers in Psychology, 9, 2420.
Moleong, L. J. (1991). 175 Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Mugianto, M., Ridhani, A., & Arifin, S. (2017). Pengembangan Perencanan Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek Siswa Kelas X SMA. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 1(4), 353-366.
Najlawati, F., & Purwaningsih, I. E. (2019). Kesejahteraan psikologis keluarga penyintas bunuh diri. Jurnal Spirits, 10(1), 5-26.
Nugraheni, R. O. (2021). Kesejahteraan Psikologi (Psychological Well Being) Anak di Kabupaten Blora yang Ditinggal Ibunya sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(3).
Patria, A. A., Lafita, T. K., & Septiningsih, D. S. (2020). Psychological Well Being of Adolescents with The Remarriage Parents. UMPRESS, 89.
Putri, I. A. K., & Tobing, D. H. (2016). Gambaran penerimaan diri pada perempuan Bali pengidap HIV-AIDS. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 395-406.
Riada, M. R. (2015). Pengaruh religiusitas dan parent adolescent relationship pada psychological well being remaja di SMP Negeri 1 Kupang (Doctoral dissertation, Magister Sains Psikologi Program Pascasarjana UKSW).
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57, 1069-1081.
Septiana, A. C., & Muhid, A. (2022). Efektivitas Mindfulness Therapy dalam Meningkatkan Self Acceptance Remaja Broken Home: Literature Review. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 14-24.
Yenita, S. (2022). Gambaran Psychological Well Being pada Dewasa Awal Yang Berstatus Janda di Kenagarian Air Bangis. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 4(2), 150–155.
Yuhana, A. N., & Aminy, F. A. (2019). Optimalisasi peran guru pendidikan agama Islam sebagai konselor dalam mengatasi masalah belajar siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, [SL], 7(1), 79-96.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Tectona Prasetya Adhin, Meisyahira Risma Rahmanda, Marta Anggun Puspita Sari, Dewi Fatmasari Edy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


