Gambaran Kesehatan Mental pada Remaja Korban Toxic Parenting di Sidoarjo

Authors

  • Frisca Aulia Permata Sanjaya Universitas Negeri Malang
  • Nabilah Silvania Wanesti Universitas Negeri Malang
  • Orchida Adi Lestari Universitas Negeri Malang
  • Dewi Fatmasari Edy Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um070v4i22024p71-83

Keywords:

mental health, toxic parenting, adolescents

Abstract

Parents become the main foundation for children in the formation and development of children's character. Still, sometimes, there are children who grow up in conditions of parents who treat children harshly and arbitrarily to "poison" their mental and psychological conditions of children. This study aims to examine more deeply the picture of mental health in adolescents who are victims of toxic parenting. Qualitative research method with a case study approach. Determination of informant criteria using purposive sampling, such as adolescents with toxic parents in Sidoarjo. Data analysis used Miles and Huberman's interactive analysis. The results of the study can describe how mental health in adolescents who have toxic parents can vary depending on how adolescents perceive and deal with problems with their parents. The difference in adolescent mental health lies in the experiences and environmental conditions that can influence it. Toxic parenting impacts adolescents such as feelings of fear, shutting down, and difficulty in expressing emotions. The impact faced by adolescents is overcome by listening to music and going out for fresh air.

Abstrak
Orang tua menjadi landasan utama anak dalam pembentukan dan pengembangan karakter anak, namun terkadang terdapat anak yang tumbuh di dalam kondisi orang tua yang memperlakukan anak secara kasar, semena-mena hingga “meracuni” kondisi mental dan psikis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai gambaran kesehatan mental pada remaja yang menjadi korban dari toxic parenting. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan kriteria informan menggunakan purposive sampling seperti remaja dengan orang tua toxic di Sidoarjo. Analisis data menggunakan analisis interaktif milik Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat menggambarkan kesehatan mental pada remaja yang memiliki orang tua yang toxic dapat berbeda-beda tergantung pada cara remaja memandang dan menghadapi permasalahan dengan orang tuanya. Perbedaan kesehatan mental remaja terletak pada pengalaman dan kondisi lingkungan sekitar dapat mempengaruhi. Toxic parenting memberikan dampak kepada remaja seperti perasaan takut, menutup diri, dan kesulitan dalam mengekspresikan emosi. Dampak yang dihadapi oleh remaja diatasi dengan mendengarkan musik dan keluar mencari udara segar.

References

Asy’ary, S. (2019). Kekerasan Terhadap Anak. Jurnal Keislaman. 2(2).

Aprilia, E. S., Alfreda, A. Z., Jannah, A., Solikhah, M., & Pradana, H. H. (2023). Dampak toxic parents terhadap kesehatan mental remaja akhir. Psycho Aksara: Jurnal Psikologi, 1(2), 210-225.

Brooks, M., Graham-Kevan, N., Robinson, S., & Lowe, M. (2019). Trauma characteristics and posttraumatic growth: The mediating role of avoidance coping, intrusive thoughts, and social support. Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy, 11(2), 232.

Creswell, J. W. (2016). Research design qualitative, quantitative, and mix amethods approaches (edisi keempat). California: SAGE Publications, Inc.

Dahlan, A. (2022). Karakteristik toxic parenting anak dalam keluarga. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 190-196.

Dunham, S. M., & Dermer, S. B. (2011). Poisonous parenting: Toxic relationships between parents and their adult children (J. Carlson (ed.)). Taylor & Francis.

Dwi, A. (2023). Peran orang tua dalam mengawasi pertumbuhan anak. fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Diakses tanggal 19 September 2023.

Gunatirin, E. Y. (2018). Kesehatan mental anak dan remaja.

Hanurawan, F. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam ilmu psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Istayana, F. M.L. (2022). Gambaran kesehatan mental masyarakat pada masa pandemi covid-19 di rt 01 rw 01 desa Lumbangsari Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Diploma (D3) Thesis, ITSK RS dr. Soepraoen.

Latifah, L. (2015). 5 Ciri Toxic Parenting. https://www.parenting.co.id/keluarga/5-ciri-toxic-parent. Diakses pada 19 September 2023

McLafferty, M., Armour, C., Bunting, B., Ennis, E., Lapsley, C., Murray, E., & O'Neill, S. (2019). Coping, stress, and negative childhood experiences: The link to psychopathology, self-harm, and suicidal behavior. PsyCh journal, 8(3), 293-306.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis, a methods sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Oktariani, O. (2021). Dampak toxic parents dalam kesehatan mental anak. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 2(3), 215-222.

Rodriguez, T. J. (2011). Psychological well-being and coping mechanisms of battered women. Asian journal of health, 1(1), 111-128.

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of personality and social psychology, 69(4), 719.

Santrock, J.W. (2011). Life Span Development edisi ke dua belas. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Susanto, Ahmad. (2015). Bimbingan dan Konseling di Sekolah: Konsep, Teori, dan Aplikasinya. Jakarta: Prenada media Group.

WHO. (2001). Atlas: Mental Health Resources in The WWorld. Ganeva: World Health Organization.

Downloads

Published

2024-02-29

How to Cite

Sanjaya, F. A. P., Wanesti, N. S., Lestari, O. A., & Edy, D. F. (2024). Gambaran Kesehatan Mental pada Remaja Korban Toxic Parenting di Sidoarjo. Flourishing Journal, 4(2), 71–83. https://doi.org/10.17977/um070v4i22024p71-83

Issue

Section

Articles