Strategi prioritas dalam pengembangan industri pengolahan kripik tempe sanan di Kota Malang dengan pendekatan analytical network process (ANP)
DOI:
https://doi.org/10.17977/um066v1i102021p954-979Keywords:
strategy, industrial development, analytical network process, strategi, pengembangan industriAbstract
Abstract
This study aims to determine the strategic priorities in the development of the Sanan tempe chips industry. This research design uses descriptive quantitative using Analytical Network Process (ANP). The population in this study is the tempe chips industry in the Sanan area, while the sample in this study is the owner of the tempe chips industry. The methods used in data collection are observation, questionnaires/questionnaires and literature study. The results of this study indicate that industrial clusters are a top priority because industrial development can improve human resources and expertise and mastery of technology and can encourage the creation of effective and sustainable technology. Meanwhile, in the industrial cluster, the sub-criteria for the attractiveness of SME's industry development strategy is the main priority because the tempe chip industries can compete in developing their market. In determining the respondent's agreement through the rater agreement in the industrial cluster, the respondent's human resources and technology have low agreement because according to the respondent all aspects are considered equally important and interconnected. In determining respondents' agreement through rater agreement on industrial sub-criteria, human resources and technology have high agreement because all strategies are very important to do for the development of the Sanan Tempe Chips industry. The suggestion put forward by the author in the development of the Sanan tempe chips industry is expected to increase the attractiveness of SMEs by carrying out product innovations and promotions.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prioritas strategi dalam pengembangan industri keripik tempe Sanan. Rancangan penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Analytical Network Process (ANP). Populasi dalam penelitian ini adalah industri keripik tempe yang berada di kawasan Sanan, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah pemilik industri keripik tempe. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, angket/kuesioner dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cluster industri menjadi prioritas utama karena pengembangan industri dapat meningkatkan sumber daya manusia serta keahlian dan penguasaan teknologi serta dapat mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna dan berkesinambungan. Sedangkan dalam cluster industri terhadap strategi pengembangan industri sub kriteria daya tarik UKM prioritas utama karena industri-industri keripik tempe bisa bersaing dalam mengembangkan pasarnya. Dalam menentukan kesepakatan responden melalui rater agreement pada cluster industri, sumber daya manusia dan teknologi responden memiliki kesepakatan yang rendah karena menurut responden seluruh aspek dianggap sama penting dan saling berhubungan. Dalam penentuan kesepakatan responden melalui rater agreement pada sub kriteria industri, sumber daya manusia dan teknologi memiliki kesepakatan yang tinggi karena seluruh strategi sangat penting dilakukan untuk pengembangan industri keripik tempe sanan. Saran yang diajukan penulis dalam pengembangan industri keripik tempe Sanan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik UKM dengan melakukan inovasi produk dan promosi.
References
A. Arvianto, D. Puspita sari, & G. Oliva. (2014). Pemilihan Strategi Pemasaran pada PT. Nyonya Meneer Dengan Menggunakan Pendekatan Analytical Network Prosess (ANP) dan Technique for Order Preference by Similiarty to an Ideal Solution (TOPSIS). Jurnal Teknik Industri, 9(1), 35͞ 175.
Ascarya, A. N. P. (2005). Pendekatan Baru Studi Kualitatif. In Jakarta: Seminar Internasional Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi.
Badan Pusat Statistik (2015). Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun (online), (https://www.bps.go.id/website/fileMenu/Perka-KBLI-2015.pdf).
Hasan, M. Iqbal, (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor; Ghalia Indonesia.
Rusydiana, A. S., & Devi, A. (2013). Analytic Network Process: Pengantar Teori dan Aplikasi. Bogor: Smart Publishing.
Saaty, T.L, (1993). Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambil Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Pustaka Binama Pressindo.
Saaty, T. L. (1996). Decision making with dependence and feedback: The analytic network process (Vol. 4922, No. 2). Pittsburgh: RWS publications.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Saaty. T.L (2006). “Decision Making with the Analytic Hierarchy Process”. Internasional Journal of Services Scienses,1(1),83.
Siagian, Sondang p. (1998). Menejemen Abad 21. Jakarta; Bumi Aksara.
Salusu, J. (1996). Pengambilan Keputusan Strategik untuk Organisai Publik dan Organisasi Nonprofit. Jakarta; Grasindo.
Sukirno, Sadono. (1995). Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta; Raja Grapindo Persada
Sukidin, & P, Suharso. (2015). Model Analytical Network Process (ANP) Dalam Pengembangan Parisisata Di Jember. Jurnal Ekonomi,11(1), 47͞ 55.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




3.png)
1.png)
1.png)
