Nostalgia Masa Kanak dalam Buku Puisi Museum Masa Kecil Karya Avianti Armand: Sebuah Kajian Memori Sastra

Authors

  • Darwanto Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p987-997

Keywords:

Nostalgia, Masa Kanak, Buku Puisi, ingatan individual

Abstract

Puisi sering kali diposisikan sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman personal maupun kolektif. Penelitian ini bertujuan memaparkan transmisi memori berupa nostalgia masa kanak-kanak yang terkandung dalam buku puisi Museum Masa Kecil karya Avianti Armand. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menjadikan karya tersebut sebagai subjek penelitian. Teori yang dipakai untuk membedah puisi adalah teori postmemory yang dikemukakan oleh Marianne Hirsch. Fokus utama analisis terletak pada bagaimana memori masa lalu penulis ditransmisikan melalui puisi sehingga dapat dihidupkan kembali dalam pengalaman membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima belas puisi yang merefleksikan nostalgia masa kanak-kanak penulis. Nostalgia tersebut tampak dalam berbagai simbol, metafora, serta citraan yang menyingkap pengalaman personal namun tetap terbuka bagi interpretasi pembaca. Melalui bait-bait puisinya, Avianti Armand tidak hanya menuturkan ingatan individual, tetapi juga menghadirkan ruang intersubjektif di mana pembaca dapat memproyeksikan pengalaman mereka sendiri. Dengan demikian, puisi berfungsi sebagai medium penghubung antara memori pribadi penulis dengan pengalaman kolektif pembaca. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan peran puisi sebagai sarana refleksi diri, transmisi memori, sekaligus media untuk menziarahi nostalgia masa kecil yang bersifat universal.

References

Anderson, B. (2006). Becoming and being hopeful: Towards a theory of affect. Environment and Planning D: Society and Space, 24(5), 733–752. https://doi.org/10.1068/d393t

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Armand, A. (2018). Museum masa kecil. Gramedia Pustaka Utama.

Astawan, I. N., Sadwika, I. N., & Juwana, I. D. P. (2022). Aspek moralitas dalam kumpulan cerpen Semprong Puun karya Ni Wayan Antari dkk dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Widyadari, 23(1), 1–12.

Azhari, S. N., Supena, A., & Firmansyah, D. (2024). Semiotika Peirce dalam kumpulan puisi Museum Masa Kecil karya Avianti Armand. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(1), 248–256. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i1.326

Endraswara, S., et al. (2022). Teori kajian memori sastra: Konsep dan praktik memori sastra sampai postmemory sastra. Eureka Media Aksara.

Erll, A. (2011). Memory in culture. Palgrave Macmillan.

Gunadi, A. A. (2017). Pengaruh lingkungan sosial terhadap imajinasi anak. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(2). https://doi.org/10.24176/re.v7i2.1215

Hidayat, G. T., & Indihadi, D. (2018). Teknik akrostik dalam penulisan puisi. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 103–109.

Hirsch, M. (1992). Family pictures: Maus, mourning, and post-memory. Discourse, 15(2), 3–29.

Hirsch, M. (2012). The generation of postmemory: Writing and visual culture after Holocaust. Columbia University Press.

Ilmawan, W., Saryono, D., & Zahro, A. (2024). Memori kolektif masyarakat Batavia dalam novel Al-Masih: Putra Sang Perawan karya Tasaro GK. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 134–144.

Jati, G. P. (2020). Transmisi memori dan wacana rekonsiliasi dalam cerpen Perempuan Sinting di Dapur karya Ugoran Prasad: Kajian postmemory. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 9(1), 28–42.

Maulinda, R., Muslihin, H. Y., & Sumardi, S. (2020). Analisis kemampuan mengelola emosi anak usia 5–6 tahun (literature review). Jurnal PAUD Agapedia, 4(2), 300–313.

Mintorogo, J. M., Adib, A., & Suhartono, A. W. (2014). Perancangan media interaktif pengenalan alfabet berbasis alat permainan edukatif untuk anak usia 2–4 tahun. Jurnal DKV Adiwarna, 1(4), 13.

Mukhayanah, L., & Setyawan, A. (2024). Memori dan trauma tokoh dalam novel May karya Sandi Firly: Kajian psikologi sastra. Journal of Educational Language and Literature, 2(1). https://doi.org/10.21107/jell.v2i1.25797

Nasution, F. Z. (2022). Meningkatkan kemampuan kognitif dengan metode membaca buku dongeng pada anak di Panti Asuhan Al Kahfi Medan. JUDIMAS, 3(1), 62–71. http://dx.doi.org/10.30700/jm.v3i1.1299

Ningrum, C. H. C., Fajriyah, K., & Budiman, M. A. (2019). Pembentukan karakter rasa ingin tahu melalui kegiatan literasi. Indonesian Values and Character Education Journal, 2(2), 69–78.

Rahmawati, A., Diarta, I. N., & Laksmi, A. R. (2022). Analisis pendekatan mimetik dalam novel trilogi Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra. JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 4(1), 13–23.

Rahmawati, E., & Hasanah, U. I. (2021). Pemberian sanksi (hukuman) terhadap siswa terlambat masuk sekolah sebagai upaya pembentukan karakter disiplin. Indonesian Journal of Teacher Education, 2(1), 236–245.

Rendika, N. R. (2022). Analisis puisi pendekatan struktural. Estetika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 44–54.

Saputro, M. R. A., & Utami, S. (2022). Analisis semantik pada puisi “Tak Sepadan” karya Chairil Anwar. Widyabastra: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 12–21.

Tomasouw, J. (2011). Kajian puisi Jerman melalui metode semiotik. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 6(2).

Downloads

Published

2025-09-01

How to Cite

Darwanto, D. (2025). Nostalgia Masa Kanak dalam Buku Puisi Museum Masa Kecil Karya Avianti Armand: Sebuah Kajian Memori Sastra. Journal of Language Literature and Arts, 5(9), 987–997. https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p987-997

Issue

Section

Articles