PERGESERAN BAHASA BERAU (BANUA) DI KALANGAN REMAJA DALAM BERKOMUNIKASI (STUDI KASUS REMAJA SMAN DI KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU)

Authors

  • Zaki Agusnurwandi Universitas Negeri Malang
  • I Nyoman Ruja Universitas Negeri Malang
  • Neni Wahyuningtyas Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063.v5.i10.2025.2

Keywords:

Bahasa Berau, Pergeseran bahasa, Remaja

Abstract

In the era of globalization, one of the greatest threats to the sustainability of cultural heritage is the shift in regional languages. This is due to the dominance and use of foreign languages and Indonesian in various aspects of life, including social interactions, education, and social media. Other factors such as urbanization, social mobility, changing family communication patterns, and negative perceptions of regional languages also accelerate the shift in regional languages. This study aims to (1) identify the factors causing the shift in the Berau language among teenagers in communication in Tanjung Redeb District and (2) analyze the efforts made to preserve the Berau language in Tanjung Redeb District. This study uses a qualitative approach with a case study design. The results of this study indicate that there are several factors causing the shift in the Berau language, namely family, the surrounding environment, education, and the influence of social media. Efforts to preserve the Berau language can be made by creating a Berau culture and language day program, implementing the use of the Berau language in public events and community rituals, establishing traditional institutions or councils, and introducing the Berau language in educational environments. The implications of this research can be used in efforts to preserve the Berau language, especially for teenagers in Tanjung Redeb District, Berau Regency.

Di era globalisasi, salah satu ancaman terbesar terhadap keberlangsungan warisan budaya adalah pergeseran bahasa daerah. Hal ini disebabkan oleh dominasi dan penggunaan bahasa asing dan bahasa Indonesia di berbagai aspek dalam kehidupan, termasuk interaksi sosial, pendidikan, dan media sosial. Faktor-faktor lain seperti urbanisasi, mobilitas sosial, pola komunikasi keluarga yang berubah, dan persepsi negatif terhadap bahasa daerah juga mempercepat terjadinya pergeseran bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor penyebab pergeseran Bahasa Berau di kalangan remaja dalam komunikasi di Kecamatan Tanjung Redeb dan (2) Menganalisis upaya apa saja yang dilakukan untuk pelestarian Bahasa Berau di Kecamatan Tanjung Redeb. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor penyebab pergeseran Bahasa Berau, yaitu adalah keluarga, lingkungan sekitar, pendidikan serta pengaruh media sosial. Upaya pelestarian bahasa Berau dapat dilakukan dengan pembuatan program hari budaya dan bahasa Berau, penerapan penggunaan bahasa Berau di acara umum dan ritual masyarakat, pembuatan lembaga atau dewan adat, serta pengenalan Bahasa Berau di lingkungan pendidikan. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan dalam upaya pelestarian Bahasa Berau, khususnya untuk remaja di Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

References

Bhakti, W. P. (2020). Pergeseran penggunaan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia dalam komunikasi keluarga di Sleman. Jurnal Skripta, 6(2).

Chaer, A. (2010). Sosiolingusitik perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Hartanti, A. E. J., Lisviyana, L., Yanti, U., & Krisdayanti, D. A. (2019). Pemertahanan dan pergeseran bahasa daerah pada masyarakat Desa Pentingsari-Yogyakarta. Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar, 1(2), 100.

Hidayarohma, W. N., & Savitri, A.D. (2013). Pergeseran Bahasa Madura pada masyarakat Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Jurnal Sapala, 1(1), 1-6.

Hodijah, H., & Fatria, F. (2022). Analisis pergeseran Bahasa Jawa dengan penggunaan Bahasa Indonesia pada masyarakat Desa Sumberejo Tani Kabupaten Deli Serdang. Ability: Journal of Education and Social Analysis, 3(3), 31-42.

Hukubun, Y. (2018). Pergeseran dan pemertahanan Bahasa Alune Desa Murnaten Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat Ambon. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 2(1), 55–64.

Lestari, A., & Hasibuan, A. (2022). Pergeseran Bahasa Jawa pada kalangan remaja Desa Firdaus Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat, 139-147.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, S. (2014). Qualitative data analysis, a. methods sourcebook edition 3. USA: Sage Publication.

Musya’adah, U. (2023). Pembiasaan berbahasa Daerah Madura (bahasa halus), dalam upaya pelestarian budaya dan penanaman pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyyah di Bangkalan Madura. TARUNATEACH: Journal of Elementary Education, 1(1), 17-22.

Nice, M. (2021). Mengikisnya penggunaan Bahasa Daerah Beser sebagai alat komunikasi di kalangan remaja Distrik Meos Mansard Kabupaten Raja Ampat.

Nisah, N., Prasetya, K. H., & Musdolifah, A. (2020). Pemertahanan Bahasa Daerah Suku Bajau Samma di Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Basataka (JBT), 3(1), 51–65.

Oktariyanti, I. A., Budasi, I. G., & Suandi, I. N. (2021). Pergeseran Bahasa Bali Aga pada kalangan remaja Desa Pedawa Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 10(2), 151-162.

Putri, N. W. (2018). Pergeseran Bahasa Daerah Lampung pada masyarakat Kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 83-97.

Rahmawati, K. D., Yulianeta, Y., Hardini, T. I., Sunendar, D., & Fasya, M. (2022). Xenoglosofilia: Ancaman terhadap pergeseran bahasa Indonesia di era globalisasi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(2), 168-181.

Rendika, R., Wardarita, R., & Ali, M. (2022). Pergeseran dan pemertahanan Bahasa Komering. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 6(1), 194-202.

Sahril, N. F. N. (2018). Pergeseran Bahasa Daerah pada anak-anak di Kuala Tanjung Sumatra Utara. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 210-228.

Syahriyani, A. (2017). Pemertahanan Bahasa Jawa dialek Banten pada Guyub Tutur di Kelurahan Sumur Pecung Serang. Buletin Al-Turas, 23(2), 251-266.

Waafiyah, W., N., & Umam, K., N. (2024). Analisis pengaruh media sosial terhadap bahasa komunikasi anak dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(1), 855-863.

Watson, J. B. (1913). Psychology as the behaviorist views it. Psychological Review.

Wulandari, A. (2014). Karakteristik pertumbuhan perkembangan remaja dan implikasinya terhadap masalah kesehatan dan keperawatannya. Jurnal Keperawatan Anak, 2(1), 39-43.

Zuhriyah, A., & Basith, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap pergeseran Bahasa Indonesia pada mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Journal on Education, 5(4), 10844-10850.

Downloads

Published

2025-10-15

Issue

Section

Articles