Konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER)

Authors

  • Ugik Endarto Universitas Negeri Malang
  • Siti Malikhah Towaf Universitas Negeri Malang
  • I Nyoman Ruja Universitas Negeri Malang
  • Sukamto Sukamto Universitas Negeri Malang
  • Avietha Reinanda Universitas Negeri Malang

Keywords:

konstruksi sosial, beban ganda, buruh perempuan

Abstract

Women who work as laborers in the public space are now often found in people's lives. In Pasuruan, women who work as laborers are very numerous. This matter due to the city of Pasuruan convenient with an industrial area, named Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). But despite living as laborers were able to answer the family's economic problems, there are new problems that arise, namely the double burden. The formulation of the problem in this research are: (1) How social construction of the husband toward wife double burden as a laborer in PIER?, (2) What is the double burden of a wife who works as a laborer in PIER?, (3) What is the impact of the social construction of the husband toward wife double burden as laborers in PIER? This study uses qualitative research with a construction approach. The data obtained in the form of the primary and secondary data collection procedures through observation, interviews, and documentation. The data analysis uses the Miles & Huberman model analysis techniques that consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the findings by source triangulation, triangulation techniques, and time triangulation. There are 3 stages of research and 10’s steps. The first stage of the initial stage, the second stage is data collection and analysis, and the third stage is the final discussion and writing report. The results showed that the wife's decision to work in a public space, can not be separated from her husband a social construction. The social construction of husbands against wives effect on his wife received the double burden. Double burden that is created has a psychological impact and social impact. The psychological impact is brought stress to his wife, so it can affect family harmony. Physical fatigue is a major factor that affects psychologically. Social impact is the creation of a patriarchal social construction of women's multiple roles and wants to be kept. The dual role is assumed as something positive, so the burden that is also inherent in the dual role is considered as something natural and absolute. Though the double burden of a bad culture.

Para perempuan kini yang bekerja sebagai buruh di ruang publik kini banyak dijumpai dengn mudah dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya seperti di Kota Pasuruan, dimana perempuan yang bekerja sebagai buruh sangat banyak. Hal tersebut terjadi karenakan di Kota Pasuruan terdapat banyak kawasan industri yang memiliki nama Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Namun meski hidup sebagai buruh dapat mengatasi permasalahan ekonomi keluarga, terdapat masalah baru yang muncul, yaitu adanya beban ganda. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana akibat adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER?, Bagaimana beban ganda istri yang bekerja sebagai buruh di PIER?, serta Bagaimana dampak dari adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berupa prosedur pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Ada 3 tahap penelitian dan 10 langkah. Tahap pertama yaitu tahap awal, tahap kedua pengumpulan dan analisis data, dan tahap ketiga adalah pembahasan akhir dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan istri bekerja di ruang publik, tidak lepas dari konstruksi sosial suaminya. Konstruksi sosial suami terhadap istri berdampak pada istri menerima beban ganda. Beban ganda yang tercipta memiliki dampak psikologis dan dampak sosial. Dampak psikologis tersebut membawa stres pada istri, sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan keluarga. Kelelahan fisik merupakan faktor utama yang mempengaruhi secara psikologis. Dampak sosial adalah terciptanya konstruksi sosial patriarki tentang peran ganda perempuan dan ingin dipertahankan. Peran ganda diasumsikan sebagai sesuatu yang positif, sehingga beban yang juga melekat pada peran ganda dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan mutlak. Padahal beban ganda dari budaya yang buruk.

References

Apreviadizy, P., & Puspitacandri, A. (2014). Perbedaan stres ditinjau dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1).

Badan Pusat Statistik. (2017). Jumlah Angkatan Kerja, Bukan Angkatan Kerja, TPT dan TPAK Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, Agustus 2014. https://pasuruankota.bps.go.id/statictable/-2015/09/09/979/jumlah-angkatan-kerja-bukan-angkatan-kerja-tpt-dan-tpak-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-kelamin-agustus-2014.html). Diakses pada 14 Maret 2018.

Cresswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset (Memilih Diantara Lima Pendekatan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cresswell, J. W. (2013). Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darwin, M. (2005). Negara dan Perempuan: Reorientasi Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Wacana.

Fatchan, A. (2013). Metode Penelitian Kualitatif 10 Langkah Penelitian Kualitatif Pendekatan Konstruksi dan Fenomenologi. Malang: UM Press.

Friedman, J. (1992). Empowerment: The Politics of Alternative Development. Cambridge, USA: Blackwell Publisher.

Hapsari, E. C. (2013). Perempuan Buruh Gendong di Pasar Tardisional (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang). Semarang: Jurusan Sosiologi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial UNS.

Hidayati, N. (2015). Beban ganda perempuan bekerja (antara domestik dan publik). Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 7(2), 108-119.

Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. https://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/inpres-no.-9-tahun-2000tentang-pug.pdf)

Jawapos.com. (2017). Kesetaraan Gender di Dunia Industri, Jumlah Pekerja Perempuan Naik (online). (https://www.jawapos.com/ekonomi/30/11/2017/kesetaraan-gender-di-dunia-industri-jumlah-pekerja-perempuan-naik) diakses pada 4 Juli 2018.

Koentjaraningrat, K. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Kusparlina, E. P., & Warsito, E. (2022). Penyimpangan Tumbuh Kembang pada Anak dari Orang Tua yang Bekerja. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES "(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 13(3).

Marhumah, M. (2011). Konstruksi Gender, Hegemoni Kekuasaan, dan Lembaga Pendidikan. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 167-182.

Muryanti, M. (2011). Kondisi Subsistensi dan Beban Ganda Perempuan: (Studi Komparasi Di Dusun Karangsewu, Gupit, Kulonprogo, Diy Dan Kampung Badran, Yogyakarta). Palasteren, 4(1), 64-82.

Ngangi, C. R. (2011). Konstruksi Sosial dalam Realitas Sosial. ASE, 7(2), 1–4.

Nilakusmawati, D. P. E., & Susilawati, M. (2012). Studi faktor-faktor yang mempengaruhi wanita bekerja di kota Denpasar. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 8(1), 26-31.

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2016). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72-85.

Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca.

Walby, S. (2014). Teorisasi Patriarki. Yogyakarta: Jalasutra.

Downloads

Published

2022-10-03

Issue

Section

Articles