Pengaruh desentralisasi fiskal, kapasitas fiskal daerah, dan elastisitas fiskal terhadap pertumbuhan inklusif Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.17977/um066v1i22021p120-134Keywords:
desentralisasi fiskal, kapasitas fiskal daerah, elastisitas fiskal, pertumbuhan inklusif, fiscal decentralization, regional fiscal capacity, fiscal elasticity, inclusive growthAbstract
Pertumbuhan inklusif diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan output tetapi juga dampak dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Kebijakan fiskal pemerintah tidak hanya diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkarakter inklusif. Kemampuan kemandirian ekonomi daerah yang digambarkan melalui desentralisasi fiskal, kapasitas fiskal daerah dan elastisitas fiskal sebagai salah satu wujud kebijakan fiskal dapat mendorong terwujudnya pertumbuhan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal, kapasitas fiskal daerah dan elastisitas fiskal terhadap pertumbuhan inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel dengan menggunakan data panel 34 provinsi di Indonesia selama 3 tahun (2017-2019). Pengolahan data menggunakan software e-views dan variabel dihitung menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal dan kapasitas fiskal daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan inklusif, sedangkan elastisitas fiskal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan inklusif.
References
Aulia, N. (2014). Hubungan Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Kemiskinan, Dan Kesenjangan Pendapatan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. Economics Development Analysis Journal, 3(2), 327–336. https://doi.org/10.15294/edaj.v3i2.3839
Basuki, A. T., & Nano, P. (2016). Analisis Regresi dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis: Dilengkapi Aplikasi SPSS & EVIEWS. PT Raja Grafindo Persada.
Hapsari, S. A. D., Hutagaol, M. P., & Asmara, A. (2013). Pertumbuhan Inklusif : Fenomena Pertumbuhan Inklusif Di Kawasan Indonesia Bagian Barat Dan Indonesia Bagian Timur. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 2(2), 85–112. https://doi.org/10.29244/jekp.2.2.85-112
Gujarati, D. N. (2012). Dasar-dasar Ekonometrika, Terjemahan Mangunsong. RC (5th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Hastuti, P. (2018). Desentralisasi fiskal dan stabilitas politik dalam kerangka pelaksanaan otonomi daerah di indonesia. Simposium Nasional Keuangan Negara, 784–799. https://jurnal.bppk.kemenkeu.go.id/snkn/article/view/293
Herdiyana, D. (2019). Analisis Data Peta Kapasitas Fiskal Daerah. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara, 1, 112–133. https://doi.org/https://doi.org/10.31092/jurnal%20pkn.v1i1.610
Hidayat, R. (2017). Political devolution: Lessons from a decentralized mode of government in Indonesia. SAGE Open, 7(1). https://doi.org/10.1177/2158244016686812
Islam, F. S. (2015). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, Penggangguran Dan Ketimpangan Perekonomian Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah [Universitas Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/3660
Juma’eh, Tiawon, H., & Hukom, A. (2020). Analisis Kapasitas Fiskal dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah. Journal of Environment and Management, 1(1), 40–45.
Klasen, S. (2010). Measuring and monitoring inclusive growth in developing and advanced economies: Multiple definitions, open questions and some constructive proposals. In Reframing Global Social Policy: Social Investment for Sustainable and Inclusive Growth (No. 12; Issue 12). https://doi.org/10.1332/policypress/9781447332497.003.0006
Kurniasih, D. E. (2020). Infrastructure and Inclusive Economic Growth in Decentralized Indonesia. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik ( JIAP ), 6(1), 16–24.
Murad, A. (2019). DESENTRALISASI FISKAL DAN INKLUSIFITAS PERTUMBUHAN EKONOMI DIKABUPATEN/KOTA DI NTB. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah-ALIANSI, 3(2), 129-157.
Ramos, A., Raquel, Ranieri, R., Lammes, & Jan-Willen. (2013). Mapping inclusive growth (No. 105). http://hdl.handle.net/10419/71778
Sitorus, A. V. Y., & Arsani, A. M. (2018). A Comparative Study of Inter-Provincial Inclusive Economic Growth in Indonesia 2010-2015 with Approach Methods of ADB, WEF, and UNDP. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 2(1), 64-77.
Tambunan, T. (2016). Pembangunan Ekonomi Inklusif: Sejauh Mana Indonesia? (I). LP3ES.
Todaro, M. P. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga (H. Munandar (ed.); Ketujuh). Erlangga.
Utami, D. N., & Indrajaya, I. G. B. (2019). Pengaruh Pad Dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Bali. E-Jurnal EP Unud, 8(10), 2195–2225.
Zhuang, J. (2010). Poverty, Inequality, and Inclusive Growth in Asia: Measurement, Policy Issues, and Country Studies (English). Asian Development Bank. https://doi.org/https://doi.org/10.7135/-UPO9780857288066.003
Zulyanto, A. (2012). Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu. Ecosains: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembangunan, 1(1). http://ejournal.unp.ac.id/index.php/-ekosains/¬article/view/3465
Makmara, T. (2010). Tuturan Persuasif Wiraniaga dalam Berbahasa Indonesia: Kajian Etnografi Komunikasi. (Disertasi). DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Resi Salma Nazikha, Farida Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




3.png)
1.png)
1.png)
