Belajar ilmu sosial melalui program kejar Paket C bagi narapidana di Lapas Klas I Malang

Authors

  • Titik Wijayanti Universitas Negeri Malang
  • Agus Purnomo Universitas Negeri Malang
  • Siti Malikhah Towaf Universitas Negeri Malang
  • Gesti Indah Cahyani Universitas Negeri Malang
  • Avietha Reinanda Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063v1i9p1004-1010

Keywords:

pembelajaran ilmu sosial, Paket C, narapidana

Abstract

As a goal, this article discusses the implementation of social science tutoring for prisoners in the Class I Lapas Malang through the Kejar Package C program. It should be noted that education is a right that must be obtained by prisoners even though they are in a correctional institution. In the research phase, the method used is a qualitative approach with a descriptive design. By using a purposive technique and then the data was collected carefully through the process of observation, interviews with participants, and documentation, the researcher was able to determine the subject correctly. There are four stages of data analysis used, namely (1) data collection; (2) Data reduction; (3) Presentation of data; and (4) Drawing Conclusions. From the results of data analysis, it was found that the characteristics of prisoners who took part in Social Science learning were adult prisoners, unmarried, and the last education was SMP/MTs. Social Science Guidance in the Kejar Package C program accompanied by tutors is carried out four days a week, Monday to Thursday starting at 08.00-10.00. The learning method used by the tutor is verbal delivery and practice questions. In this case, the Department of Education and the Gamapedia Community (Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan) cooperate with prisons in organizing it. The motivations possessed by prisoners while following the guidance of Social Sciences are intrinsic and extrinsic motivation.

Sebagai tujuan, artikel ini membahas mengenai penyelenggaraan bimbingan belajar Ilmu Sosial bagi narapidana di Lapas Klas I Malang melalui program Kejar Paket C. Perlu dicatat bahwa pendidikan merupakan hak yang harus didapatkan oleh narapidana meski mereka ada di dalam lembaga pemasyarakatan. Dalam tahap penelitian, metode yang digunakan yakni dengan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive lalu data dikumpulkan dengan seksama melalui proses pengamatan, wawancara terhadap partisipan, dan dokumentasi, peneliti dapat menentukan subjek secara tepat. Terdapat empat tahap analisis data yang digunakan yaitu (1) pengumpulan data; (2) Reduksi data; (3) Penyajian data; dan (4) Penarikan Kesimpulan. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa karakteristik narapidana yang mengikuti pembelajaran Ilmu Sosial adalah narapidana dewasa, belum menikah, dan berpendidikan terakhir SMP/MTs. Bimbingan Ilmu Sosial dalam program Kejar Paket C didampingi oleh tutor dilakukan selama empat hari dalam seminggu, yakni pada hari senin hingga kamis yang dimulai pada pukul 08.00-10.00. Metode pembelajaran yang digunakan tutor yaitu penyampaian secara verbal dan latihan pertanyaan. Dalam hal ini, Dinas pendidikan beserta Komunitas Gamapedia (Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan) bekerja sama dengan pihak lapas dalam penyelenggaraan. Adapun motivasi yang dimiliki oleh narapidana selama mengikuti bimbingan Ilmu Sosial yaitu motivasi secara intrinsik dan ekstrinsik.

References

Adil, M. (2016). Manfaat Sejarah. Jakarta: ESPS.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2017). Jumlah Kejahatan Menurut Jenis Tindak Pidana di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2016.

Budiningsih, C. A. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Coleman, J. S. (2013). Dasar-Dasar Teori Sosial (Foundation of Social Theory). Bandung: Nusa Media.

Damsar, D. (2011). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Dewi, R. R. (2014). Pembinaan Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II B Sungai Raya Pontianak. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 2(7), 12-24.

Hanafy, M. S. (2014). Konsep Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Lentera Pendidikan, 17(1), 66-79.

Haryanto, S. (2012). Spektrum Teori Sosial: dari Klasik Hingga Postmodern. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Bakri, M. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis. Surabaya: Visi Press Media.

Kamil, M. (2007). Model Pendidikan dan Pelatihan. Bandung: Alfabeta.

Kurniawan, A. R. (2016). Pembinaan Fisik dan Mental Narapidana Berbasis Hak Asasi Manusia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI.

Linawati, R. (2009). Metode Ceramah dan Drill (Latihan) sebagai Pemilihan Pembelajaran Kosakata Bahasa China di SMP Warga Surakarta. Surakarta.

Milles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis data kualitatif: buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UIP.

Mukminan, M. (2015). Dasar-Dasar Ilmu Sosial (Bagian I). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial UNY.

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2011). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sanjaya, W. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sapriya, S. (2014). Konsep dan Pembelajaran Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Schunk, D. H. (1995). Self Efficacy and Education and Instruction. Dalam J.E. Maddux (Ed). Self-efficacy, Adaptation, and Adjustment: Theory, Research, and Application. Yew York: Plenum Press.

Schunk, D. H. (2012). Motivasi dalam Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Aplikasi. Jakarta: PT Indeks.

Tirtarahardja, U. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Zimmerman, B. J. (2000). Attaining Self-regulation: A Social Cognitive Perspective. Dalam M. Boekaerts, P. R. Pintrich & M. Zeidner (Eds). Handbook of Self-Regulation. San Diego: CA Academic Press (San Diego).

Downloads

Published

2021-09-20

Issue

Section

Articles