Pentingnya tenancy mix dalam canvassing: kasus pertokoan besar di Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.17977/um066v1i112021p1052-1057Keywords:
tenancy mix, canvassing, marketing strategy, strategi pemasaranAbstract
Abstract
The massive construction of hotels, tourism destinations, and shopping complexes has marked the rapid development in Batu City, East Java, Indonesia. One of the great shopping complexes in this city is Lippo Plaza Batu commonly called Batos by its surrounding community. As the only department store in this city, Lippo Plaza was officially opened in November 2011. It has four floors, namely lower ground, ground, upper ground, and first floors. However, this building still has numerous vacant units as the effects of the Covid-19 pandemic. Thus, the management staff has adopted the canvassing method. In implementing canvassing, the management staff should consider the available tenancy mix. By using the observation and interview method, this study aims to investigate the effects of the tenancy mix within the canvassing method.
Abstrak
Kota Batu saat ini sudah berkembang dengan pesat dibuktikan dengan banyaknya pembangunan- pembangunan yang dilakukan seperti pembangunan hotel, pembangunan tempat wisata, sampai dengan pembangunan pertokoan besar. Salah satu pertokoan besar yang berada di Kota Batu adalah mall yang bernama Lippo Plaza Batu atau yang biasa disebut Batos oleh masyarakat Kota Batu. Lippo Plaza Batu merupakan mall pertama dan satu-satunya hingga saat ini di Kota Batu. Lippo Plaza Batu secara resmi dibuka untuk umum pada November 2011. Lippo Plaza Batu sendiri terdiri dari 4 lantai yaitu Lower Ground Floor, Ground Floor, Upper Ground Floor, dan yang terakhir 1st Floor dan saat ini masih memiliki banyak sekali unit-unit atau ruang-ruang kosong yang dikarenakan dampak dari covid-19 yang mana banyak tenant-tenant yang tidak melanjutkan kontrak sewanya. Sebagai bentuk menanggapi permasalahan ini Lippo Plaza Batu mengambil tindakan dengan melakukan canvassing dan dalam melakukan canvassing tersebut harus memperhatikan tenancy mix yang ada. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan sumber data serta penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya tenancy mix dalam canvassing.
References
Bansal, T., Roychowdhury, P., Rawat, P., Choubey, A. N., & Hoda, M. N. (2021). Gender and smart city: canvassing (in) security in Delhi. GeoJournal, 1-19.
Bayudi, S. A., Bela, P. A., & Rahardjo, P. Evaluasi Keberhasilan Bauran Penyewa Mall Kuningan City. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(2), 2603-2616.
Erny Apriani, E. (2019). Aktivitas Salesperson Apartemen di Pt. Saraswanti Indoland Development Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Teknologi Yogyakarta).
Handayani, F. (2014). Laporan Praktik Kerja Lapangan Pada Divisi Marketing Communication Pt Meta Dwiguna Transcorp.
ICSC (1999). Shopping Center Management, International Council of Shopping Centers Publications Department, New York.
Merrilees, B., Miller, D., & Shao, W. (2016). Mall brand meaning: an experiential branding perspective. Journal of Product & Brand Management.
Matthysen, A. M., Pelser, T. G., & Prinsloo, J. J. (2019). Key relationship principles for retail tenants and shopping centre management. Journal of Contemporary Management, 16(1), 73-105.
Nugroho, N. P. A. (2010). Peran canvassing dalam pemasaran produk flexi di Surakarta.
Pekarik, A. J., Doering, Z. D., & Bickford, A. (1999). Canvasses off the Mall: Studies Conducted at the National Museum of American Art, National Portrait Gallery and Renwick Gallery.
Wong K.C., Norman G. (1994). The Optimal Time of Renovating a Mall, The Journal of Real Estate Research,Winter, pp.33-47.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




3.png)
1.png)
1.png)
