PERAN PENTING OPTIMISME DAN RATIONAL EXPECTATION DALAM MENGHADAPI KONDISI VUCA DALAM SEKTOR KEUANGAN MELALUI ANALISIS VOLATILITAS DENGAN PERSPEKTIF INDEKS HARGA SECARA MAKROEKONOMI
DOI:
https://doi.org/10.17977/um066v5i52025p5Keywords:
Sektor Keuangan, Optimisme, Rational Expectation, VolatilitasAbstract
Abstrak
Perekonomian di Indonesia tidak lepas dari kenaikan dan penurunan pada
angka sektor keuangan, terutama mengenai indeks harga dan indikator
ekonomi makro. Indeks harga dan indikator ekonomi makro berhubungan
dengan naik turun harga saham, di mana setiap tahun mengalami periode
optimisme dalam pertumbuhan ekonomi. Sektor keuangan sebagai backbone
perekonomian nasional, karena peran strategis yang dimiliki mampu menjaga
stabilitas ekonomi. Optimisme dan rational expectation memiliki peranan
yang sangat penting pada perekonomian nasional dalam sektor keuangan
untuk mengantisipasi kondisi VUCA. Dalam menghadapi kondisi VUCA
membutuhkan kombinasi hubungan optimisme dalam menciptakan
kepercayaan pasar dan rational expectation untuk memberikan dukungan
pada pengambilan keputusan berbasis data dengan perspektif indeks harga
juga indikator ekonomi makro. Metode yang digunakan analisis deskriptif
kualitatif dengan menggunakan indeks harga saham gabungan sebagai
pengukur dalam perilaku para investor dengan data periode Januari 2023
dengan Januari 2024, berdasarkan hasil standar deviasi harga saham untuk
mengukur volatilitas dan menilai risiko relatif dari investasi tertentu. Hasil dan
pembahasan ini menunjukkan peranan penting optimisme dan rational
expectation pada sektor keuangan di mana hasil analisis statistik rata-rata
indeks harga saham menunjukkan grafik yang stabil dalam artian volatilitas
yang terjadi lebih rendah dibandingkan sektor lainnya, walaupun terdapat
sektor lain yang menunjukkan karakteristik paling stabil. Simpulannya
volatilitas yang rendah pada sektor keuangan lebih membuktikan risiko yang
moderat, sehingga para pelaku ekonomi memiliki daya tarik untuk menjadi
pilihan berinvestasi. Hal itu menunjukkan pernyataan di mana perekonomian
nasional mengalami peningkatan optimisme dan rational expectation mampu
mengembangkan skenario dan simulasi ekonomi atas diversifikasi portofolio
keuangan dalam mengurangi risiko yang kompleks serta target optimisme
pertumbuhan valid sebesar 8% per tahun.
References
Bansal, R., Kiku, D., Shaliastovich, I., & Yaron, A. (2012). Volatility, the macroeconomy, and asset prices.
Indrakusuma, D. A., & Hayati, B. (2020). Analisis pengaruh perkembangan indikator sektor keuangan terhadap pertumbuhan
ekonomi Indonesia selama tahun 1980–2019. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 3(2).
Khan, M. T. I., Tan, S.-H., & Chong, L.-L. (2016). The effect of stated preference for room characteristics, optimism, and
overconϐidence on trading activities. Faculty of Management.
Meng, S., & Chen, Y. (2023). Market volatility spillover, network diffusion, and ϐinancial systemic risk management: Financial
modeling and empirical study.
Munawwaroh, Z., & Mukhlis, I. (2023). Strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk kredit usaha rakyat di BRI
Unit Tanjungrejo Kota Malang. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan, 12(3).
Muniroh, A. (2018). Hope dan optimisme: Diskursus perkembangan ekonomi syariah, 1, 1–9.
Safrani, D. R. (2022). Pengaruh volume perdagangan saham, dividend yield, earning volatility, ϐirm size, dan nilai tukar
terhadap volatilitas harga saham. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




3.png)
1.png)
1.png)
