IMPLEMENTASI PROGRAM P5 MENURUT TEORI GEORGE C. EDWARD III DI SMA NEGERI 9 MALANG

Authors

  • Sri Untari Universitas Negeri Malang
  • Inka Dwi Lestari Universitas Negeri Malang
  • Keke Aqila Zayyan Universitas Negeri Malang
  • Takfiki Ilma Universitas Negeri Malang
  • Wiji Astuti Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063.v5.i7.2025.5

Keywords:

Implementasi kebijakan, Program P5, George C. Edward III

Abstract

This article focuses on analysing the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMA Negeri 9 Malang using the policy implementation theory of George C. Edward III. In this research, the author explores four key factors that influence the success of policy implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through three main methods: interviews, observation, and documentation. The findings showed that the implementation of the P5 Programme in the school generally went very well. Communication between the school, teachers and learners is effective, supported by an adaptive bureaucratic structure that supports the implementation of the programme. However, there are still some problems to be overcome, especially in the resource aspect. The lack of teachers who train as facilitators and assessors is an obstacle in optimising the project-based learning process. In addition, the location of schools in urban areas causes limited access to project materials related to nature, thus limiting the variety of project themes. However, there is an important note related to the disposition of learners: they tend to be more concerned with the end result of the project than the learning process that is actually designed to develop their skills. This tendency is considered to detract from the main essence of the Pancasila Learner Profile Strengthening Project.

Artikel ini fokus menganalisis pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 9 Malang dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari George C. Edward III. Dalam penelitian ini, penulis mengeksplorasi empat faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui tiga metode utama: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program P5 di sekolah tersebut secara umum berjalan dengan sangat baik. Komunikasi antara pihak sekolah, guru, dan peserta didik berlangsung efektif, didukung oleh struktur birokrasi yang adaptif dalam  mendukung pelaksanaan program. Namun, masih ada beberapa masalah yang harus diatasi, terutama pada aspek sumber daya. Kurangnya tenaga guru yang berlatih sebagai  fasilitator dan penilai menjadi kendala dalam optimalisasi proses pembelajaran berbasis projek. Selain itu, lokasi sekolah yang berada di perkotaan menyebabkan keterbatasan akses terhadap bahan proyek yang berhubungan dengan alam, sehingga membatasi variasi tema proyek. Namun, terdapat catatan penting terkait disposisi peserta didik mereka cenderung lebih mementingkan hasil akhir proyek daripada proses pembelajaran yang sebenarnya dirancang untuk mengembangkan keterampilan mereka. Kecenderungan ini dinilai dapat mengurangi esensi utama dari Proyek Penguatan profil Pelajar Pancasila.

References

Annisa, I. M., Istiharoh, & Putri, P. A. (2023). Program P5 sebagai implementasi Kurikulum Merdeka: Faktor penghambat dan upayanya. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(2), 176–187. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v1i2.153

Astutik, A. P., & Farista, R. (n.d.). Respon kebijakan Kurikulum Merdeka di lembaga pendidikan Islam.

Ayuningtyas, A. (2023, November 20). P5 Kurikulum Merdeka: Penerapan, tahapan, manfaat, dan contohnya. Diakses pada 26 November 2024, dari https://dosenppkn.com/p5-kurikulum-merdeka/

Firdaus, H., Laensadi, A. M., Matvayodha, G., Siagian, F. N., & Hasanah, I. A. (2022). Analisis evaluasi program Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka (Vol. 4).

Kemendikbudristek. (2021). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Implementasi program Kurikulum Merdeka berdasarkan kebijakan (Vol. 3).

Nafaridah, T., Maulidia, L., Ratumbuysang, F. N. G., Kesumasari, M. E., & Universitas Lambung Mangkurat. (n.d.). Analisis kegiatan P5 sebagai penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka era digital di SMA Negeri 2 Banjarmasin.

Rahmadani, E., Zuljalal, M., & Hamdany, A. (2023). Implementasi nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah dasar (Vol. 6).

Roring, A. D., Mantiri, M. S., & Lapian, M. T. (n.d.). Implementasi kebijakan pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19) di Desa Ongkaw 1 Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Governance, 1(2).

Sugiyono, S. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.

Sururi, M., Hafidh, Z., & Afifah, D. A. (2023). Analisis kebijakan Sekolah Penggerak: Tinjauan teoretis dan model implementasi kebijakan Edwards III. Indonesia Emas Group.

Syubhan, A., & Aji, A. W. (2022). Peran komunikasi dalam dunia pendidikan (Vol. 4).

Tyas, A. (2023). Dimensi disposisi atau sikap pelaksana dalam implementasi kebijakan Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

UNESCO. (2021). Futures of education initiative. http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/igo/

Wahyudin, D., Malik, A., & Subkhan, E. (2024). Kajian akademik Kurikulum Merdeka.

Downloads

Published

2025-07-30

Issue

Section

Articles