Sosialisasi program kelompok usaha bersama (KUBE) sebagai upaya penanganan orang miskin di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari

Authors

  • Hadi Sumarsono Universitas Negeri Malang
  • Rina Maulidia Universitas Negeri Malang
  • Qorry Anggita Rishaq Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um066v1i112021p1025-1031

Keywords:

poverty, KUBE, PKH, socialization, kemiskinan, sosialisasi

Abstract

Abstract

Poverty is a macroeconomic problem experienced by every country in the world. The government has several social programs to reduce poverty, namely, Joint Ventures (KUBE), Family Hope Program (PKH), Environmental Infrastructure Facilities (Sarling), and Social Rehabilitation of Uninhabitable Houses (RS-Rutilahu). The KUBE program has a great opportunity to improve the welfare of the community through the assistance and training provided. One KUBE group consists of 5-20 people, who may get funding of IDR 10,000,000 to 40,000,000. The PKH recipient group in Gunungrejo Village has met several requirements from the KUBE program, namely being registered as underprivileged people and forming groups of 5-20 people. The problem faced by the group of PKH mothers is the lack of expertise in managing businesses in marketing their products. The ucet flour produced also has a brand, namely "Mbois Flour". With this socialization program, it is hoped that it can be a solution for the group of PKH mothers and they are interested in submitting a KUBE proposal so that later they can get financial assistance as well as assistance to develop their business.

Abstrak

Kemiskinan adalah permasalahan ekonomi makro yang dialami oleh setiap negara di dunia. Pemerintah mempunyai beberapa program sosial untuk menanggulangi kemiskinan yaitu, Usaha Bersama (KUBE), Program Keluarga Harapan (PKH), Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling), dan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu). Program KUBE memiliki peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan. Satu kelompok KUBE beranggotakan 5-20 orang, yang berkemungkinan mendapatkan pendanaan sebesar Rp10.000.000 hingga 40.000.000. Kelompok penerima PKH di Desa Gunungrejo telah memenuhi beberapa syarat dari program KUBE, yaitu terdaftar sebagai orang kurang mampu dan membuat kelompok yang terdiri dari 5-20 orang. Masalah yang dihadapi oleh kelompok ibu-ibu PKH adalah kurangnya keahlian dalam mengelola usaha dalam memasarkan produknya. Tepung ucet yang diproduksi juga telah memiliki merk, yaitu “Tepung Mbois”. Dengan adanya program sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi bagi kelompok ibu-ibu PKH dan mereka tertarik untuk mengajukan proposal KUBE agar nantinya bisa mendapatkan bantuan dana sekaligus pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

References

Aditya, R., Tamba, W., & Rizka, M. A. (2018). Evaluasi implementasi program kelompok usaha bersama (KUBE) dalam mengatasi kemiskinan di Kota Mataram. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 4(2), 192-197.

BPS. (2021). Persentase Penduduk Miskin Maret 2021 turun menjadi 10,14 persen. Retrieved 20 July 2021, from https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/07/15/1843/persentase-penduduk-miskin-maret-2021-turun-menjadi-10-14-persen.html

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Kelompok Usaha Bersama., from https://kemensos.go.id/kube

Sulaeman, M. M. (2020). Sosialisasi Kewirausahaan dalam Upaya Peningkatan UMKM Desa Palangan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Jurnal Abdimas Berdaya: Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, 2(01), 16-22.

Todaro, M. P., & Smith, S. (2011). Pembangunan Ekonomi: Edisi Kesebelas (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Tampubolon, J., Sugihen, B. G., Samet, M., Susanto, D., & Sumardjo, S. (2006). Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kelompok (Kasus Pemberdayaan Masyarakat Miskin melalui Pendekatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Jurnal Penyuluhan, 2(2).

Downloads

Published

2022-01-31

Issue

Section

Articles