PENINGKATAN KARAKTER LUHUR TOLERANSI SISWA MELALUI PENGAMALAN NILAI PANCASILA (STUDI KASUS SISWA KELAS VII F SMPN 24 MALANG)

Authors

  • Selamat Budi Hartono Universitas Negeri Malang
  • Agus Purnomo Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um066v3i112023p1

Keywords:

Peningkatan karakter luhur, Toleransi siswa, Nilai Pancasila, Noble character improvement, Student tolerance, Pancasila values

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana strategi dalam meningkatkan karakter luhur toleransi siswa kelas VII F SMPN 24 Malang. Melalui pengamalan nilai Pancasila diharapkan siswa bisa belajar dan memahami betapa pentingnya toleransi sebagai upaya dalam mengoptimalisasikan hubungan sehat dengan sesama teman, guru, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kerakter luhur toleransi siswa Kelas VII F melalui pembiasaan terlatih dalam mengikuti setiap proses pembelajaran mulai dari tahapan pembelajaran, keteladanan, penguatan, dan pembiasaan serta diiringin dengan penerapan nilai Pancasila di kelas dengan aktivitas dimulai dari berdo’a, pembentukan kelompok diskusi berdasarkan asesmen diagnostik awal, bertutur kata baik, menjalankan tugas dengan tanggung jawab, membantu tanpa mengharapkan imbalan.

Abstract

This research aims to uncover strategies for enhancing the noble character and tolerance of seventh-grade students in SMPN 24 Malang. Through the practice of Pancasila values, it is hoped that students can learn and understand the importance of tolerance to optimize healthy relationships with peers, teachers, and the school community. The results of the study indicate that to enhance the noble character and tolerance of seventh-grade students, it is crucial to cultivate trained habits in following every stage of the learning process, starting from the learning stages, role modelling, reinforcement, and habituation, accompanied by the application of Pancasila values in the classroom. This includes activities such as starting with prayers, forming discussion groups based on initial diagnostic assessments, using polite language, completing tasks responsibly, and assisting others without expecting rewards.

References

Chrisiana, W. (2005). Upaya penerapan pendidikan karakter bagi mahasiswa (studi kasus di jurusan teknik industri uk petra). Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri, 7(1), 83-90.

Dwiputri, F. A., & Anggraeni, D. (2021). Penerapan nilai Pancasila dalam menumbuhkan karakter siswa sekolah dasar yang cerdas kreatif dan berakhlak mulia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1267-1273.

Mu'in, F. (2011). Pendidikan karakter. Scripta Cendekia.

Nugraheni, Y. T., & Firmansyah, A. (2021). Model Pengembangan Pendidikan Karakter di Pesantren Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta). Quality, 9(1), 39-56.

Rohendi, E. (2016). Pendidikan karakter di sekolah. Eduhumaniora| jurnal pendidikan dasar kampus cibiru, 3(1).

Salouw, J. H., Suharno, S. S., & Talapessy, R. (2020). Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Untuk Mewujudkan Ketahanan Pribadi Siswa Melalui Pembelajaran PPKn (Studi Kasus Di SMA 1 Wonreli Maluku Barat Daya). Jurnal Ketahanan Nasional, 26(3), 380-398.

Sudrajat, A. (2011). Mengapa pendidikan karakter?. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).

Downloads

Published

2023-11-30

Issue

Section

Articles