Merawat Harmonisasi Nilai Kebhinekaan melalui Penghayatan Makna Relief Kinara-Kinari pada Candi Badut

Authors

  • Ariswan Adi Mohendra PPG Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang
  • Imas Khoriul Ilmi PPG Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang
  • Shania Mauludiya Iswanda PPG Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang
  • Aditya Nugroho Widiadi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang https://orcid.org/0000-0001-8172-493X

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i12025p35-43

Keywords:

relief Kinara-Kinari, Candi Badut, Studi dokumentasi, kesetaraan, keharmonisan

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap nilai kebhinekaan dan toleransi yang terkandung dalam relief Kinara-Kinari pada Candi Badut di Malang. Relief ini menggambarkan dua sosok burung berkepala manusia yang menjaga Kalpataru, simbol pohon kehidupan, yang melambangkan keharmonisan dalam kehidupan. Hal ini penting agar generasi muda, sebagai agen perubahan, tidak terjebak dalam konflik yang dapat menyebabkan perpecahan di tengah keberagaman Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka dan dokumentasi sebagai sumber data, yang kemudian dianalisis untuk disajikan dalam bentuk tulisan sistematis. Candi Badut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan candi-candi lain di Jawa Timur, salah satunya adalah langgam Jawa Tengah yang terlihat pada relief Kinara-Kinari. Relief tersebut terletak di beberapa bagian candi, seperti pipi tangga dan sisi kanan kiri badan candi. Berbeda dengan relief pada candi di Jawa Tengah, relief Kinara-Kinari di Candi Badut digambarkan terpisah dan tidak mengapit objek, dengan tampilan samping yang datar. Temuan ini menunjukkan pentingnya memahami makna-makna yang terkandung dalam relief tersebut, yang dapat menanamkan nilai kebhinekaan, kesetaraan, dan keharmonisan bagi masyarakat Indonesia yang beragam.

References

Agung, D. A. G. (2018). Kebhinekaan: Sebuah retorika. Jurnal Sejarah dan Budaya, Nomor, 1.

Ahmadi, R. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Ar-Ruzz Media.

Arif, D. B. A., & Zuliyah, S. Z. (2013). Nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Dinarti, N. S., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Meningkatkan integrasi nasional melalui implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7890–7899.

Halim, A. (2017). The meaning of ornaments in the Hindu and Buddhist temples on the islands of Java (Ancient-Middle-Late Classical Eras). Riset Arsitektur (RISA), 1(2), 170–191.

Haryono, T. (2016). The role of cultural diversity in social cohesion in Indonesia. Journal of Social and Cultural Anthropology, 12(1), 78–94.

Oktavianto, R. D. (2013). Kajian historis tentang Candi Badut di Kabupaten Malang. Pancaran Pendidikan, 2(4), 196–208.

Segara, I. N. Y. (2019). Hindu dan multikulturalisme: Sejarah, warisan budaya, teks suci dan refleksi kritis. Repository Universitas Hindu Indonesia.

Setiawan, R. (2019). Kinara-Kinari pada relief Candi Badut sebagai ide penciptaan motif batik Malangan. Imajinasi: Jurnal Seni, 13(2), 35–42. https://doi.org/10.15294/imajinasi.v13i2.21933

Somantri, G. R. (2005). Memahami metode kualitatif. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(2), 57–65.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparlan. (2004). Hubungan antar suku bangsa. KIK Press.

Thobroni, M., & Nurgiyantoro, B. (2010). Multikulturalisme dalam cerita tradisional Yogyakarta. Jurnal Penelitian Humaniora, 2(1), 154–169.

Utami, I. W. P., & Widiadi, A. N. (2016). Wacana Bhinneka Tunggal Ika dalam buku teks sejarah. Paramita, 26(1), 106–117.

Sari, N. K., & Murtiyoso, O. (2024). Makhluk mitologi Kinara-Kinari di relief Candi Prambanan sebagai inspirasi dalam berkarya seni hias kaca. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 13(1), 37–46. https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/78838

Pradhikta, D., Wardhani, N. W. S., Fatmawati, R. S., & Setiawan, R. (2019). Implementation of Kinara-Kinari batik pattern on cloth. ISLLAC: Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture, 3(1), 36–43. http://dx.doi.org/10.17977/um006v3i12019p036

Pradhikta, D. (2018). Dwarapala in Singosari temple’s relief as idea for creating Malangan batik motif. Imajinasi: Jurnal Seni, 12(2), 77–84. https://doi.org/10.15294/imajinasi.v12i2.17466

Rahayu, E. D., Zidah, A. A., Afandi, A. N., & Ayundasari, L. (2024). Nilai-Nilai Relief Bubukshah Gagang Aking terhadap Penguatan Karakter Kebhinekaan Peserta Didik. Journal of Language Literature and Arts, 4(9), 921–928. https://doi.org/10.17977/um064v4i92024p921-928

Zidah, A. A., & Afandi, A. N. (2024). Relevansi Situs Candi Mirigambar sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal di Kabupaten Tulungagung. Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 3(1), 84–92. https://doi.org/10.17977/um084v3i12025p84-92

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Mohendra, A. A., Ilmi, I. K., Iswanda, S. M., & Widiadi, A. N. (2024). Merawat Harmonisasi Nilai Kebhinekaan melalui Penghayatan Makna Relief Kinara-Kinari pada Candi Badut. Journal of Language Literature and Arts, 5(1), 35–43. https://doi.org/10.17977/um064v5i12025p35-43

Issue

Section

Articles