Analisis Korelasi Oleh Mahasiswa Sebagai Agent of Change Di Era Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.17977/um068v2i12022p31-38Keywords:
korelasi, manusia, society 5.0Abstract
A theory that enables mankind to satisfy requirements and improve quality of life via the application of cutting-edge technology-based science like Artificial Intelligence (AI) and the Internet of Things (IoT). Society 5.0 uses a combination of people and technology to address integrated societal issues in both the physical world and the virtual one. In this instance, it demonstrates the relationship between the advent of civilization 5.0 and modifications to the idea of a technologically advanced, human-centered society. This article's goal is to demonstrate how, in the age of civilization 5.0, there is a link between humans and technology (human vs. IoT). Researchers do their studies using a variety of resources from the internet and other technology-related publications, as well as library research. The findings of this study demonstrate that, in the 5.0 civilization age, pupils can analyze correlations with simulated connections.
Sebuah teori yang memungkinkan umat manusia sebagai pemenuhan kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup melalui penerapan sains berbasis teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Jelas bahwa masyarakat 5.0 menggunakan kombinasi manusia dan teknologi untuk mengatasi masalah masyarakat yang terintegrasi baik di dunia fisik maupun dunia maya. Dalam hal ini menunjukkan hubungan antara munculnya peradaban 5.0 dan modifikasi gagasan masyarakat yang berpusat pada manusia yang maju secara teknologi. Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan bagaimana, di era peradaban 5.0, ada keterkaitan antara manusia dan teknologi (manusia vs. IoT). Para peneliti melakukan studi mereka menggunakan berbagai sumber dari internet dan publikasi terkait teknologi lainnya, serta penelitian perpustakaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, di era peradaban 5.0, siswa mampu menganalisis korelasi dengan koneksi yang disimulasikan.
References
Syah, A. F., Ma’rifah, D., & Anisah, A. L. (2022). Human Experience Management as The Basic For Development of State Civil Apparatus.
Al Faruqi, U. (2019). Future service in industry 5.0. Jurnal Sistem Cerdas, 2(1), 67-79.
Nastiti, F. E., & Ni’mal‘Abdu, A. R. (2020). Kesiapan pendidikan Indonesia menghadapi era society 5.0. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 5(1), 61-66.
Hanafy, M. S. (2014). Konsep belajar dan pembelajaran. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 17(1), 66-79.
Nusantara, T. (2020). Society 5.0 dan riset perguruan tinggi indonesia. Proseding Nasional Penguatan Riset Dan Luarannya Sebagai Budaya Akademik Di Perguruan Tinggi Memasuki Era 5.0, 1–20.
Zufiroh, L., & Basri, S. (2023). Tantangan guru pendidikan agama islam dalam menghadapi era society 5.0. JURNAL AN-NUR: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 9(01).
Mursyidah, N., & Muhammad, M. (2023). Arah Baru Pembelajaran Pada Mahasiswa Di Era Society 5.0. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma (JPMS), 9(1).
Fukuyama, M. (2018). Society 5.0: Aiming for a new human-centered society. Japan Spotlight, 27(5), 47-50.
Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020, April). Selamat tinggal revolusi industri 4.0, selamat datang revolusi industri 5.0. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Moto, M. M. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan. Indonesian Journal of Primary Education, 3(1), 20-28.
Foresti, R., Rossi, S., Magnani, M., Bianco, C. G. L., & Delmonte, N. (2020). Smart society and artificial intelligence: big data scheduling and the global standard method applied to smart maintenance. Engineering, 6(7), 835-846
Golovianko, M., Terziyan, V., Branytskyi, V., & Malyk, D. (2023). Industry 4.0 vs. Industry 5.0: Co-existence, Transition, or a Hybrid. Procedia Computer Science, 217, 102-113.




3.png)
1.png)
1.png)
