Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha

Authors

  • Anjar Pratiwi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p1071-1079

Keywords:

Pascakolonial, Homi K. Bhabha, Madre, Dee Lestari, kuliner Eropa

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk resistensi kaum terjajah terhadap penjajah dalam cerpen Madre (2021) karya Dee Lestari dengan fokus pada tokoh Lakshmi, seorang perempuan keturunan India yang menetap di Indonesia sejak 1920-an ketika Belanda masih berkuasa. Kajian ini menggunakan pendekatan pascakolonial dengan teori Homi K. Bhabha mengenai hibriditas, ambivalensi, serta mimikri-mockery, dan dilaksanakan melalui metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik simak-catat melalui pengelompokan serta identifikasi kutipan relevan dalam teks. Analisis difokuskan pada tindakan Lakshmi, namun jejak perjuangannya ditelusuri melalui narasi cucunya, Tansen Roy Wuisan, yang menjadi pewaris nilai dan tradisi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi Lakshmi terwujud dalam dua bentuk utama. Pertama, hibriditas identitas yang diwujudkan melalui perlawanan terhadap stereotipe pernikahan antar-etnis. Keputusan Lakshmi menikah dengan Tan Sin Gie, seorang keturunan Tionghoa, merepresentasikan perlawanan terhadap konstruksi kolonial yang membatasi relasi sosial. Kedua, mimikri budaya ditunjukkan lewat pengolahan kuliner Eropa. Lakshmi mengadopsi sekaligus mengolah ulang tradisi roti Eropa melalui adonan sourdough bernama Madre, sehingga tercipta produk kuliner berciri khas Nusantara. Temuan ini menegaskan bahwa karya sastra dapat merekam praktik resistensi kolonial melalui strategi hibriditas dan mimikri, serta menunjukkan bagaimana warisan identitas kultural terus hidup lintas generasi.

References

Abdullah, R. D. (2022). Identitas tokoh pribumi dalam cerpen Penunjuk Jalan karya Iksaka Banu: Kajian pascakolonial Homi K. Bhabha. Mimesis, 3(1), 10–23. https://doi.org/10.12928/mms.v3i1.5247

Akmal, M. (2018). Hibriditas dan mimikri dalam Animal Farm karya George Orwell: Kajian pascakolonial Homi K. Bhabha [Skripsi, Universitas Gadjah Mada]. UGM Repository. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/168480

Anhar, A., & Dewi, N. (2024). Analysis of postcolonialism in the short story “Lilin” by Sunaryono Basuki KS. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 7(3), 1146–1157. https://doi.org/10.24815/jr.v7i3.39872

Aris, Q. I., & Syam, E. (2025). Resistensi kultural dalam sastra anak: Kajian postkolonial terhadap biografi Tenas Effendi. Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM), 5(1), 24–34. https://journal.unilak.ac.id/index.php/Jurkim/article/download/25742/7426/93451

Aziz, B. (2023). Similaritas identitas Tansen dan Madre dalam kumpulan cerita Madre karya Dee Lestari [Skripsi, Universitas Islam Malang]. UNISMA Repository. https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/8995

Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.

Furqon, S., & Busro, N. (2020). Hibriditas poskolonialisme Homi K. Bhabha dalam novel Midnight’s Children karya Salman Rushdie. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 9(1), 73–88. https://doi.org/10.26499/jentera.v9i1.494

Habiballah, N. N. (2022). The portrayal of Homi K. Bhabha’s postcolonial identities in Chinua Achebe’s No Longer at Ease (1960) novel [Skripsi, Diponegoro University]. UNDIP Repository. https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/16396/1/Nabila%20Nurul%20Habiballah%20-%2013020118140176%20-%20Thesis%20Final.pdf

Jatmiko, Sumarwati, & Suhita, R. (2012). Konflik batin tokoh-tokoh dalam kumpulan cerita Madre karya Dewi Lestari. Basastra: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 1(1), 1–15. https://core.ac.uk/download/pdf/12346029.pdf

Kuswantoro, E. B., & Karkono. (2022). Adonan biang Tan de Bakker dalam film Madre karya sutradara Beni Setiawan: Kajian gastronomi. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(6), 782–797. https://doi.org/10.17977/um064v2i62022p782-797

Lestari, D. (2021). Madre (8th ed.). Penerbit Bintang (PT Bentang Pustaka).

