STABILISASI TANAH LEMPUNG DESA KEDUNGLURAH DENGAN KAPUR TERHADAP PERUBAHAN INDEKS PLASTISITAS DAN KEMBANG SUSUT TANAH
Keywords:
stabilisasi tanah, kapur, indeks plastisitas, kembang susut tanahAbstract
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kapur terhadap stabilisasi tanah lempung di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Tanah lempung di daerah ini memiliki indeks plastisitas tinggi yang menyebabkan masalah kembang susut yang signifikan, yang berdampak negatif pada daya dukung tanah dan infrastruktur, seperti kerusakan jalan yang parah. Uji laboratorium dilakukan dengan menambahkan kapur pada berbagai persentase (0 percent, 3 percent, 6 percent, 9 percent, dan 12 percent) ke dalam tanah lempung asli, dan hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam indeks plastisitas dan indeks pengembangan tanah. Penambahan kapur dengan persentase tertinggi, yaitu 12 percent, menghasilkan penurunan indeks plastisitas dari 26,1 percent menjadi 8,16 percent, sementara indeks pengembangan berkurang dari 5,31 percent menjadi 0 percent pada penambahan kapur sebesar 9 percent dan 12 percent. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan kapur efektif dalam memperbaiki karakteristik tanah lempung di Desa Kedunglurah, sehingga dapat mengurangi masalah kembang susut dan meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa penggunaan kapur sebagai stabilisator tanah dapat menjadi solusi yang ekonomis dan efektif untuk masalah tanah lempung di daerah ini.
References
Abdul Jalil Abdul, H. F. (2016) ‘Studi campuran kapur pada tanah lempung terhadap permeabilitas dan kecepatan konsolidasi (Studi Kasus Tanah Desa Cot Girek Kandang Kecamatan Muara Dua Kabupaten Aceh Utara)’, Teras Jurnal, 6(1), pp. 19–28.
Abdurrozak, M. R. and Mufti, D. N. (2017) ‘Stabilisasi tanah lempung dengan bahan tambah abu sekam padi dan kapur pada subgrade perkerasan jalan’, Jurnal Teknisia, XXII(2), pp. 416–424.
Al-Alam, H., Aprianto., Bachtiar, V. (2023). pemanfaatan limbah spent bleaching earth pada stabilisasi tanah kapur untuk lapisan fondasi badan jalan ditinjau terhadap karakteristik kembang-susut. Junal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, dan Tambang. 10(2)
Andajani, N. & Risdianto, Y. (2022). Penambahan kapur sebagai stabilisasi tanah ekspansif untuk lapisan tanah dasar (subgrade). Publikasi Riset Orientasi Teknik SIpil (Proteksi).4(2).
ANTARANEWS (2023) ‘Baru Dibangun, Jalan Trenggalek Rusak Lagi’, ANTARA. Available at: https://jatim.antaranews.com/berita/122795/baru-dibangun-jalan-di-trenggalek-rusak-lagi, diakses 4 April 2023 pukul 08.10 AM
Ash, R. H. and Ash, R. H. (2021) ‘Terhadap Daya Dukung Dan Swelling Menggunakan Fly Ash Dan Abu Sekam Padi ( Stabilization Of Clay To Determine The Durability Test Toward Soil Bearing Capacity And Swelling Using Fly Ash And Suniyatul Ukhrowiyah Menggunakan Fly Ash Dan Abu Sekam Padi ( Sta’.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). Cara uji penentuan batas cair tanah. SNI 1967:2008, 1–26.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). Cara uji penentuan batas plastis dan indeksplastisitas tanah. SNI 1966:2008, 1–15.
Bender, S. F., Wagg, C. and van der Heijden, M. G. A. (2016) ‘An Underground revolution: biodiversity and soil ecological engineering for agricultural sustainability’, Trends in Ecology and Evolution, 31(6), pp. 440–452. doi: 10.1016/j.tree.2016.02.016.
Chen, F.H. (1975). Foundation on expansive soil, development in geotechnical engineering12, Esevier Scientific Publishing Company, Amsterdam
Das, B. M. (1995) Mekanika tanah, mekanika tanah, prinsip-prinsip rekayasa geoteknis jilid 2.
