Problematika pendidikan anak nelayan Kelurahan Ngemplakrejo Kota Pasuruan

Authors

  • Indah Rochmatuzzahroh Universitas Negeri Malang
  • I Nyoman Ruja Universitas Negeri Malang
  • Agus Purnomo Universitas Negeri Malang
  • Rafa Azrarila Uzma Universitas Negeri Malang
  • Bintang Muhammad Sahara Efendi Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063v1i8p937-942

Keywords:

putus sekolah, nelayan muda, kenakalan remaja

Abstract

The purpose of this article is to analyze the problems in the field of education, especially for fishermen's children in Ngemplakrejo Village, Pasuruan City. Data collection using snowball with data collection techniques carried out in three stages, the first is interview, then observation, and the last is documentation. The results of the field study show that the educational problems that occur in fishermen's children in Ngemplakrejo Village are the high dropout rate caused by the desire of the fishermen's children themselves who do not want to continue their education, as well as the influence of friends who first dropped out of school and worked as fishermen. Not because of the unfulfillment of educational facilities, the perspective of parents on their children's education, or the economic level of the parents. Because even though the economic level of the parents is low, they still want to give the best for their children's education, even though the parents have to owe the boss. Parents worry about their children who have dropped out of school, namely their children work as fishermen and juvenile delinquency.

Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis problematika di bidang pendidikan khususnya pada anak nelayan di Kelurahan Ngemplakrejo Kota Pasuruan. Pengumpulan data menggunakan snowball dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan ada tiga tahap yang pertama ialah wawancara, kemudian observasi, dan terakhir ialah dokumentasi. Hasil kajian lapangan menunjukkan problematika pendidikan yang terjadi pada anak nelayan Kelurahan Ngemplakrejo yaitu tingginya angka putus sekolah yang disebabkan oleh keinginan dari anak nelayan itu sendiri yang tidak ingin melanjutkan sekolahnya lagi, serta adanya pengaruh dari teman yang lebih dulu mengalami putus sekolah dan bekerja sebagai nelayan. Bukan disebabkan karena tidak terpenuhinya fasilitas pendidikan, cara pandang orang tua terhadap pendidikan anaknya, maupun tingkat ekonomi orang tua. Karena walaupun tingkat ekonomi orang tua rendah tetapi tetap ingin memberikan hal yang terbaik untuk pendidikan anak walaupun orang tua harus hutang dengan juragannya. Kekhawatiran orang tua terhadap anaknya yang sudah putus sekolah yaitu anaknya bekerja sebagai nelayan dan kenakalan remaja.

References

Aslikudin, N. (2016). Persepsi Masyarakat tentang Pentingnya Pendidikan Formal Implikasinya dalam Sikap Kedewasaan Anak di Dusun Semoyo, Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Tahun 2015. (Doctoral Dissertation) IAIN Salatiga, Salatiga, Indonesia.

Coleman, J. S. (2011). Dasar-Dasar Teori Sosial: Referensi Bagi Reformasi, Restorasi dan Revolusi. Bandung: Nusa Media.

Farah, M. (2014). Faktor Penyebab Putus Sekolah dan Dampak Negatifnya Bagi Anak (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar). (Doctoral Dissertation) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia.

Huberman, M., & Miles, M. B. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UIpress.

Kadriani, L. H. K., & Harudu, L. (2017). Persepsi Masyarakat Nelayan Tentang Pentingnya Pendidikan Formal di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 1(2), 1-16.

Lestari, R. (2018). Problema Pendidikan Anak Nelayan Miskin: Latar Belakang Orang Tua Nelayan Terhadap Persepsi Dan Sikap Orang Tua Nelayan Mengenai Pendidikan Anak di Bagan Tambahan Kecamatan Medan Belawan. (Undergraduate Thesis) Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia.

Nisa, H. (2016). Persepsi Masyarakat Nelayan Terhadap Pendidikan Tinggi: Studi Kasus di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep Madura. (Doctoral Dissertation) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia.

Putri, A. E., Trisnaningsih, T., & Nugraheni, I. L. (2018). Faktor-faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 6(5).

Ramli, R., Getteng, A. R., Amin, M., & Susdiyanto, S. (2017). Perilaku Nelayan dalam Lingkungan Keluarga Terhadap Pendidikan Anak di Desa Tamalate Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Jurnal Diskursus Islam, 5(3), 401-430.

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2012). Teori Sosial Modern, Terj. Alimandan. Jakarta: Kencana.

Sakdadin, S. (2020). Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pendidikan Anak Keluarga Nelayan di Kelurahan Ngemplakrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. (Master Thesis) Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia.

Salmiah, N. S. (2016). Kesadaran Masyarakat Nelayan Terhadap Pendidikan Anak. JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 4(1), 1-10.

Supriyanto, H. (2017). Pendidikan Anak Nelayan.

Surachman, E. (2011). Problematika Pendidikan Anak pada Keluarga Nelayan Studi Kasus: Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Tangerang. Jurnal Komunitas, 5(1), 49-56.

Suryadi, S. (2014). Permasalahan dan Alternatif Kebijakan Pendidikan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Triyanti, D. R. (2015). Faktor-faktor Penyebab Anak Bekerja di Desa Baru Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. (Undergraduate Thesis) Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia.

Downloads

Published

2021-08-21

Issue

Section

Articles