KECENDERUNGAN PROFIL KEPRIBADIAN : INDIVIDU PHYSICALLY BROKEN HOME DAN BUNUH DIRI DITINJAU MELALUI 15 NEED EPPS (EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE)
DOI:
https://doi.org/10.17977/um070v2i22022p70-77Keywords:
physically broken home, EPPS, Bunuh diri, kepribadianAbstract
Abstract
Lucky individuals get a family as the first and main social group that helps a person grow and develop. A person's personality will be formed as the interaction in the family goes, following the flow and patterns of education in it. The incompleteness of the family structure due to separation or the death of parents is what causes the family to be physically damaged, resulting in the family not being optimal and affecting personality development. Suicide is usually one of the most frequently used solutions, which often occurs in children who have just experienced a physically broken home. Individuals commit suicide when they feel depressed and think that they do not pay attention and benefit themselves in life. Symptoms will appear when the individual is about to commit suicide, either stellar or express. This research and article aims to determine the profile of children who have a family background. The purpose of this study itself is to determine the personality profile of someone with a physical broken home background based on the Edward Personal Preference Schedule (EPPS). The study used a descriptive method with a quantitative approach. The results of the study if physically broken home students have a high personality tendency on the Succorance and Aggression variables and low on the Intraception variable, Students from broken home families due to divorce have a high personality tendency on the Exhibition, Succorance, Heterosexuality and Aggression variables and low on the Achievement variable, Personality of early adulthood individuals with suicidal tendencies, namely the three subjects had high needs on the loyalty variable, affiliation variable, exhibition variable, success variable, and deficiency variable, and low needs on the dominance variable, resilience variable and heterosexual variable.
Keywords: physically broken home, EPPS, suicide, personality.
Abstrak
Individu yang beruntung mendapatkan keluarga sebagai kelompok social pertama dan utama yang membantu tumbuhkembang dari kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang akan terbentuk menjadi semakin baku seiring berjalannya interaksi di dalam keluarganya, mengikuti arus keharmonisan dan pola didik di dalamnya. Ketidaklengkapan susunan keluarga karena perpisahan ataupun kematian orang tua itulah yang dinamakan physically broken home mengakibatkan fungsi keluarga menjadi tidak optimal dan mempengaruhi perkembangan kepribadian. Bunuh diri biasanya menjadi salah satu solusi yang paling sering dipakai, yang sering terlintas pada anak yang baru mengalami physically broken home. Bunuh diri dilakukan individu ketika merasa depresi dan berfikir tidak adanya perhatian serta kebermanfaatan dirinya di dalam hidup. Gejala-gejala akan muncul ketika individu hendak melakukan tindakan bunuh diri baik tersirat maupun tersurat. Penelitian dan peninjauan artikel ini ditujukan guna mengetahui profil kepribadian Anak yang mempunyai latar belakang keluarga. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui profil kepribadian seseorang yang berlatar belakang physically broken home berdasarkan Edward Personal Preference Schedule (EPPS). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapati jika (1) Siswa physically broken home memiliki kecenderungan kepribadian tinggi pada variabel Succorance dan Aggression serta rendah pada variabel Intraception. (2) Siswa dari keluarga broken home karena perceraian kecenderungan kepribadiannya tinggi pada variabel Exhibition, Succorance, Heterosexuality dan Aggression serta rendah pada variabel Achievement. (3) Kepribadian individu usia dewasa awal dengan kecenderungan bunuh diri, yaitu ketiga subyek memiliki needs yang tinggi pada variabel deference, variabel affiliation, variabel exhibition, variabel succorance, dan variabel abasement, dan needs yang rendah pada variabel dominance, variabel endurance dan variabel heterosexual
Kata kunci: physically broken home, EPPS, Bunuh diri, kepribadian
References
Astarini, M. I. A. (2018). LITERATUR REVIEW: EFEKTIVITAS MODIFIKASI DOKUMENTASI KEPERAWATAN (A Literature Review: Effectivities of Nursing documentation modification). Jurnal Ners LENTERA, 6(1), 42-48.
Budiono, A. (2008). Keluarga Harmonis Indikator Menuju Sejahtera. Februari, 21, 2008.
Danandjaja, J. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Antropologi Indonesia.
Hawari, D. (2010). Psikopatologi Bunuh Diri. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Keliat, B.A. (1995). Tingkah Laku Bunuh Diri. Cetakan ke-2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Nurhayati, T. (2016). Perkembangan perilaku psikososial pada masa pubertas. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 4(1).
Nurul. (2015). Edward Personal Preference Schedule (EPPS). Makalah kuliah pengantar psikodiagnosa, 23
Pasha, M. S. (2010). Perbedaan Sikap Remaja Dari Keluarga Utuh Dan Bercerai Terhadap Lawan Jenis Dalam Menjalin Intimate-Relationship (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).
Pratama, R., Syahniar, S., & Karneli, Y. (2016). Perilaku agresif siswa dari keluarga broken home. Konselor, 5(4).
Sari, E. N. (2017). PROFIL KEPRIBADIAN SISWA YANG BERLATAR BELAKANG KELUARGA PHYSICALLY BROKEN HOME BERDASARKAN EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE: Studi Deskriptif kepada Peserta Didik SMA Negeri Tahun Ajaran 2014/2015 Se-Kota Bandung (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).
Suryani, L.K. & Lesmana, C. B. J (2008). Hidup Bahagia-Perjuangan Melawan Kegelapan. Jakarta: Pustaka Obor Populer
Syakib, A. (2008). Gue Gak Takut Mati. Jakarta: PT. Grafindo media Pratama Videbeck, S. L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
Wirawan, D. I. (2012). Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma: fakta sosial, definisi sosial, dan perilaku sosial. Kencana.
ZAMAN, O. A. (2018). KECENDERUNGAN BUNUH DIRI DITINJAU DARI PROFIL KEPRIBADIAN (Doctoral dissertation, Unika Soegijapranata Semarang).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)


