Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah dalam Persiapan Asesmen Nasional
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v1i42021p450-461Keywords:
Gerakan Literasi Sekolah, asesmen nasional, optimalisasi GLSAbstract
Abstract: There is a change in National Examination into National Assessment that gives a different challenge for the teachers and students. The instrument of National Assessment has three components: (1) Minimum Competency Assessment, (2) Character Survey, and (3) Academic Environment Survey. To aim the maximum marks on National Assessment, the students should have a high literacy skill. It could be achieved using the School Literacy Movement (GLS). The research used literature study using secondary data. The analysis used descriptive method systematically and critically. Conceptually, the School Literacy Movement (GLS) would be a great way to help the students improve their literacy skill and develop their critical minds. However, practically there are many schools that have difficulties in implementing the School Literacy Movement. There are three obstacles that hindering the implementation of School Literacy Movement: (1) Facilities and infrastructures, (2) Bureaucracy, and (3) Human Resources. Those obstacles could be solved with the change of the mindset to optimize the School Literacy Movement: (1) Motivation, (2) Instant Gratification, (3) Observation, (4) Novelty, (5) Analytical and Critical Thinking, and (6) Freedom of Choices. The change of mindset is needed to enhance the effectivity and efficiency of the School Literacy Movement so that the facilitators and the students could improve their literacy skill for National Assessment in the near future, and to improve the character of the people of Indonesia in the future.
Keywords: School Literacy Movement, national assessment, GLS Optimalization
Abstrak: Perubahan format Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional memberikan tantangan tersendiri terhadap para guru dan siswa. Instrumen AN memiliki 3 aspek: (1) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), (2) Survei Karakter, dan (3) Survei Lingkungan Belajar. Untuk mencapai nilai AKM yang maksimal, siswa harus memiliki tingkat literasi yang tinggi. Hal itu dapat dicapai dengan menggunakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder. Proses analisis secara deskriptif dilakukan setelah data yang diperoleh, dikaji secara mendalam, dengan urutan yang sistematis, dan kritis. Secara konsep, GLS akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi dan sikap kritis siswa. Akan tetapi, secara praktik masih banyak sekolah yang kesulitan untuk memaksimalkan GLS dengan baik. Beberapa jenis kendala yang dialami oleh sekolah yaitu: (1) Kendala sarana dan prasarana, (2) Kendala birokratis, dan (3) Kendala sumber daya manusia. Kendala-kendala tersebut dapat diselesaikan dengan beberapa perubahan paradigma berpikir untuk optimalisasi GLS yang telah diusulkan, yaitu: (1) Motivasi, (2) Gratifikasi Instan, (3) Observasi, (4) Kebaruan, (5) Pembiasaan Sikap Analitis, dan (6) Pemberian Kebebasan. Dengan adanya perubahan paradigma berpikir ini diharapkan para fasilitator dan siswa dapat meningkatkan literasi dan karakternya agar berhasil menempuh AN dalam jangka pendek, dan menguatkan karakter moral bangsa dalam jangka panjang.
Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, asesmen nasional, optimalisasi GLS
References
Anisah. (2019). Dinamika Implementasi Gerakan Literasi Sekolah SD. Edukasi Jurnal Penelitian & Artikel Pendidikan, 11(2), 77–90. https://doi.org/https://doi.org/10.31603/edukasi.v11i2.2824
Budiansyah, A. (2020). Nadiem Usung Computational Thinking Jadi Kurikulum, Apa Itu? Retrieved November 14, 2020, from CNBC Indonesia website: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200218151009-37-138726/nadiem-usung-computational-thinking-jadi-kurikulum-apa-itu
Cocchiarella, C. (2020). What is Functional Literacy, and why does our high-tech society need it? Retrieved November 19, 2020, from mindfultechnics.com website: https://mindfultechnics.com/what-is-functional-literacy/
Debora, Y. (2020). Asesmen Nasional 2021 Pengganti UN: 3 Poin yang Bakal Diuji. Retrieved November 14, 2020, from Tirto.id website: https://tirto.id/asesmen-nasional-2021-pengganti-un-3-poin-yang-bakal-diuji-f5Hm
Helwa Hanin, N., & Irfan Islamy, M. (2020). Reading Literacy Movement in Elementary School / Gerakan Literasi Membaca di Sekolah Dasar. Journal AL-MUDARRIS, 3(1), 93. https://doi.org/10.32478/al-mudarris.v3i1.418
Hidayah, Layli; Widodo, G. S. (2020). Jurnal Bidang Pendidikan Dasar. 4(2), 195–205.
Joko, B. S. (2019). Dampak Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Menumbuhkan Minat Baca Siswa SMA di Kota Balikpapan. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 12(2), 123–141.
Kemendikbud. (2016). KILASAN GERAKAN LITERASI NASIONAL. Retrieved November 14, 2020, from gln.kemendibud.go.id website: https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/tentang-gln/
Kemendikbud. (2017). Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah. Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Vol. 369, pp. 1689–1699. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.
Kemendikbud. (2020). AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran. Pusat Asesmen Dan Pembelajaran Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, pp. 1–37. Retrieved from https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/akm/frontpage/detail#:~:text=Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan,dan literasi matematika (numerasi).
Minayugie, A. T., & Syahri, M. (2020). Analisis Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Pada Jenjang Sekolah Dasar Di Kabupaten Malang. Jurnal Kebijakan Dan Pengembangan Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.22219/jkpp.v7i2.12052
Nasrullah. (2020). Penerapan Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Literasi Siwa SMP dan SMA di Bosowa School Makassar. Jurnal Nalar Pendidikan, 8(1), 73–80.
Nugrahani, F. (2020). Gerakan Literasi Sekolah Berbasis Kearifan Lokal Dan Kontribusinya Bagi Pendidikan Karakter. Widyaparwa, 48(1), 50–64. https://doi.org/10.26499/wdprw.v48i1.438
Nurgiyantoro, B., Lestyarini, B., & Rahayu, D. H. (2020). Konstruk Asesmen Literasi Fungsional Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. https://doi.org/10.21831/ltr.v19i2.32977
Septiary, D., & Sidabutar, M. (2020). Pelaksanaan program gerakan literasi sekolah (GLS) di SD Muhammadiyah Sokonandi. Epistema, 1(1), 1–11. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/epistema/article/view/32054
Subiyanti, S. (2020). DI SEKOLAH DASAR BERBASIS LITERASI Universitas Muria Kudus , Indonesia Abstrak. REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(3), 24–34.
The World Bank. (2018). Learning more, growing faster. Indonesia Economic Quarterly, (June), 40–54. Retrieved from https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/29921
Wing, J. M. (2006). Computational Thinking. Communications of the ACM, 49(3), 33–35. https://doi.org/https://doi.org/10.1145/1118178.1118215
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























