ANALISIS MOMEN-LENDUTAN PADA BALOK INDUK DENGAN VARIASI PENEMPATAN BALOK ANAK BETON BERTULANG
DOI:
https://doi.org/10.17977/um068.v4.i4.2024.2Keywords:
Balon Induk, Konfigurasi Penempatan, Balon Anak, Profil Beton Bertulang, Momen Lentur, LendutanAbstract
Abstrak : Elemen struktur yang sangat penting pada bangunan adalah balok. Dalam perencanaan balok beton bertulang didesain untuk kuat menahan gaya sesuai dengan pembebanan. Balok anak berfungsi untuk mendistribusikan beban pelat ke balok induk. Bangunan yang memiliki pelat lantai yang cukup besar penting untuk menggunakan balok anak untuk meminimalisir lendutan pada pelat. Luasan pelat yang besar memengaruhi besarnya lendutan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konfigurasi penempatan balok anak beserta ukurannya terhadap momen lentur dan lendutan balok induk, serta lendutan maksimum yang terjadi pada pelat lantai. Terdapat enam Tipe pemodelan, yaitu Struktur Tipe Kontrol A1, Tipe A2, Tipe A3, Tipe Kontrol B1, Tipe B2, dan Tipe B3. Struktur Tipe Kontrol A1 memiliki luasan 7,2 m x 5 m tanpa menggunakan balok anak. Struktur Tipe A2 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan balok anak perletakan silang, Tipe A3 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan perletakan balok anak sejajar. Tipe Kontrol B1 memiliki luasan 6 m x 6 m tanpa menggunakan balok anak, Tipe B2 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok anak silang, Tipe B3 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok sejajar. Analisis pada penelitian ini menggunakan program berbasis elemen hingga. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah variasi konfigurasi dengan penambahan balok anak berpengaruh pada lendutan pelat lantai. Penambahan balok anak pada struktur dapat mereduksi lendutan pada pelat lantai hingga 98,32 percent.
References
Andi, K., Putra, T.D. dan Farid, A. (2016) “Pengaruh jumlah plat besi terhadap defleksi pembebanan pada pengujian superposisi,” Jurnal Ilmiah Widya Teknika, 24(2), hal. 1–5.
ASCE (2006) Minimum design loads for building and other structures. United State of America: American Society of Civil Engineering.
Badan Standardisasi Nasional (2019) SNI 2847-2019 : Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Jakarta, Jakarta: Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Fatanto, A.Y. (2020) “Analisis momen lentur balok induk dengan variasi konfigurasi penempatan balok anak profil Wide Flange (WF).”
Mahardika, G., Nasution, A. dan Ariga, A. (2020) “Pemodelan pembebanan balok profil baja dan simulasi displacement dan tegangan pada balok.”
Nadyaputri, A. dan Purwanto, E. (2019) “Analisis pengaruh dimensi balok anak terhadap momen lentur pada pelat dengan metode amplop dan metode elemen hingga,” 7(1), hal. 2303–2314.
Octavia, N. (2016) “Analisa luas tulangan balok akibat perubahan panjang bentang,” hal. 1–23.
Renaldy, D.K. dan Alisjahbana, S. (2018) “Analisis kenyamanan pelat lantai terhadap beban mesin bergetar,” Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran, dan Ilmu Kesehatan, 2(1), hal. 87–95.
Setiawan, E., Mungok, C. dan Budi, G.S. (2015) “Studi penggunaan balok anak pada struktur pelat beton bertulang,” Jurnal Teknik Sipil, 7, hal. 1.
Sumajouw, M. dan Windah, R. (2015) “Pengaruh kuat tekan terhadap kuat lentur balok beton bertulang,” 3(5), hal. 341–350.




3.png)
1.png)
1.png)