Detik.com (2016) ‘Jalan Tulungagung-Trenggalek Rusak Parah, Pedagang Oleh-oleh Menjerit’, detik.com. Available at: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3369202/jalan-tulungagung-trenggalek-rusak-parah-pedagang-oleh-oleh-menjerit, diakses 3 Maret 2023 pukul 11.50 AM)
Gunarso, A., Nuprayogi, R., Partono, W., & Pardoyo, B. (2017). Stabilisasi tanah lempung ekspansif dengan naoh. 6, 238–245.
Hangge, E. E., Karels, D. W. & Kapitan, A. O. (2022) ‘Pengaruh karakteristik tanah dasar terhadap kerusakan perkerasan jalan’, 11(2), pp. 155–168.
Hardiyatmo, H. C. (2014). Tanah ekspansif permasalahan dan penanganan. Yogyakarta.Gadjah Mada University Press.
Jatmoko, D.W. (2013). Tinjauan Sifat plastisitas Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Kapur. Surya Beton. 1(1)
Kementerian PUPR. (2023). Stabilisasi bahan untuk perkerasan jalan bervolume lalu lintas rendah.(online).(simantu.pu.go.id), diakses 20 Agustus 2023 pukul 02.05 AM
Laras, A., W., Suryo, E. A., Zaika Y. (2018). Pengaruh penambahan kapur dengan lamanya waktu perawatan (curing) terhadap kekuatan dan pengembangan (swelling) tanah lempung ekspansif. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. 1(1).
Nursandah, F. (2021) ‘The effect of addition of stone ash to shear strength of clay soil in Suruh Trenggalek’, Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan, 6(1), pp. 1–12.
Panguriseng, D. (2018) Dasar-dasar teknik perbaikan tanah.
Prasetyo, Y. E., Zaika Y., Rachmansyah A. (2018). ‘Pengaruh penambahan abu ampas tebu dan kapur terhadap karakteristik tanah lempung ekspansif (Studi Kasus: Tanah di Bojonegoro). Jurnal Rekayasa Sipil. 12(2), 118 – 125.
Pratiwi, A. A., Sophian, R. I., Zakaria, Z., Khoirullah, N. (2019). Swelling potential menggunakan metode free swell index test di daerah Cilengkrang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Padjadjaran Geoscience Journal.3(4). 238-244.
Rahmaneta, S. dkk (2020) ‘Pengaruh stabilisasi kapur terhadap parameter kuat geser tanah lempung ekspansif’, Journal of The Civil Engineering Student, 2(2), pp. 8–14.
Ranggaesa, R. A., Zaika, Y., Suroso. (2017). Pengaruh penmabahan kapur terhadap kekuatan dan pengembangan (swelling) pada tanah lempung ekspansif Bojonegoro. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. 1(1).
Saputra, A., Alwi, A. & Aprianto (2021). Pengaruh kadar air terhadap perilaku kembang susut tanah lempung di Capkala Kabupaten Bengkayang.
Soehardi, F. (2017) ‘Pengaruh waktu pemeraman stabilisasi tanah lempung’, Jurnal Teknik Sipil Siklus, 3(1), pp. 1–9.
Soehardi, F., Lubis, F., Putri, L. D. (2017). Stabilisasi tanah dengan variasi penambahan kapur dan waktu pemeraman. Konferensi Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan.
Suhendra & Amalia, K., A. (2021). Stabilisasi tanah lempung ekspansif menggunakan kapur tohor. Jurnal Talenta Sipil. 4(1). 38-43
Sri Handayani, K. (2018) ‘Karakterisasi dan klasifikasi tanah ultisol di Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie’, Jurnal Ilmiah Pertanial, 14(2), pp. 52–59.
Sudjianto, A. T. (2015) Tanah Ekspansif.
Suryono, B. & Khomaruzzaman. (1997).Stabilisasi tanah lempung expansive menggunakan pasir sebagai subgrade untuk perencanaan tebal perkerasan lentur pada jalan klas i.Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta.
Ukhrowiyah, S. (2021). Stabilisasi tanah lempung untuk mengetahui pengaruh uji durabilitas terhadap daya dukung dan swelling menggunakan fly ash dan abu sekam padi. Skripsi tidak diterbitkan. FTSP UII
Wesley, L. D. (2017). Mekanika tanah edisi baru. Penerbit CV. ANDI OFFSET: Yogyakarta.
Wiqoyah, Q. (2006). Pengaruh kadar kapur, waktu perawatan dan perendaman terhadap kuat dukung tanah lempung. Dinamika TEKNIK SIPIL. 6(1). pp 16 – 24.




3.png)
1.png)
1.png)
