Perilaku Pengeroyokan Saat Unjuk Rasa: Ditinjau dari Contagion Theory pada Kerumunan (Crowd)
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v2i72022p499-506Keywords:
perilaku kolektif; teori penularan; pengeroyokanAbstract
Abstract: Recently, cases of collective behavior, namely beatings, have been increasingly common. Where is currently going viral, there was a case of beatings during a demonstration on April 11, 2022, in front of the DPR RI Building. This beating was experienced by a social media activist who is also a lecturer at the University of Indonesia named Ade Armando. This can be categorized as collective behavior, where the characteristics of the behavior are spontaneous, unstable, and sometimes contrary to existing social norms or rules. In the emergence of collective behavior, there is usually a crowding behavior, where individuals will gather and be physically close to causing comfort in the reaction given to the same stimulus. Based on this, it will be very possible to beat the crowd. The purpose of writing this article is for the writer to try to analyze, identify the causal factors, and how to overcome the negative behavior of beatings with the study of Social Psychology. The theory used by the author is the Theory of Contagion with the method of writing this article is a literature review. The results of the review show that the causes of beating behavior are anonymity, there is a decrease in social control, and individuals are easily influenced. For this reason, there are several ways that the masses can control so that mobs do not occur, namely by suppressing feelings of anonymity, diverting the center of attention, and dividing public opinion from the masses. It is hoped that this will become a way to prevent crowds of individuals from committing acts of beatings.
Abstrak: Belakangan ini semakin marak terjadi kasus perilaku kolektif yakni pengeroyokan. Dimana yang tengah viral, terdapat sebuah kasus pengeroyokan saat demonstrasi pada , 11 April 2022 di depan Gedung DPR RI. Pengeroyokan ini dialami oleh aktifis sosial media yang juga sebagai dosen Universitas Indonesia Bernama Ade Armando. Hal ini dapat dikategorikan sebagai perilaku kolektif, dimana karakteristik perilakunya adalah spontan, tidak stabil, dan terkadang bertentangan dengan norma atau aturan sosial yang ada. Dalam timbulnya perilaku kolektif biasanya terdapat sebuah perilaku berkerumun (Crowd), dimana individu akan berkumpul dan berdekatan secara fisik hingga menyebabkan kesamaan pada reaksi yang diberikan pada stimulus yang sama. Atas dasar hal inilah, akan sangat memungkinkan terjadi pengeroyokan pada kerumunan (Crowd). Tujuan dari menulis artikel ini adalah penulis mencoba menganalisis, mengidentifikasi faktor penyebab, serta cara mengatasi perilaku kolektif pengeroyokan dengan kajian Psikologi Sosial . Teori yang digunakan penulis adalah Teori Penularan (Contagion Theory) dengan metode penulisan artikel ini adalah review literatur. Dengan hasil review yang menunjukkan faktor penyebab perilaku pengeroyokan adalah terdapat anonimitas, terjadi penurunan kontrol sosial, serta individu mudah dipengaruhi (suggestible). Untuk itu terdapat beberapa cara kerumunan dapat dikendalikan agar tidak terjadi pengeroyokan, yakni dengan menekan perasaan anonimitas, mengalihkan pusat perhatian, dan memecah pendapat umum dari kerumunan. Dengan ini diharapkan bisa menjadi cara untuk mencegah kerumunan individu melakukan sebuah tindakan pengeroyokan.
References
Abidin, J., Suryani, Y. (2020). Kajian Perilaku Kelompok dalam Organisasi. Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara, Vol.1 No.2.
Ayala F. J. (2010). The difference of being human: Morality. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 107(2), 9015–9022. Diunduh dari: http://www.pnas.org/content/107/Supplement_2/9015.full.pdf
BPS. (2020).Banyaknya Kasus Kekerasan Menurut Jenisnya di Kabupaten Malang, 2018-2019, (https://malangkab.bps.go.id/statictable/2019/09/11/758/banyaknya-kasus-kekerasan menurut-jenisnya-di-kabupaten-malang-2018-2019.html)
Hanurawan, F. (2010). Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Rosdakarya
Imhonopi, D., Onifade, C.A., Urim, U.M. (2013). Collective Behavior and Social Movements: a Conceptual Review. Research on Humanities Vol.3, No.10
Jainah, Z.O., Seftiniara, I.N., Novandre, M.Y. (2022). Pertanggungjawaban pidana pelaku pengroyokan yang menyebabkam luka tumpu. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, Vol.1, No.3. P-ISSN : 2809-0403E-ISSN :2809-0268
Kurniawan, D. (2021). Analisis Hukum tentang Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang. Uniska-Bjm.ac.id. https://doi.org/http://eprints.uniska-bjm.ac.id/8814/1/ARTIKEL_DennisKurniawan.pdf
Kurniasih. W. (2021, October 6). Pengertian dan Contoh Manusia sebagai Makhluk Sosial - Gramedia Literasi. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-dan-contoh-manusia-sebagai-makhluk-sosial/
Locher, D.A. (2002). Collective Behavior. New Jersey: Prentice Hall
Mudzakkir. A. (2019). Pengendalian Massa dalam Pemikiran Gustave Le Bon. https://www.semanticscholar.org/paper/Pengendalian-Massa-dalam-Pemikiran-Gustave-Le-Bon-Mudzakkir/c047b10de94ec6fd6760928b5c6076a1bdfedf29
Mukhoyyaroh. T. (2020). Anonimitas dan Deindividuasi pada Remaja Pengguna Sosial Media. Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 26–32. https://doi.org/10.29080/jpp.v11i1.354
Mulawarman, M., & Nurfitri, A. D. (2017). Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. Buletin Psikologi, 25(1). https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.22759
Patel, P. J. (2020). Declining Social Control and the Rising Deviant Behaviour in India. Sociological Bulletin, 69(1), 17–33. https://doi.org/10.1177/0038022919899000
Rochadi, A.F.S. (2020). Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. CV. Rasi Terbit
Roediger, H.L., Meade, M.L., Bergman, E.T. (2001). Social contangion of memory. Psychonomic Bulleting & Review, 365-371. https://doi.org/10.3758/BF03196174
Santoso, M.B. (2017). Mengurai Konsep Dasar Manusia Sebagai Individu Melalui Relasi Sosial yang Dibangunnya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol.4, No.1. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14217
Shadiqi. M. A. (2021). Aksi Kolektif. ResearchGate; unknown. https://www.researchgate.net/publication/350040603_Aksi_Kolektif
Stolley, K.S. (2005). Dalam Sukmana, O (2006). Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Intrans Publishing: Malang
Utama. C. (2018, September 24). Ada Pengeroyokan, Bukan Ditolong Kok Malah Divideoin? DetikHealth; detikcom. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4226589/ada-pengeroyokan-bukan-ditolong-kok-malah-divideoin
Wicaksono. D. (2012). Sumbangan Ilmu Penunjang Olahraga Terhadap Pembinaan Olahraga Prestasi. Jurnal Olahraga Prestasi, 8(2), 91–101. https://doi.org/10.21831/jorpres.v8i2.10296
Zimmerman, A. G., & Ybarra, G. J. (2016). Online aggression: The influences of anonymity and social modeling. Psychology of Popular Media Culture, 5(2), 181-193. doi:10.1037/ppm0000038
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


