Sistem Kendali Smart Aquarium Ikan Arwana Menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC)

Authors

  • Fitri Fitri Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Mohammad Luqman Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Chairunisa Chanza Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17977/um068v1i102021p724-735

Keywords:

kendali kualitas air, fuzzy logic controller, sensor Ph E-201-C, sensor turbidity SEN-0189

Abstract

Arowana fish require a pH level of 6.8 – 7.5 and a turbidity level of 7.5 NTU. The purpose of making this tool is to maintain the pH and turbidity of the arowana fish aquarium water. This tool uses a pH sensor E-201-C to measure water pH levels, a turbidity sensor SEN-0189 to detect water turbidity, and an ultrasonic sensor to measure water levels, using an ESP32 microcontroller. In controlling pH levels using the fuzzy logic controller method using set point 7. On pH levels to control pH levels using a mini up pump and mini down pump. If the pH less than 6.8 then the mini up pump will be active, and vice versa if the pH more than 7.5 then the mini down pump will be active. Meanwhile, to control the turbidity of the water, a DC 12V 1 pump is used for discharging dirty water and a DC 12V 2 pumps for filling clean water. The data read by the sensor can be monitored via the 128X64 OLED and the blynk application on the smartphone. That based on the test results on the control system for controlling pH levels of arowana fish aquarium water using the fuzzy method can work with an error value of less than 0.4. Meanwhile, controlling the turbidity of water during the draining process takes 11 minutes 13 seconds and when filling clean water takes 27 minutes 2 seconds.

Ikan arwana membutuhkan kadar pH 6,8 – 7,5 dan tingkat kekeruhan 7,5 NTU. Pembuatan alat ini bertujuan untuk menjaga kadar pH dan kekeruhan air aquarium ikan arwana. Alat ini menggunakan sensor pH E-201-C untuk mengukur kadar pH, sensor turbidity SEM-0189 untuk mendeteksi kekeruhan air, sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air dan menggunakan mikrokontroller ESP32. Pada pengontrolan kadar pH menggunakan metode fuzzy logic controller dengan mengunakan setpoint 7. Pada pengontrolan kadar pH menggunakan pompa mini up dan pompa mini down. Apabila kadar pH kurang dari 6,8 maka pompa mini up akan aktif begitu juga sebaliknya apabila kadar pH lebih besar dari 7,5 maka pompa mini down akan aktif. Sedangkan untuk pengontrolan kekeruhan air menggunakan pompa DC 12V 1 untuk membuang air kotor dan pompa DC 12V 2 untuk mengisi air bersih. Data yang terbaca oleh sensor dapat dipantau melalui OLED 128X64 dan aplikai blynk pada smartphone. Berdasarkan hasil pengujian pada sistem kendali kontrol kadar pH air aquarium ikan arwana dengan metode fuzzy dapat bekerja dengan memiliki nilai error kurang dari 0,4. Sedangkan pada pengontrolan kekeruhan air pada saat proses pengurasan membutuhkan waku 11 menit 13 detik dan pada saat pengisian air bersih membutuhkan waktu 27 menit 2 detik.

References

Azmi, Z., & Saniman, I. (2016). Sistem penghitung pH air pada tambak ikan berbasis mikrokontroller. Jurnal ilmiah SAINTIKOM, 15(2), 101-108.

Arsada, B. (2017). Aplikasi sensor ultrasonik untuk deteksi posisi jarak pada ruang menggunakan arduino uno. Jurnal Teknik Elektro, 6(2).

Barus, E. E., Pingak, R. K., & Louk, A. C. (2018). Otomatisasi Sistem Kontrol Ph Dan Informasi Suhu Pada Akuarium Menggunakan Arduino Uno Dan Raspberry Pi 3. Jurnal Fisika: Fisika Sains dan Aplikasinya, 3(2), 117-125.

Chumaidi, C., Priyadi, A., Ginanjar, R., & Sugiarti, L. (2012). Ciri Kelamin Sekunder Pada Arwana Silver (Sclerophages macrocephalus) Varietas Pinoh. Jurnal Riset Akuakultur, 7(2), 221-229.

Hidayat, R. N. (2021). Perancangan Sistem Deteksi Kekeruhan Air Pada Akuarium Ikan Arwana Berbasis IoT. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi, 1(2), 391-401.

Indriani, A., & Fajri, M. (2019). Kontrol Kualitas Kadar Air Laut Menggunakan Fuzzy LogicUntuk Habitat Ikan Kerapu. JTEV (Jurnal Teknik Elektro Dan Vokasional), 5(1.1), 77-83.

Iskandar, H. R., Hermadani, H., Saputra, D. I., & Yuliana, H. (2019). Eksperimental Uji Kekeruhan air berbasis internet of things menggunakan sensor DFRobot SEN0189 dan MQTT cloud server. Prosiding Semnastek.

Mulyani, Y. W. T., Solihin, D. D., & Affandi, R. (2015). Efisiensi Penyerapan Kuning Telur Dan Morfogenesis Pralarva Ikan Arwana Silver Osteoglossum Bicirrhosum (Cuvier, 1829) Pada Berbagai Interaksi Suhu Dan Salinitas [Yolk Absorption Efficiency and Morphogenesis of the Silver Arawana Osteoglossum Bicirrhosum (Cuvier, 1829) Prelarvae at Various Interactions of Temperature and Salinity]. Jurnal Iktiologi Indonesia, 15(3), 179-191.

Nugrahanto, I. (2017). Pembuatan Water Level Sebagai Pengendali Water Pump Otomatis Berbasis Transistor. Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik-Sistem, 13(1), 59-70.

Pratama, D. A. (2018). Pengairan dan Pemberian Pakan Otomatis pada Akuarium Berbasis Arduino (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional Malang).

Setiawan, A., & Purnamasari, A. I. (2019). Pengembangan Smart Home Dengan Microcontrollers ESP32 Dan MC-38 Door Magnetic Switch Sensor Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Meningkatkan Deteksi Dini Keamanan Perumahan. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 3(3), 451-457.

Wagyana, A. (2019). Prototipe Modul Praktik untuk Pengembangan Aplikasi Internet of Things (IoT). Setrum: Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer, 8(2), 238-247.

Downloads

Published

29-10-2021

Issue

Section

Articles