MENGHADAPI VUCA: VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM SUB-SEKTOR PERBANKAN DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO DI TENGAH OPTIMISME PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Authors

  • Maylawati Arum Puspita Fakultas Ekonomika dan Bisnis Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia

Keywords:

Volatilitas Harga Saham, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ekonomi Makro, VUCA

Abstract

Penelitian ini menganalisis volatilitas harga saham Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam konteks kondisi ekonomi makro dan dinamika VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) selama periode Januari 2022 hingga Desember 2023. Metode yang digunakan meliputi pengukuran standar deviasi harga saham untuk menilai tingkat volatilitas. Hasil menunjukkan bahwa BBCA memiliki volatilitas lebih tinggi (1,5%) dibandingkan BBRI (1,2%). Fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh inflasi, suku bunga, dan sentimen pasar. Inflasi yang tinggi dan suku bunga yang meningkat memperburuk ketidakpastian di pasar, sementara pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat meningkatkan kepercayaan investor. Dalam kondisi VUCA, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman. Temuan ini menekankan perlunya pemahaman mendalam tentang hubungan antara volatilitas, kondisi ekonomi makro, dan faktor eksternal, serta pentingnya analisis yang komprehensif bagi investor dan kebijakan yang responsif dari pemangku kebijakan untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

References

Almughnia, M. A. A., & Aji, T. S. (2022). Pengaruh variabel moneter terhadap indeks harga saham sektor keuangan. BanKu: Jurnal Perbankan dan Keuangan, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.37058/banku.v3i1.4982

Widyantoro, N., & Ismal, R. (2023). Analisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap volatilitas indeks saham syariah Indonesia (ISSI). IJIEB: Indonesian Journal of Islamic Economics and Business, 4(2), 174–195.

Listiana, N., & Robiyanto, R. (2021). Pengaruh indeks volatilitas, nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi terhadap integrasi pasar modal ASEAN dengan pasar modal Amerika Serikat. Jurnal Politeknik Caltex Riau, 14(1), 17–26.

Namirah, S. N. H., & Yusri, M. (2023). Analisis indikator makro terhadap nilai saham sektor perbankan LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 20(2), 212–226.

Almughnia, M. A. A., & Aji, T. S. (2022). Pengaruh variabel moneter terhadap indeks harga saham sektor keuangan. BanKu: Jurnal Perbankan dan Keuangan, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.37058/banku.v3i1.4982

Asmara, I. P. W. P., & Suarjaya, A. G. (2018). Pengaruh variabel makro ekonomi terhadap indeks harga saham gabungan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 7(3), 1397–1425. https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2018.v7.i03.p010

Hakim, A. (2023). Pengaruh inflasi dan tingkat suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 4(4), 1283–1291. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v4i4.3377

Mukmin, A., & Firmansyah, D. (2015). Analisis perbandingan volatilitas indeks harga saham IHSG dan JII. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 3(1). www.ojk.go.id

Namirah, S. N. H., & Yusri, M. (2023). Analisis indikator makro terhadap nilai saham sektor perbankan LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 20(2), 212–226.

Noviarti. (2018). Analisis makro ekonomi dan indeks Dow Jones terhadap volatilitas pasar saham Indonesia. Jurnal Manajemen Universitas Satya Negara Indonesia, 3(2).

Putri, N. V. K., & Mubin, M. K. (2021). Financial deepening relationship with economic growth in Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 6(1), 133. https://doi.org/10.20473/jiet.v6i1.26220

Wardani, S., Katti, B., & Arifin, Z. (n.d.). Pengaruh faktor makro ekonomi, indeks bursa global, dan kepemilikan saham asing terhadap pergerakan harga saham di bursa.

Downloads

Published

2025-07-29

Issue

Section

Articles