Identifikasi kondisi fisik kawasan Coban Jodo bagian barat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063v1i7p845-851Keywords:
kawasan Coban Jodo, geomorfologi, geologiAbstract
Java Island is famous for its cluster of volcanoes that stretch from east to west. One of the volcanoes that has its own uniqueness is tengger volcano complex. Gunungapi Tengger complex is one form of volcanic origin located in East Java which administratively belongs to four districts. One part of the complex is Coban Jodo Area located in Ngadirejo Village, Malang Regency which is located at the foot of Gunung Api Tengger. This study aims to determine the physical condition of Geomorphology and geology in the Coban Jodo Region through direct observation and literature results. Based on the calculation of slope slope, Coban Jodo Area has slopes with a very steep category. Furthermore, the geological conditions in the Coban Jodo Area are dominated by igneous rocks, in the form of tuff stones.
Pulau Jawa terkenal dengan gugusan gunung api yang membentang dari timur hingga ke barat. Salah satu gunung api yang memiliki keunikan tersendiri adalah Kompleks Gunung Api Tengger. Kompleks Gunungapi Tengger merupakan salah satu bentuklahan asal vulkanik yang berada di Jawa Timur yang secara administrasi termasuk ke dalam empat wilayah kabupaten. Salah satu bagian dari kompleks wilayah tersebut adalah Kawasan Coban Jodo yang terletak di Desa Ngadirejo, Kabupaten Malang yang berada pada bagian Kaki Gunungapi Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik berupa Geomorfologi serta geologi pada Kawasan Coban Jodo melalui pengamatan langsung dan hasil literatur. Berdasarkan perhitungan kemiringan lereng, Kawasan Coban Jodo memiliki lereng dengan kategori sangat terjal. Selanjutnya kondisi geologi pada Kawasan Coban Jodo didominasi oleh batuan beku, berupa batu tuff.
References
Afiatin, T. (1997). Kontroversi Pendekatan Kuantitatif VS Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Buletin Psikologi, 5(1), 36-49.
Ashari, A., & Edi, W. (2019). Hidrogeomorfologi dan Potensi Mata Air Lereng Barat Daya Gunung Merbabu. Majalah Geografi Indonesia, 33(1), 48-56.
Azmi, Z., & Nasution, A. A. (2018). Memahami Penelitian Kualitatif dalam Akuntansi. Akuntabilitas, 11(1), 159-168.
Bermana, I. (2006). Klasifikasi geomorfologi untuk pemetaan geologi yang telah dibakukan. Bulletin of Scientific Contribution, 4(2), 161-173.
Irawan, L Y. (2018). Modul Bentuklahan Vulkanik. Malang: Jurusan Geografi Universitas Negeri Malang.
Katili, J. A. (1986). Sumber Daya Alam dan Perubahan Global. Kongres Ilmu Pengetahuan LIPI.
Noor, D. (2010). Pengantar Geologi. Bogor: FT Universitas Pakuan.
Nurkholis, A., Jayanto, G.D., & Jurnawan, N.Y. (2016). Analisa Bentuklahan Sebagai Landasan Terwujudnya Sustainable Coastal Area di Indonesia.
Santoso, S. (1986). Geologi Lembar Kediri, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral.
Whitten, D.G.A. & J.R.V. Brooks. (1972). Dictionary of Geology. Penguin Books Ltd. Harmondsworth, U.K.
Zuidam, R. A. Van. (1985). Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphology Mapping. Hague: Smits.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

