PERUBAHAN INDEKS PLASTISITAS DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA DALISODO KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG SETELAH DISTABILISASI DENGAN KAPUR PADAM
DOI:
https://doi.org/10.17977/um068.v4.i3.2024.1Keywords:
Kapur Padam, Indeks Plastisitas Tanah, Kuat Geser Tanah, Tanah LempungAbstract
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh stabilisasi tanah lempung di Desa Dalisodo, Kabupaten Malang, menggunakan kapur padam (Ca(OH)2) terhadap indeks plastisitas dan kuat geser tanah. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa 51,02 persen tanah lolos saringan, dan berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah tersebut tergolong A-7-5 (10) dengan indeks plastisitas (PI) sebesar 27,28 persen, yang menunjukkan plastisitas tinggi dan sifat kohesif. Karena tanah ini memiliki kondisi dasar yang kurang baik, diperlukan stabilisasi untuk meningkatkan kualitasnya agar dapat digunakan sebagai material dasar konstruksi. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Negeri Malang, dengan subjek tanah yang diambil dari kedalaman 1 meter. Kapur padam digunakan sebagai bahan stabilisasi dengan persentase 0 persen, 7,5 persen, 10 persen, 12,5 persen, dan 15 persen dari berat tanah kering, dengan waktu pemeraman selama 7 hari. Pengujian meliputi uji batas konsistensi (Atterberg) untuk menentukan indeks plastisitas dan uji geser langsung untuk mengukur kuat geser tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kapur padam sebesar 7,5 persen mengurangi indeks plastisitas dari 27,28 persen menjadi 10,99 persen, dan meningkatkan kuat geser tanah dari 0,23 kg/cm² menjadi 0,36 kg/cm². Kesimpulannya, penambahan kapur padam secara signifikan memperbaiki indeks plastisitas dan kuat geser tanah lempung di Desa Dalisodo, menjadikannya lebih layak sebagai dasar konstruksi.
References
Antara Jatim. (2022). BPBD Malang catat delapan kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor. Retrieved from https://pasca-umi.ac.id
Bowles, J. E., & Hainim, J. K. (1991). Sifat-sifat fisis dan geoteknis tanah (mekanika tanah) (3rd ed.). Jakarta: Erlangga.
Braja, M. Das. (1993). Mekanika tanah (Prinsip-prinsip rekayasa geoteknis). Jakarta: Erlangga.
Darwis. (2017). Dasar-dasar teknik perbaikan tanah. Yogyakarta: Pustaka AQ.
Devista, M. D. (2018). Karakteristik sifat fisik dan mekanis tanah lempung di Desa Saronggi Sumenep yang distabilisasi dengan kapur (limestone) Madura. Retrieved from http://mulok.library.um.ac.id/home
Haras, M., E., T. A., & Legrans, R. R. (2017). Pengaruh penambahan kapur terhadap kuat geser tanah lempung. Jurnal Teknik Sipil Unsrat, 15(67). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id
Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika tanah I (3rd ed.). Yogyakarta: Gadjahmada University Press.
Hardiyatmo, H. C. (2010). Stabilisasi tanah untuk perkerasan jalan. Yogyakarta: Gadjahmada University Press.
Hatmoko, J. T., & Suryadharma, H. (2020). Teknologi perbaikan tanah. Yogyakarta: Andi.
Kusuma, R. I., Mina, E., & Ikhsan, I. (2016). Tinjauan sifat fisis dan mekanis tanah (Studi kasus Jalan Carenang Kabupaten Serang). Retrieved from http://jurnal.untirta.ac.id
Lestari, I. G. A. A. (2014). Karakteristik tanah lempung ekspansif (Studi kasus di Desa Tanah Awu, Lombok Tengah). Retrieved from http://unmasmataram.ac.id/
Nurmaidah. (2022). Penambahan kapur pada tanah lempung untuk perkerasan jalan raya. Retrieved from http://ojs.uma.ac.id/index.php/jcebt
Palar, H., Monintja, S., Turangan, A. E., & Sarajar, A. N. (2013). Pengaruh campuran tras dan kapur pada lempung ekspansif terhadap nilai daya dukung. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id
Panjaitan, N. (2017). Pengaruh kapur terhadap kuat geser tanah lempung. Retrieved from http://jurnal.unimed.ac.id
PUPR, K. (2019). Stabilisasi bahan untuk perkerasan jalan bervolume lalu lintas rendah. Retrieved from http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/
Rahayu, A. A. (2016). Pengaruh stabilisasi tanah Tuban dengan kapur terhadap sifat fisik dan kuat geser tanah. Retrieved from http://repository.um.ac.id/45292/
Rahmaneta, S., & Chairullah, B. (2020). Pengaruh stabilisasi kapur terhadap parameter kuat geser tanah lempung ekspansif. Retrieved from https://jim.usk.ac.id/CES/article/viewFile/8332/6623
Sipangkar, S. O., Peslinof, M., & Fendriani, Y. (2023). Analisis sifat fisis tanah pada stabilitas tanah lempung dengan penambahan kapur tohor (CaO). Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Unpad. Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/jiif/article/view/42070
SNI 03-4147-1996. (1996). Spesifikasi kapur untuk stabilisasi tanah.
SNI 1967:2008. (2008). Cara uji penentuan batas cair tanah.
SNI 1996:2008. (2008). Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah.
SNI 2813:2008. (2008). Cara uji kuat geser langsung tanah terkonsolidasi dan terdrainase.
Susanti, E. (2017). Pemanfaatan kapur sebagai bahan stabilisasi terhadap penurunan konsolidasi tanah lempung Tanon dengan variasi ukuran butiran tanah (Studi kasus tanah lempung Tanon, Sragen). Retrieved from https://eprints.ums.ac.id/48534/22/Naspub%20Eni.pdf
Syananta, D. A., Adha, I., & Setyanto. (2016). Time variation effect on unconfined compressive strength value on clay and silt stabilized using cement on soaking condition. Retrieved from https://journal.eng.unila.ac.id/
Terzaghi, K., & Peck, R. B. (1987). Mekanika tanah dalam praktek rekayasa (Vol. 1, 2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
Utami, G. S., & Harris, D. A. (2016). Analisis pemanfaatan kapur sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ditinjau dari kuat geser.
Widodo, T., & Qosari, R. I. (2011). Efektifitas penambahan Matos® pada stabilisasi semen tanah berbutir halus. Retrieved from http://ejurnal.itats.ac.id/sntekpan/article/view/116
Wiqoyah, Q. (2006). Pengaruh kadar kapur, waktu perawatan, dan perendaman terhadap kuat dukung tanah lempung. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/73
Yuniar, D., Putra, P., & Ridwan, M. (2013). Pengaruh penambahan kapur gamping Madura pada tanah lempung di daerah Martajasah Bangkalan terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) Test. Retrieved from http://ejournal.unesa.ac.id/




3.png)
1.png)
1.png)
