Pengembangan Spot Wisata Edu-Construction Di Objek Wisata Embung Desa Banjarejo
DOI:
https://doi.org/10.17977/um068v3i42023p174-181Keywords:
desain, spot wisata, edu-constructionAbstract
Banjarejo Village has a huge opportunity to become an educational tourism village and needs development. The development of a tourist attraction must have something interesting to see, feel and certainly different from those in other places. The tourist village area is still limited to the ideals of the government and the local village community. Another thing is the unavailability of an educational tourist spot design for the development of the Banjarejo Village tourist area. So, it is necessary to touch and apply science and technology for the purposes of developing educational tourism spots in Banjarejo Village. One of the educational tourism spots that is suitable to be realized in the Banjarejo Village reservoir is the Edu-Construction Tourism Spot. Where the spot provides knowledge about development, such as making pavilions, bridges, or small buildings that can be realized in the village barrier, and it is hoped that the village community can develop development independently.
Desa Banjarejo mempunyai peluang sangat besar untuk menjadi desa wisata edukasi dan perlu pengembangan. Pengembangan suatu objek wisata harus memiliki sesuatu yang menarik untuk dilihat, dirasakan dan tentunya berbeda dengan yang ada ditempat lain. kawasan desa wisata masih sebatas cita-cita dari pemerintah dan masyarakat desa setempat. Hal lainnya adalah belum tersedianya suatu desain spot wisata edukasi untuk pengembangan kawasan wisata Desa Banjarejo. Sehingga perlu adanya sentuhan dan aplikasi IPTEKS untuk keperluan pengembangan spot wisata edukasi Desa Banjarejo. Salah satu spot wisata edukasi yang cocok direalisasikan pada embung Desa Banjarejo adalah Spot Wisata Edu-Contruction. Dimana spot tersebut memberikan pengetahuan mengenai pembangunan seperti pembuatan cara pembuatan gazebo, jembatan, ataupun bangunan kecil yang bisa direalisasikan diembung desa dan diharapkan masyarakat desa tersebut dapat mengembangkan pembanguanan secara mandiri.
References
Aboda, A. L. (2019). Pemberdayaan Masyarakat pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Ternak Kambing di Dusun Karangnongko.
Akaibara. (2019). Berbagi Cerita Tentang Sejarah Desa Banjarejo Pakis. https://ngalam.co/¬2019/-03/27/berbagai-cerita-sejarah-desa-banjarejo-pakis/
Anggraini, I. K. (2022). Sosialisasi Produk Pembiayaan Dan Jasa Keuangan Syariah Kepada Masyarakat Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. 01(September), 131–137.
Budhi Pamungkas Gautama, Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355–369. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414
Firmansyah, D., & Soesilo, F. (2020). Sejarah Daerah Malang Timur: Mengenal Toponimi dan Sejarah Lokal Desa-Desa di Daerah Pakis dan Sekitarnya. Inteligensia Media. http://repository.stpn.ac.id/3113/1/Hari Purwanto Adiwidodo.pdf
Indahningrum, R. putri, Naranjo, J., Hernández, Naranjo, J., Peccato, L. O. D. E. L., & Hernández. (2020). Rentabilitas Usaha Tani Kangkung di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Applied Microbiology and Biotechnology, 2507(1), 1–9. https://doi.org/10.1016/¬j. solener.¬2019.02.¬027%-0Ahttps://www.golder.com/insights/block-caving-a-viable-alternative/%0A???
Muchammad Imamudin. (2021). Perancangan Sub Terminal Agribisnis di Kabupaten Malang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi. 3(2), 6.
Mulyono, A. (20014). Studi Partisipasi Masyarakat pada Program Desa Mandiri Pangan di Desa Muntuk, Kabupaten Bantul. http://eprints.undip.ac.id/16261
Ngainun Naim., M.H.I., D. (2018). Kuatkan Desa Membanguan Negara.
Priyanto, R., Syarifuddin, D., Martina, S. (2018). Perancangan Model Wisata Edukasi diObjek Wisata Kampung Tulip. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat;ABDIMAS, 32–38.
Rubiantoro, P., Bisri, M., Pengairan, D. T., Teknik, F., Brawijaya, U., Jajar, P., Wetan, B., Pasir, S., & Kembar, P. (2022). Identifikasi sebaran lapisan akuifer dangkal di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. 13(1), 116–127.
Salambue, R., Fatayat., Mahdiyah, E., Andriyani, Y. (2020). Pengembangan Daya Tarik Objek Wisata Teluk Jering Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. . . Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 9–18.
Sofianto, A. (2020). Potensi Inovasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa. Matra Pembaruan, 4(2), 93–107. https://doi.org/10.21787/mp.4.2.2020.93-107
Sukriono, D. (2022). Implementation of Article 12 Regulation of the Minister of Home Affairs Number 51 The Year 2007 AS The Basic for Establishing. 7, 335–341.
Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata (Analisis Pariwisata). 58–72.




3.png)
1.png)
1.png)
