Pemberdayaan penyandang disabilitas melalui community development KSM batik percik
DOI:
https://doi.org/10.17977/um066v1i82021p799-805Keywords:
empowerment, persons with disabilities, community development, non-governmental organizations (KSM), economic welfare, pemberdayaan, penyandang disabilitas, kelompok swadaya masyarakat (KSM), kesejahteraan ekonomiAbstract
The existence of Persons with Disabilities with Diversity of Deafness and Mental Limitations is still often regarded as weak, helpless, unable to work and can even be said to be troublesome for others. With this assumption, a negative assessment emerges which causes some people with disabilities to feel inferior and lack self-confidence. When in fact they have skills that if developed will have a positive impact on them, for example to meet their needs. One of the efforts to improve the economic welfare of persons with disabilities is empowerment through community development of Batik Percik KSM. With this KSM, it will help people with disabilities to meet their daily needs. Persons with disabilities at this KSM will be given special training to create a product, namely batik percik. In the batik training, people with disabilities will be guided by the assistants at the Harapan Makmur KSM.
Abstrak
Keberadaan Penyandang Disabilitas dengan Ragam Tuna Rungu dan Keterbatasan mental ini masih sering dianggap sebagai kaum yang lemah, tidak berdaya, tidak bisa bekerja bahkan bisa hanya dikatakan menyusahkan orang lain. Dengan adanya anggapan tersebut muncul penilaian negatif yang mengakibatkan sebagian penyandang disabilitas ini merasa minder dan kurang percaya diri. Padahal sebenarnya mereka mempunyai keterampilan yang jika dikembangkan akan memberikan dampak yang positif bagi mereka misalnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi penyandang disabilitas ini adalah pemberdayaan melalui community development KSM batik percik. Dengan adanya KSM ini akan sedikit membantu penyandang disabilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penyandang disabilitas pada KSM ini akan diberikan pelatihan secara khusus untuk menciptakan sebuah produk yakni batik percik. Dalam pelatihan membatik penyandang disabilitas akan dibimbing oleh para pendamping di KSM Harapan Makmur tersebut.
References
Ananda, S. (2020). Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Pembuatan Boneka Bantal untuk Anak Down Syndrome di Desa Panciro. In the Indonesian Conference on Disability Studies and Inclusive Education (Vol. 1, pp. 217-240).
Bambang Ismawan, (2020). Pengertian KSM (online). Dari https://www.masterplandesa.com/kongres-kebudayaan-desa/kelompok-swadaya-masyarakat-ksm-dalam-gerakan-revitlisasi-desa/. Diakses (29 November 2020).
Erlin Sudarwati, (2016). Artikel Penyandang Disabilitas (online). Dari https://www.kemhan.go.id/pusrehab/2016/11/24/artikel-kebijakan-penyandang-dissabilitas.html#. Diakses (23 Januari 2021)
H Ma’ruf Mu’min, (2020). Peran KSM (online). Dari http://eprints.ipdn.ac.id/2416/1/PERANAN%20KSM.pdf. Diakses (30 November 2020).
Infodatin, (2018). Pusat Data dan Informasi kementerian Kesehatan RI Dissabilitas (online). Dari https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-dissabilitas.pdf. Diakses (22 Januari 2021)
Mulyati, T., Rohmatiah, A., & Lukito, M. (2019). Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi (Kasus Di Desa Simbatan, Nguntoronadi, Magetan). Jurnal daya-mas, 4(2), 57-60.
Murti, I. A. K. (2020). Makna kesejahteraan sosial ekonomi bagi para penyandang disabilitas di desa cibuyur, kecamatan warungpring kabupaten pemalang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).
Nayaka, K. W., & Kartika, I. N. (2018). Pengaurh Modal, Tenaga Kerja dan Bahan Baku terhadap Pendapatan Pengusaha Industri Sanggah di Kecamatan Mengwi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 7(8), 1927-1956.
Nurjundini, N. (2020). Analisis peran usaha kerajinan batik tulis dan batik cap Laila bagi kehidupan ekonomi pengrajin batik Desa Ranulogong Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).
Rahardjo, M. (2010). Jenis dan metode penelitian kualitatif. Tersedia secara online di: http://mudjiarahardjo. com/materi-kuliah/215-jenis-dan-metode-penelitian-kualitatif. html [diakses di Jakarta, Indonesia: 15 Juni 2015]. Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81-95.
Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81-95.
Saptyawati, L. (2019). Pemberdayaan ekonomi disabilitas tuna rungu melalui asset based approach menuju kemandirian usaha. In prosiding seminar hasil pengabdian masyarakat (pp. 235-240).
Sukanda, R. (2016). Pemanfaatan Asset Based Community Development Bagi Disabilitas. Pekerjaan Sosial, 15(1).
Surwanti, A. (2014). Model Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas di Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis, 5(1), 40-58.
Triyono, A. (2014). Pemberdayaan Masyarakat melalui community development program posdaya (pos pemberdayaan keluarga) PT. Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap.
Widinarsih, D. (2019). Penyandang disabilitas di indonesia: perkembangan istilah dan definisi. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (Journal of Social Welfare), 20(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




3.png)
1.png)
1.png)