Lestari, U. F. R. (2016). Analisis pascakolonialisme Gadis Panai karya Pramoedya Ananta Toer dalam teori Homi K. Bhabha. Medan Makna, 14(2), 144–153. https://core.ac.uk/download/pdf/229285984.pdf

Nanda, F. T. (2024). Adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre sutradara Benni Setiawan [Skripsi, Universitas Andalas]. UNAND Repository. http://scholar.unand.ac.id/476010/

Nensilianti, N., Ridwan, R., & Istiqamah, P. N. (2025). Liminalitas dan ambivalensi dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y. B. Mangunwijaya: Poskolonialisme Homi K. Bhabha. Prosodi, 19(1), 17–26. https://doi.org/10.21107/prosodi.v19i1.25463

Noor, R. (2020). Kearifan lokal dalam hibriditas sastra Indonesia modern. NUSA, 15(1), 96–104. https://doi.org/10.14710/nusa.15.1.96-104

Rahman, H. (2024). A postcolonial analysis of hegemony and resistance in Avatar: The Way of Water (2022). Litera Kultura: Journal of Literary and Cultural Studies, 12(1), 59–68. https://doi.org/10.26740/lk.v12i1.61047

Ratnasari, A., Wahab, W. M., & Muhri. (2024). Poskolonialisme dalam antologi cerpen Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu: Kajian teori Homi K. Bhabha. Sebasa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 181–197. https://doi.org/10.29408/sbs.v7i1.27260

Sapiya, B. (2020). Latar cerpen Madre dalam kumpulan cerita Madre karya Dewi Lestari: Analisis struktural. Arbitrer, 2(3), 325–340. https://doi.org/10.30598/arbitrervo2no3hlm325-340

Sardari, A. (2021). The unstable nature of dominant-subordinate relation: Postcolonial study towards Thomas King’s The Colour of Walls. Rainbow: Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies, 10(1), 77–84. https://doi.org/10.15294/rainbow.v10i1.46261

Sari, S. K. (2024). Analisis semiotika pada cerpen Madre karya Dee. JPBSI, 1(1), 1–6. https://jurnal.stkipmuhlmj.ac.id/index.php/JPBSI/article/view/3/4

Suweleh, F. (2020). Tokoh-tokoh nativephilia dalam antologi cerpen Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu: Analisis pascakolonial Homi K. Bhabha. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 9(2), 199–215. https://doi.org/10.26499/jentera.v9i2.2837

Tamrin, A. F., & Kalimbongan, M. (2023). Postcolonial identity in the novel The Duke of Shadows by Meredith Duran: Homi K. Bhabha’s postcolonial theory. J-Shelves of Indragiri (JSI), 5(2), 142–161. https://doi.org/10.61672/jsi.v5i1.2667

Umar, A. D., & Lawan, N. (2024). Critical review of postcolonial theory of Homi Bhabha’s hybridity: A study of The Location of Culture. Middle East Research Journal of Linguistics and Literature, 4(1), 15–19. https://doi.org/10.36348/merjll.2024.v04i01.003

Wang, Y. (2023). Postcolonial discourse analysis on the “cultural negotiation” of Homi K. Bhabha. Journal of Humanities, Arts and Social Science, 7(2), 325–333. https://doi.org/10.26855/jhass.2023.02.014

Wijayanti, D. (2013). Respons pembaca terhadap cerpen Madre karya Dee (Sebuah tinjauan resepsi sastra) [Skripsi, Universitas Negeri Makassar]. UNM Repository. https://eprints.unm.ac.id/12783/

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Pratiwi, A. (2025). Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha. Journal of Language Literature and Arts, 5(9), 1071–1079. https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p1071-1079

Issue

Section

Articles