Interaksi sosial remaja laki-laki dengan pekerja seks komersial di eks lokalisasi prostitusi Dusun Krajan Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063v1i8p900-906Keywords:
interaksi sosial, remaja laki-laki, PSKAbstract
This study aims to describe the social interactions of male adolescents with commercial sex workers in the ex-prostitution localization of Krajan Hamlet, Kaliwungu Village, Ngunut District, Tulungagung Regency. The approach and type of research used are qualitative and case studies. Data were collected through observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out with an interactive model. The results obtained from the study show that: 1) the history of the existence of ex-localization began in 1974 and was closed according to the Decree of the Governor of East Java, 2) the view of male teenagers' parents on the existence of prostitutes is not good because it has a negative impact on adolescents, 3) the view of the parents of male adolescents with the presence of CSWs is not good because it has a negative impact on adolescents, 4) the social interaction of male adolescents with CSWs in the former localization of Dusun Krajan, is a greeting. The prostitutes are too busy working so they rarely interact with the residents or young boys. Besides that, the presence of a wall also limits the interactions that occur.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial remaja laki-laki dengan pekerja seks komersial di eks lokalisasi prostitusi Dusun Krajan Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) sejarah mengenai keberadaan eks lokalisasi berawal pada tahun 1974 dan ditutup menurut SK Gubernur Jawa Timur, 2) pandangan orang tua remaja laki-laki terhadap keberadaan PSK adalah tidak baik karena memberikan dampak negatif kepada remaja, 3) pandangan orang tua remaja laki-laki dengan keberadaan PSK adalah tidak baik karena memberikan dampak negatif kepada remaja, 4) interaksi sosial remaja laki-laki dengan PSK di eks lokalisasi Dusun Krajan, adalah tegur sapa. PSK terlalu sibuk bekerja sehingga jarang sekali melakukan interaksi dengan warga atau remaja laki-laki selain itu adanya pagar tembok juga membatasi interaksi yang terjadi.
References
Abdillah, J. (2015). Pranata Sosial Masyarakat Lokalisasi Batu 15. Jurnal Umrah.
Afrianti, R. (2014). Interaksi Sosial Psk (Pekerja Seks Komersial) Di Kota Makassar (Studi Kasus Di Jalan Nusantara) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Ali, M., & Asrori, M. (2010). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Azizah, S. N. (2009). Upaya masyarakat sekitar lokalisasi dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga: Study di Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim. Diakses, 1.
Hull, T. H., Sulistyaningsih, E., & Jones, G.W. (1997). Pelacuran di Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Issabela, N., & Hendrianani, W. (2010). Resiliensi pada Keluarga yang Tinggal di Lingkungan Lokalisasi Dupak, Bangunsari. Jurnal Insan. 12 (03).
Kartono, K. (2014). Patologi Sosial Jilid 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kristiyana, M. (2013). Perilaku Sosial Pekerja Seks Komersial (PSK) dipasar hewan Prambanan. Skripsi, tidak di terbitkan. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Moefad, A. M. (2015). Komunikasi Masyarakat Eks Lokalisasi Pasca Penutupan Dolly. Jurnal Komunikasi Islam, 05 (01).
Novanda, Y. A. (2013). Implikasi Keberadaan Lokalisasi Tegalpanas Bagi Masyarakat Desa Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Ritzer, G., & Goodman, G. (2004). Teori sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.
Rusdiana, R. (2014). Interaksi Sosial Pekerja Seks Komersial Lokalisasi Bandang Raya dengan Masyarakat Kelurahan Munggirejo Kota Samarinda. e-jurnal Ilmu Sosial. (Online), (http://ejurnal.¬sos.fisip¬.-inmul.ac.id), diakses tanggal 4 Agustus 2016.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pres.
Sugiono, S. (2015). Dampak Penutupan Lokalisasi di Kabupaten Banyuwangi (Studi kasus Tentang Faktor Penyebab Mantan PSK Kembali Bekerja di Lokalisasi Turian Puroharjo Banyuwangi. Jurnal Hukum Islam, 01 (01).
Wisardirana, D., & Hakim, L. M. (2015). Perlawanan Sosial Masyarakat Lokalisasi Atas Kebijakan Pemerintah. Malang: Intelegensia Media.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

